
•
•
•
"Kau yakin kalau itu peledak palsu?" Tanya Yerin.
Soojin mengangguk sambil terus fokus kejalanan yang mulai gelap karena sekarang jam 6 sore dan mulai masuk kemalam hari.
"Ketika aku menjinakkan nya, peledak itu tidak memiliki kabel yang terhubung dengan bagian bubuk mesiu. Jika itu memang benar peledak, harusnya ada kabel yang tersambung ke kotak berisi bubuk mesiu yang bisa membuatnya meledak." Jelas Soojin.
"Tapi untuk apa mereka menggunakan peledak palsu? Jika ingin merampok bukanlah tinggal mengambil uang dan tidak perlu menahan sandera?" Sahut Seoyoon.
"Itu juga terpikirkan oleh ku dan Sunhyung," Gumam Soojin sedikit menunduk.
"SOOJIN AWAS!!"
Mendengar teriakan Yerin, Soojin langsung mengangkat kepalanya dan menatap jalanan. Dan tepat didepan mereka ada sebuah mobil yang berhetin ditengah jalan, Soojin langsung membanting setir ke kiri dan menginjak rem. Mereka berhenti di dekat trotoar dan tinggal beberapa meter akan menabrak trotoar itu.
"Hah... Hah... Hah..." Nafas mereka terengah-engah karena hampir saja mereka kecelakaan.
"Apa-apaan mobil tadi itu?!" Kesal Seoyoon.
Mereka bertiga pun keluar dari mobil dan melihat mobil yang hampir mereka tabrak. Dan masih ada beberapa mobil didepan mereka. Karena hari sudah malam mereka tidak bisa melihat ada berapa banyak mobil didepan mereka sekarang.
Nampak sepasang pria dan wanita yang tidak sadarkan diri dengan kepala mereka yang berdarah dikursi bagian depan.
"Teman-teman, ayo keluarkan dan periksa mereka dulu." Ucap Soojin membuka pintu mobil itu.
Mereka bertiga pun mengeluarkan pasangan itu lalu memeriksa denyut nadi mereka, dan masih terasa.
"Soojin!! Yerin!!" Panggil Seoyoon yang berdiri dibalik mobil lain yang berada di depan mobil kami.
Soojin dan Yerin pun langsung bergegas mendekati Seoyoon.
"Ada ap--" Perkataan Yerin terpotong karena terkejut melihat pemandangan di depannya.
Banyak mobil, truk, bus yang hancur akibat benturan keras, bahkan ada mobil yang terbakar.
"Kecelakaan beruntun," Gumam Soojin. Lalu Soojin mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak Sunhyung.
"Ayo, angkat, angkat," Panik Soojin.
📱: "Yeoboseo?"
📱: "Sunhyung! Aku, Yerin, dan Seoyoon sekarang ada dijalan tol sekitar 10 km sebelah utara dari Mall tadi. Ada kecelakaan beruntun disini, tolong segera datang bersama ambulance dan petugas lain!"
📱: "Baiklah, mungkin kami akan datang sekitar 10 menit dari sekarang, kau cobalah tolong korban yang masih ada di kendaraan dan periksa keadaan mereka." Ucap Sunhyung.
📱: "Baik, kalian segera datang." Balas Soojin.
Panggilan itu berakhir.
"Teman-teman, ayo kita selamatkan korban-korban yang masih bisa kita tolong." Ucap Soojin berjalan mendekat ke salah satu mobil.
Yerin dan Seoyoon pun melakukan hal yang sama.
...⋇⋆✦⋆⋇...
Seojun memijat kepalanya yang terasa sakit, sekarang dia masih di markas diruangannya bersama Hyejin.
Dalam satu pekan sudah banyak hal yang terjadi di kota ini. Pertama masalah pembunuh yang kembali ke kota itu lagi, lalu penyerangan Soojin yang dilakukan oleh pembunuh itu, lalu pembunuh itu muncul didekat Sunhyung dan Soojin, masalah perampok yang terjadi di Mall beberapa jam yang lalu, dan sekarang masalah kecelakaan beruntun yang terjadi.
Sunhyung menghubungi nya beberapa saat yang lalu sekaligus melaporkan kasus para permapok itu.
"Hah, satu masalah selesai dan masalah lain muncul." Keluh Seojun bersandar di kursi kerjanya.
"Apa perlu aku saja yang menyusul Soojin dan Sunhyung?" Tanya Hyejin.
"Baiklah, lagipula kepala ku sakit setelah masalah permapok itu." Balas Seojun.
Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.
"Masuk saja." Seru Seojun.
Dan seorang pria memakai kemeja putih dan dasi merah yang terlihat seumuran dengan Seojun masuk keruangan itu.
"Minjung?" Kaget Seojun.
Han Minjung, koki profesional. Dia teman sekelas Seojun ketika berada di bangku SMA.
"Gwaenchana, perkenalkan ini Lee Hyejin, dia salah satu kapten dari tim khusus di divisi detektif. Dan Hyejin, dia adalah teman SMA ku dulu, namanya Han Minjung." Balas Seojun memperkenalkan Hyejin.
Hyejin yang dibicarakan pun langsung berdiri dan membungkukkan badannya.
"Anyeong, naneun Lee Hyejin." Ucap Hyejin memperkenalkan dirinya.
"Nee, naneun Han Minjung." Balas Daejung juga memperkenalkan dirinya juga.
"Nee, aku mengenalmu, kau Chef Han Minjung, koki profesional yang terkenal sejak lima tahun yang lalu." Ucap Hyejin.
"Haha, aku senang kau mengenaliku." Balas Minjung tersenyum.
"Kalau begitu aku pamit." Kata Hyejin kembali membungkuk kan badanya lalu keluar dari ruangan itu.
"Lama tidak bertemu Minjung." Sapa Seojun.
"Tentu, terakhir kali kita bertemu adalah 3 tahun yang lalu, kan?" Balas Minjung duduk di kursi depan Seojun.
"Lalu apa yang ingin kau laporkan?" Tanya Seojun.
"Tiba-tiba dua hari yang lalu pacarku tidak bisa dihubungi, aku sudah ke rumahnya dan menelponnya berkali-kali, yah, dan tidak ada jawaban." Balas Minjung.
"Aku tidak tau kau punya pacar?" Goda Seojun.
"Terserah apa katamu." Cuek Minjung.
Seojun hanya terkekeh, lalu membuka laptopnya dan muali menulis data pencaharian orang.
"Baiklah, coba sebutkan nama, usia, tempat, dan tanggal terakhir kalian bertemu." Ucap Seojun tanpa melihat lawan bicaranya.
"Namanya Oh Ju Young. Usia 23 tahun, dan kami terakhir bertemu di Daegu tanggal 2 Juni." Balas Minjung.
"Tadi kau bilang namanya Oh Ju Young? Bukankah itu nama fotografer yang terkenal akhir-akhir ini?" Tanya Seojun.
"Ya begitulah." Balas Minjung.
"Baiklah, datanya sudah selesai, kami akan mulai pencaharian sekarang. Kau hanya perlu menunggu kabar dari kami." Ucap Seojun menutup laptopnya.
"Nee, gamsahabnida. Aku permisi dulu, aku masih ada urusan setelah ini." Ucap Minjung berdiri.
"Baiklah, kapan-kapan kita bertemu lagi." Balas Seojun.
Minjung menundukkan kepalanya lalu pergi.
Setelah Minjung benar-benar pergi, Seojun kembali membuka laptopnya.
"Oh Ju Young..." Gumam Seojun.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
"Maaf aku terlambat, aku terjebak macet tadi." Ucap Hyejin mendekati Soojin yang sedang berbicara dengan beberapa polisi.
"Tidak apa eonnie, para korban sudah di evakuasi, kita hanya perlu mencari alasan kenapa bisa terjadi kecelakaan disini." Balas Soojin.
"Apa kalian sudah menemukan petunjuk?" Tanya Hyejin.
"Belum, tapi untuk sementara dugaan kami karena jalanan yang gelap atau karena salah satu mobil mengalami rem blong dan menabrak sebuah mobil lain lalu diikuti mobil lainnya," Balas Soojin.
"Oh ya, tidak biasanya Seojun oppa tidak ikut datang, biasanya dia akan ikut jika kasus berhubungan dengan kecelakaan lalu lintas?" Tanya Soojin.
"Aku yang memaksa datang sendiri, selain itu, sebelum aku pergi, ada seorang pria datang, dia adalah teman SMA Seojun oppa." Balas Hyejin.
"Ouh,"
Sedangkan ditempat Sunhyung, dia sedang memerhatikan salah satu mobil yang kecelakaan, mobil itu sepertinya yang paling rusak parah.
Tapi yang membuatnya terdiam adalah, dia menemukan tubuh mayat wanita didalam bagasi mobil itu. Lalu Sunhyung mengeluarkan tubuh itu dari dalam bagasi.
Tubuh nya sudah dingin dan sedikit membiru menandakan kalau mayat itu sudah lama mati.
'Dari luka di lehernya, sepertinya alasan dia meninggal karna pendarahan. Tapi sebelum itu dia dicekik menggunakan tali rafiah atau semacamnya, kemudian menusuk perut dan dadanya dengan pisau,' batin Sunhyung memikirkan alasan dan bagaimana korban dibunuh. Lalu pandangannya tertahan ke punggung tangan wanita itu.
Sunhyung menggunakan sapu tangan putih lalu meraih tangan wanita itu. Matanya terbelak saat menyadari apa yang terpampang di punggung tangan mayat itu.