
β’
β’
β’
π: "Apa kau yakin kalau yang menyerangmu itu benar-benar cold-blooded killer?" Akhirnya ada topik pembicaraan setelah sunyi melanda diantara mereka selama beberapa menit.
Soojin dan Sunhyung mengobrol dengan menghubungkan panggilan ke earphone sehingga mereka bisa fokus menyetir.
π: "Awalnya aku juga tidak yakin, tapi jika saja aku bisa mendengar nya sekali lagi, aku pasti bisa yakin kalau itu memang dia." Balas Soojin.
π: "Baiklah, tunggu sebentar. Aku sempat melihat rekaman CCTV didekat pertemuanmu, aku akan mencoba membesarkan suara dan mengirimkannya pada mu sebentar lagi." Ucap Sunhyung.
π: "Baiklah, terima kasih Sunhyung."
Dan tidak lama kemudian ada pesan masuk di ponsel Soojin.
π: "Terima kasih, akan kulihat nanti setelah kita sampai saja."
Panggilan itu pun berakhir bertepatan dengan mobil Soojin dan Sunhyung yang sampai di depan markas kepolisian. Keduanya langsung masuk ke bangunan itu.
Soojin dan Sunhyung masuk kesebuah ruangan di lantai 5, dan didalam ruangan itu ada Hyejin dan Seojun.
"Akhirnya kalian sampai juga." Kata Hyejin.
"Memangnya kenapa?" Tanya Soojin.
"Pembunuh yang kita incar muncul didekat tempat kalian menyelesaikan kasus beberapa waktu yang lalu." Balas Seojun.
"Apa?!!" Kaget Soojin dan Sunhyung.
"Salah satu anggota kepolisian yang bekerja paruh waktu di salah satu toko didekat TKP. Dia melapor kalau ada orang memakai jaket hitam dan bertudung yang sangat mirip dengan tersangka." Jelas Seojun.
"Lalu? Apa dia melihat tersangka?" Tanya Soojin.
"Tidak, dia bilang kalau tersangka pergi tepat setelah kalian pergi, ketika ingin mengikutinya tersangka hilang di gang kecil didekat sana." Balas Seojun.
"Tersangka pergi setelah kami pergi?" Tanya Sunhyung.
"Ya, entah apa alasannya. Tapi tepat setelah kalian pergi dari kerumunan dan TKP, dia juga ikut pergi dari sana." Ucap Seojun.
"Mungkin saja dia mengingat wajah Soojin dan Sunhyung dari penyerangannya terhadap Soojin beberapa hari yang lalu." Ucap Hyejin.
"Aku ingin kalian lebih berhati-hati lain kali, aku tidak ingin kalian berakhir seperti para korban." Ucap Seojun.
"Baik," Serempak Soojin dan Sunhyung.
"Kami izin keluar." Ucap Soojin lalu berjalan keluar ruangan. Dan Sunhyung mengikutinya.
Disisi Soojin dan Sunhyung.
Sekarang Soojin dan Sunhyung berjalan berdampingan di lorong.
"Kau masih memikirkan perkataan Seojun hyung?" Tanya Sunhyung membuka topik pembicaraan.
"Aniya, aku tidak terlalu memikirkan itu, tapi yang hampir memenuhi pikiranku sejak tadi adalah si pembunuh itu." Balas Soojin.
"Maksudmu saat dia mengikuti kita beberapa jam yang lalu?"
"Kurasa," Kata Soojin.
"Bicara soal mengkuti, apa kau lupa kalau kau punya janji dengan teman perempuanmu itu?" Sahut Sunhyung.
Soojin terdiam sesaat, "OH IYA??!! BAGAIMANA INI?!!!" Soojin langsung berlari pergi.
Sunhyung hanya menggelengkan kepalanya lelah melihat rekannya itu, "Masih muda sudah pikunan."
Lalu Sunhyung masuk keruangannya yang tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
...βββ¦ββγ...
Soojin langsung turun dari mobilnya dan langsung masuk ke Mall tempat janjiannya dengan Yerin.
Kemarin Yerin mengirimkan pesan dan mengajak Soojin untuk ke Mall.
"Jinnie!!" Soojin menoleh kesumber suara yang memanggilnya. Dan mendapati Yerin yang berdiri tak jauh darinya dan ada Seoyoon di samping nya.
"Yerin! Seoyoon!" Soojin langsung menghampiri sahabatnya.
"Mianhae, mianhae, aku lupa karna ada kasus beberapa saat yang lalu." Begitu sampai Soojin langsung mengucapkan kata maaf.
"Tidak apa, aku sudah tau dari Seoyoon kalau kau ada kasus tadi, selain itu kami baru berkeliling sebentar." Balas Yerin.
"Arraseo, ayo kita jalan." Ajak Soojin.
Lalu mereka bertiga pun berkeliling Mall. Setelah lama berkeliling akhirnya mereka memilih ke toko pakaian dan aksesoris, mereka mencari pakaian dan barang untuk dipakai ketika mereka bermain bersama-sama nanti.
"Emm, bagaimana kalau yang ini?" Tanya Seoyoon menunjukkan dress bewarna merah dan ada bunga di sekitar garis leher dan pinggang.
"Ini bagus, tapi bukankah ini sedikit mencolok warnanya?" Balas Yerin. "Kupikir Soojin akan sedikit risih dan kurang setuju." Bisik Yerin sambil menatap Soojin yang tengah berdiskusi dengan pegawai untuk memilih jam tangan dan gelang untuk mereka.
"Benar juga, emm..." Seoyoon mengembalikan pakaian tadi ketempat nya semula, lalu kembali memilih pakaian yang cocok.
"Bagaimana kalau ini?" Tanya Seoyoon mengambil dress lain.
"Wah, ini saja, ini sangat cantik dan cocok. Aku juga menemukan heels yang cocok dengan dress itu." Balas Yerin menunjukkan tiga set hels yang dia dapatkan.
"Sangat cocok." Ucap Seoyoon.
"Teman-teman! Aku sudah menemukan jam tangan dan gelang yang cocok," Ucap Soojin berjalan mendekati mereka. "Bagamana menurut kalian?" Tanya Soojin menunjukkan jam yang dia pilih.
"Cantik, dan kami juga menemukan dress dan hels yang serasi dengan jam dan gelang yang kau pilih." Balas Yerin.
"Wow," Kagum Soojin melihat pilihan teman-teman nya.
"Baiklah kalau begitu ayo kita ke ktetempat pembayaran." Ajak Seoyoon berjalan duluan.
Yerin dan Soojin pun mengikuti dari belakang.
Di kasir.
"Baiklah, semuanya 50.000 won."
"Ini." Soojin memberikan uangnya.
"μ ν¬ λ§€μ₯μ λ°©λ¬Έν΄ μ£Όμ μ κ°μ¬ν©λλ€."(Terima kasih sudah berkunjung ke toko kami).
Ucap pegawainya memberikan struktur belanja dan membungkukkan badan.
"μ²λ§μμ."(Terima kasih kembali). Balas Soojin menerima struktur itu.
Tapi ketika mereka bertiga ingin pergi tiba-tiba saja ada beberapa orang berpakaian hitam dan membawa senjata berupa senapan masuk ke toko. Mereka adalah para perampok.
"JANGAN ADA YANG BERGERAK!!!" Bentak salah satu dari mereka menodongkan senapan ditangannya ke arah para pengunjung toko.
Sontak para pengunjung langsung panik dan mengangkat tangan mereka, termasuk Yerin, Seoyoon, dan Soojin.
Sebenarnya Soojin bisa menodongkan balik orang-orang itu dan mengalahkannya, tapi dia takut kalau ada orang yang terluka, karna di ada banyak orang ditoko itu. Dan para ******* itu membawa senapan yang bisa ditembakkan dari jarak jauh. Jadi Soojin memutuskan waktu yang tepat untuk menyerang mereka dan menghubungi markas untuk meminta bantuan.
"Kita ikuti apa yang di inginkan mereka terlebih dahulu, lalu baru menghubungi kantor polisi jika ada celah." Bisik Soojin yang dapat didengar Yerin, Seoyoon dan pegawai yang menjaga kasir, karena jarak mereka tidak terlalu jauh.
Sontak mereka bertiga pun mengangguk.
"Berikan semua ponsel kalian dan lakukan apa yang kami perintahkan!!" Seru orang yang Soojin duga merupakan pemimpinnya.
Para pengunjung pun melakukan apa yang diperintahkan para perampok itu.
Para perampok itu memerintahkan agar para pengunjung mengikat tangan serta menutup mulut dan mata mereka dengan selotip yang mereka berikan, lalu duduk di tengah-tengah ruangan toko itu.
Para pengunjung hanya bisa menuruti perampok itu termasuk para pegawai, Yerin, Seoyoon dan Soojin.
Tapi ketika giliran Soojin, seorang anggota perampok itu menyadari siapa dirinya.
"Ohh, rupanya Jung Soojin, anggota kepolisian termuda dalam sejarah Korea ya." Ucap perampok itu.
'Cih,' Decih Soojin didalam hatinya.