
•
•
•
Sunhyung turun dari mobilnya, sekitar 20 menit dari rumah sakit untuk menuju ke alamat Han Minjung. Dia tinggal di pinggir kota dekat perbukitan, tidak ada perumahan selain rumahnya di daerah itu.
Sunhyung berjalan menuju rumah itu dan menekan bel rumah. Dan tidak lama kemudian pintu terbuka menampilkan Han Minjung.
"Oh, kau Sunhyung bukan? Salah satu anggota polisi bagian detektif?" Kata Minjung.
"Nee, maaf menganggu waktu anda, saya kemari karena ingin membicarakan sesuatu." Balas Sunhyung sedikit menunduk.
"Tentu, silahkan masuk." Ucap Minjung melebarkan pintunya membiarkan Sunhyung masuk.
Mereka berdua menuju ruang tamu tumah itu.
"Silahkan duduk," Kata Minjung.
Mereka duduk saling berhadapan.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Minjung membuka topik pembicaraan.
"Aku dengar kalau kau terluka dilengan, boleh aku memeriksanya?" Balas Sunhyung.
"Darimana kau tau aku terluka?" Tanya Minjung.
"Aku melihatmu dirumah sakit beberapa waktu yang lalu," Balas Sunhyung.
"Oh, begitu rupanya, aku terluka karena tidak sengaja menabrak sudut lemari dikamarku." Ucap Minjung.
"Boleh kulihat?"
"Hmm, tentu." Tanpa ragu Minjung menggulung lengan kemeja bagian kirinya dan menampilkan perban dengan sedikit noda darah yang melilit lengan bagian atas.
"Kelihatannya cukup parah." Kata Sunhyung. Dia mulai curiga dengan orang dihadapannya ini.
"Tidak juga, kata dokter akan pulih tiga sampai lima hari kedepan," Ucap Minjung.
"Memangnya kenapa sampai kau menanyakan luka ku?" Tanya Minjung.
"Kebetulan Seojun hyung sedang sibuk, dan aku mewakilinya menjengukmu, aku juga sempat membeli buah-buahan untuk anda." Balas Sunhyung meletakkan keranjang yang berisi buah-buahan yang sempat dia beli sebagai alibi.
"Tidak usah repot-repot, gomawo yo," Kata Minjung.
"Tidak merepotkan sama sekali,"
Sunhyung berdiri dari duduknya dan diikuti Minjung.
"Kalau begitu aku permisi dulu." Lanjut Sunhyung menunduk.
"Arraseo, sampaikan salamku pada Seojun." Balas Minjung.
"Nee," Sunhyung berbalik dan menuju pintu keluar.
Minjung memandangi Sunhyung yang baru saja keluar dari rumahnya.
"Yoon Sunhyung..." Gumam Minjung.
Diluar rumah Han Minjung.
Sunhyung masuk kedalam mobilnya dan mengenakan earphone, setelahnya dia melakukan mobil menuju apartemen nya.
Sebelum Sunhyung keluar tadi, diam-diam ia memasang alat penyadap di sofa dan didekat pintu bagian dalam rumah.
'Mungkin dugaan ku memang benar untuk menjadikan Han Minjung sebagai salah satu terangka. Tapi untuk sementara ini aku belum bisa memastikan hanya karena dia terluka ditempat yang sama dengan pelaku.' Batin Sunhyung.
Tidak lama kemudian sebuah panggilan telpon dari Soojin masuk keponselnya.
Sunhyung menyambungkan panggilan itu ke earphone yang dia gunakan.
🎧: "Wae?" Tanya Sunhyung tanpa basa-basi.
🎧: "Kau ada dimana sekarang?"
🎧: "Sedang menuju ke apertemen. Wae?"
🎧: "Seojun oppa bilang akan diadakan rapat lagi besok siang, dia sudah menghubungimu tadi, tapi tidak kau angkat, dan begitupun aku, ini keempat kalinya kuhubungi dan kau baru mengangkatnya." Jawab Soojin dengan sedikit mengomel di bagian akhir.
🎧: "Mianhae, tadi ponselku kehabisan daya, dan sekarang baru ku aktifkan."
🎧: "Ya, ya, ya, terserah mu."
🎧: "Arraseo, jika sudah tidak ada yang ingin dibicarakan lagi akan kematian."
🎧: "Tanya apa?"
🎧: "Kau pergi kemana tadi? Aku sempat melihatmu berlari keluar dari rumah sakit."
🎧: "Oh, aku mememui temanku, aku baru ingat kalau aku membuat janji dengannya." Alasan Sunhyung.
🎧: "Benarkah?"
🎧: "Terserah ingin percaya atau tidak. Oh ya, apa Sunji sudah pergi dari rumah sakit?"
🎧: "Nee, dia baru pergi sekitar 10 menit yang lalu."
🎧: "Arraseo, gomawo."
🎧: "Nee."
Dirumah Han Minjung.
Dia masuk keruangannya yang tepat berada di samping kamarnya. Ruangan itu menggunakan kata sandi sehingga tidak ada yang bisa membukanya tanpa memasukkan kata sandi.
Ia duduk di meja kerja nya yang berada di ujung ruangan, tidak ada jendela ataupun pintu lain selain pintu masuk tadi. Membuka salah satu laci meja dan mengambil sebuah kotak berwarna hitam polos berukuran sedang.
Ketika dibuka isinya hanyalah beberapa tumpuk kertas yang ternyata sebuah foto.
Minjung mengambil salah satu foto itu. Dan siapa menyangka kalau itu adalah foto Soojin, dari sudut fotonya, sepertinya diambil secara diam-diam.
"Jung Soojin, atau lebih baik dipanggil Jung Songyin?" Gumam Minjung lalu terkekeh pelan.
Dia kembali mengambil foto lain yang merupakan foto Sunhyung, sudut dan penampilannya sama seperti Soojin yang diambil ketika mereka masih kecil.
"Setelah Letnan Lee itu mati hanya mereka berdua yang tau mengetahui siapa pelaku sebenarnya." Lanjut Minjung.
...⋇⋆✦⋆⋇ ...
Keesokan harinya di tempat Seojun.
Dia baru saja selesai menyuntikkan obat pada Hyejin, ketika ingin keluar ruangan dia dikejutkan dengan suara Hyejin yang memanggilnya.
"Seojun oppa..." Suaranya terdengar sangat pelan tapi masih bisa didengar Seojun karena jarak mereka belum terlalu jauh.
"Hyejinnie," Seojun berbalik dan kembali menghampiri ranjang Hyejin.
Dia menahan Hyejin yang mencoba untuk duduk dari tidurnya, lalu membaringkan nya lagi.
"Jangan bangun dulu," Cegah Seojun. Lalu dia memutar sesuatu di samping ranjang Hyejin, dan perlahan ranjang bagian atas mulai bergerak sehingga Hyejin bisa duduk bersandar.
"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Seojun.
"Sudah lebih baik." Balas Hyejin dengan pelan.
"Kau istirahat lagi saja, aku akan meminta perawat untuk memberikan mu obat setelah satu jam." Kata Seojun.
Hyejin mengangguk lemah.
Seojun berjalan keluar ruangan dan menuju ruangannya, dia harus segera kembali ke markas kepolisian untuk mengurus rapat yang akan diadakan 3 jam lagi.
Ketika dia baru saja keluar dari ruangannya untuk menuju tempat parkir rumah sakit, ponselnya tiba-tiba berdering menampilkan nama Soojin di layarnya.
📞📱: "Yeobeseo?"
📞📱: "Oppa! Ada masalah."
📞📱: "Masalah apa?" Tanya Seojun. Dari nada suara Soojin sepertinya memang benar telah terjadi sesuatu.
📞📱: "Ketika aku dalam perjalanan menuju markas, aku melihat Ada kerumunan di jalan dan ketika aku periksa ternyata ada Sebuah mobil dengan mayat di dalamnya. Tapi yang menjadi permasalahan adalah ada kode batang di punggung tangan korban." Jelas Soojin.
📞📱: "Mwo?!"
📞📱: "Aku tidak tau apa yang terjadi, tidak ada tanda-tanda kecelakaan di jalan atau di badan mobil. Bahkan korbannya pun tidak ada luka sama sekali seperti para korban sebelumnya."
Seojun menghela nafas gusar, masalah korban ketujuh beberapa hari yang lalu belum selesai dan sekarang ada korban baru lagi.
📞📱: "Urus keadaan disana sampai aku sampai di TKP, dan akan kuhubungi kantor agar mengirimkan bantuan kesana secepatnya." Perintah Seojun.
📞📱: "Baik."
Panggilan itu berakhir, Seojun langsung bergegas menuju ketempat Soojin berada.
Tanpa Seojun sadari ada seseorang yang bersembunyi dibalik dinding tidak jauh darinya, dia adalah Cheon Yeongsik.
"Korban baru?" Gumam Yeongsik lalu tersenyum miring atau lebih tepat menyeringai. "Kita lihat bagaimana kalian para detektif mengatasi hal ini."