Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Esensi Kecantikan 4: Cerita dari An


Pernikahan digelar dengan cukup mewah, walau tak ada yang tahu siapa pendamping dari Perdana Menteri Liu. Mereka hanya menduga-duga itu sebagai anak para pejabat lainnya. Atau, malah pernikahan politik yang melibatkan dua kerajaan, dan sebagainya.


Selalu banyak asumsi dari sebuah kejadian. Sehingga meski dibicarakan sepanjang hidup, atau pun mereka benar-benar berdedikasi pada rumor, pada akhirnya mereka hanya bisa menyebut 'katanya'. Selalu seperti itu, dan Yi Hua jelas tak begitu perduli. Apalagi dia harusnya sudah merasa kebal dengan semua pembicaraan.


Yah, tentu saja orang yang tidak berguna seperti Yi Hua adalah orang yang paling banyak menyimpan luka akibat sindiran orang lain.


Dini hari, tepatnya satu hari sebelum pernikahan. Katanya, pengantin wanita akan dibawa menuju Pusat Kota. Sehingga asumsi orang lain tentang Puteri Kerajaan lain, atau bukan penduduk Kerajaan Li pun bertebaran. Banyak yang mengatakan bahwa wanita itu sangat cantik, dan pandai menggunakan jimat pengusir energi buruk. Juga, pandai menarik hati orang lain.


"Aku mendadak merinding dengan rumor itu. Selir Qian rupanya sangat cerdas dalam menyebarkan rumor. Kekuatan wanita memang mengerikan," tanggap Xiao yang kala itu mendengarkan tentang penyebaran berita bahagia itu.


Dia hanya perlu bercerita pada para pelayannya tentang wanita yang akan dinikahi adiknya. Lalu, para pelayan tersenyum dan menanggapi seadanya. Ketika pelayan itu bertemu pelayan lainnya, mereka mulai bercerita. Bahkan setiap kali berita tersebar, akan ada jenis cerita baru, yang sebenarnya tidak pernah disebarkan. Dengan kata lain, ada tambahan perasa di atas 'makanan' itu.


SRET!


"Saya mengira bahwa mata saya melihat bunga."


Yi Hua mengangkat kepalanya ketika mendengar suara itu terdengar. Di sana ada An, pengawal pribadi Raja Li. Baru-baru ini Yi Hua mengetahui bahwa pengawal An ini sebenarnya bukan pengawal biasa. Dia sebenarnya adalah ahli strategi yang bekerja di belakang Raja.


Tak banyak yang tahu tentang fakta itu, karena An selalu bertindak seperti seorang pengawal. Yang mengetahuinya hanya segelintir orang. Kebetulan Yi Hua mengetahuinya melalui Liu Xingsheng yang tidak pandai menyimpan rahasia. Meski begitu, Liu Xingsheng katanya hanya mengatakannya pada Yi Hua.


Entahlah. Tak ada yang tahu betapa bocornya mulut Liu Xingsheng.


"Tuan An?" Yi Hua menyapanya dengan kalimat tanya.


Bukan persoalan yang aneh sebenarnya. Akan tetapi, itu hanya karena dia bingung untuk memanggil apa. Pria itu tidak memiliki nama belakang, dan Yi Hua yakin 'An' juga bukan nama sebenarnya dari pengawal ini.


"Mungkin dia diberi nama An karena wajahnya yang bisa membuat damai," komentar Xiao yang sepertinya lebih sering mendata tentang pria yang mendekati Yi Hua. Walau mereka tidak tahu tahu bahwa Yi Hua adalah seorang gadis.


"Aku hanya diberi nama An begitu saja. Tak ada artian khusus tentang itu. Mungkin karena di antara keluargaku hanya aku yang agak pendiam," jelas An, yang entah bagaimana bisa sinkron dengan pemikiran Xiao.


Yi Hua kembali menundukkan kepalanya saat An duduk di hadapannya. Mungkin pria ini yang diperintahkan untuk menjemputnya. Yah, paling aman dari segalanya memang begitu. Apalagi dengan fakta bahwa An memiliki kemampuan bertarung yang tinggi.


Yi Hua menarik senyumnya untuk menanggapi senyum hangat dari An. Bagaimana pun rupa pria ini sangat nyaman untuk ditatap. Wajahnya tampan, dan matanya berwarna hitam kecokelatan. Rambutnya selaras dengan warna matanya, dan terikat rapi dengan pita warna biru gelap.


Gaya berpakaiannya bukan seperti pengawal Kerajaan Li pada umumnya, melainkan pakaian dari kain yang sangat sederhana. Namun entah mengapa saat An menggunakannya, maka itu akan terlihat sangat menarik. Padahal Yi Hua yakin itu adalah jenis kain yang sama dengan pakaian yang sering dipakai pelayan di Kerajaan Li.


"Pasti keluarga Anda sangat aktif berbincang, Tuan An. Bahkan saya merasa bahwa Anda tidak cukup untuk dikatakan sebagai pendiam," ucap Yi Hua sambil menggaruk kepalanya.


Jepit rambut giok ini membuat rambutku terasa tertarik terus-menerus. Apa aku ganti saja dengan tali biasa?


"Mana ada orang yang mau menikah dengan model rambut seperti hendak bersih-bersih rumah, HuaHua. Jika berlakon, jangan kacaukan peran!"


Yi Hua memutar matanya jengkel ketika mendengar tanggapan dari Xiao. Bagaimana pun dia seharusnya tahu bahwa tidak ada privasi dalam hidup Yi Hua ini. Dia memiliki sistem yang menyebalkan, hingga selalu membaca pergerakannya.


Bahkan berfantasi pun pasti akan ditertawakan oleh XiaoTidakBerguna ini.


An menyenderkan tubuhnya di dinding. Saat ini mereka berada di penginapan di Pusat Kota. Tentu saja lokasi penginapan juga diberitahu kepada publik, sehingga akhir-akhir ini Yi Hua harus menggunakan tutup kepala. Semua itu agar tak ada yang tahu bahwa sebenarnya dia adalah pengantin wanita palsu. Apalagi akhir-akhir ini Yi Hua cukup terkenal akibat ramalannya tentang Puteri Li Wei.


"Mungkin saja seperti itu," balas An dengan senyum tipis di wajahnya.


Mengapa dia berkata seolah itu adalah kebalikannya? Atau, ...


"Keluarga saya bahkan lebih 'ramah' daripada yang Yi Hua pikirkan," tambah An masih dengan senyumannya yang khas.


Yi Hua memicingkan matanya seperti menyadari sesuatu. Akan tetapi, dia berusaha menariknya. Bagaimana pun ia tak bisa mengatakan ia mengetahui sesuatu hanya karena itu terlihat agak akrab.


Pada akhirnya, Yi Hua hanya menarik senyumnya untuk membalas.


"Kata Perdana Menteri Liu, Tuan An sangat cerdas."


Itulah yang dikatakan oleh Liu Xingsheng. An merupakan orang yang pendiam, tetapi pendapatnya selalu menjadi prioritas. Meski tak ada yang tahu banyak tentang An, tetapi An selalu bertahta dengan cara yang berbeda.


Tak ada yang bisa melawannya ketika ia ingin berdebat. Begitu juga tentang kemampuan yang jelas tak perlu dipertanyakan lagi. Seandainya An adalah seorang Pangeran, ataupun seorang yang memiliki gelar yang tinggi, mungkin dia akan menjadi orang yang penting di Kerajaan.


Kata Liu Xingsheng, Raja Li pernah menawarkan jabatan Perdana Menteri untuk An. Dan, oleh pria itu, jelas-jelas ditolak tanpa bisa Raja Li bujuk lagi. Ditambah lagi An ini tidak jelas apa yang diinginkannya. Sehingga jika An sebenarnya adalah pengkhianat, maka itu akan sangat berbahaya.


Mungkin itulah alasan mengapa An hanya bertindak seperti pengawal.


"Mungkin aku hanya lebih tahu daripada orang lain."


Xiao di telinga Yi Hua berdecak. "Bahkan dia tahu bagaimana cara merendah. Belajarlah dari dia Yi Hua, agar kau tidak jadi orang yang penuh omong kosong."


"Apakah Tuan An juga pernah mendengar tentang lima pendosa?"


Sudah lama sekali Yi Hua ingin mengetahui tentang lima pendosa ini. Sayangnya, kebanyakan orang akan menatapnya seperti pendosa besar hanya karena menyebut itu. Sehingga ia sejatinya tak begitu mengetahui tentang kelima pendosa.


Xiao terlihat tak begitu mengetahuinya. Sebab, sistem busuk itu hanya tahu tentang Putri Hitam, Li Wei dan Iblis Kehancuran, Hua Yifeng. Ketiga lainnya mungkin tak begitu terkenal, karena cerita tentang mereka tak begitu membekas di ingatan.


Dengan kata lain, dosa mereka dipandang masih di bawah Hua Yifeng dan Li Wei.


"Tentu saja. Itu adalah sesuatu yang sangat besar di Kerajaan Li." An menjawabnya sambil memejamkan matanya. Seolah pria itu tak begitu perduli dengan gelar lima pendosa.


Sungguh respon yang cukup berbeda dan biasa dari yang lainnya.


"Apa dosa yang mereka lakukan?"


An membuka matanya dan menarik senyum tipis lagi. Yi Hua bahkan membuang wajahnya hanya agar dia tak terpengaruh akan senyum dari An. Sungguh pikiran yang agak konyol.


Apa dia begitu terpukau dengan setiap ucapan manis dari An?


"Bukannya kau juga menyukai Hua Yifeng?" cetus Xiao tanpa berpikir panjang lagi.


Namun Yi Hua segera sadar dan tersenyum tak nyaman. "Saya hanya bicara dengan nyamuk. Dia menimbulkan banyak omong kosong di telinga saya."


Siapa juga yang menyukai Hua Yifeng! Aku membencinya, bodoh.


"Sebenarnya asal kebencianmu itu darimana? Kau saja baru pertama kali bertemu dengan Hua Yifeng." Xiao berpikir sangat keras tentang hal tersebut. Namun dia menyadari bahwa dia tak menemukan jawaban yang tepat.


"Siapa yang ingin kau ketahui?" tanya An dengan nadanya yang hangat. Dia seolah tak mendengar ucapan Yi Hua sebelumnya.


Yi Hua tampak berpikir sejenak sebelum menjawab, "Saya pikir tentang Puteri Li Wei."


"Dia hanyalah seorang gadis yang berpikir tentang hal yang berbeda dengan orang lain. Seseorang yang ingin menyelamatkan semuanya, tetapi nyatanya memang tak ada yang bisa seluruhnya. Seperti mengisi air di kedua telapak tangan, pasti masih ada yang akan terlepas," jawaban An juga agak berbeda dari jawaban yang sering Yi Hua dengar.


Mata An tampak menyipit, tetapi entah apa yang dipikirkannya. Namun pria itu melanjutkan ucapannya lagi.


"Dan, yang tak bisa diselamatkan itu lebih banyak daripada yang Li Wei sadari."


Mengapa cerita ini malah menjadi sedikit rasa pilu?


Yi Hua menatap lekat pada An yang tampak seperti tak begitu perduli. Sejak awal An ini tak pernah bisa Yi Hua tebak. Senyumnya selalu seperti mengandung banyak hal. Akan tetapi, tak ada yang berani menebaknya.


"Lalu, bagaimana dengan Pemilik Kerajaan Iblis, Hua Yifeng?" tanya Yi Hua pada persoalan yang paling banyak dibicarakan oleh orang-orang.


Sosok Hua Yifeng ini masih menjadi teror aneh di hati orang-orang. Mereka merasa sangat takut jika menyebut tentang Hua Yifeng. Atau, bahkan mengingat tentang kejahatannya. Seorang Iblis Kehancuran yang sangat kejam, dan dengan pedang 'Li Wei'-nya yang sangat anti kemanusiaan.


"Ada banyak rumor tentang Hua Yifeng. Banyak yang mengatakan bahwa tak ada yang tahu rupa Hua Yifeng yang sebenarnya. Katanya, wajah Hua Yifeng rusak ketika dia masih menjadi manusia dahulu. Tak ada yang tahu apa yang dialami oleh Hua Yifeng, dan ini rahasia ..." ucapan An terdengar menggantung.


Pria itu tertawa kecil ketika melihat Yi Hua yang mendekatkan kepalanya ke arah An. Seperti halnya ingin mendengarkan rahasia dari seseorang. Meski begitu, An mengikuti apa yang Yi Hua lakukan. Pria itu mendekatkan kepalanya untuk lebih dekat, dan berucap dengan nada rendah.


"Hua Yifeng memiliki kelemahan. Dia tidak punya jantung."


Darimana bisa An ini memiliki begitu banyak informasi. Yah, walau masih tak bisa ditebak benar atau tidaknya.


"Sepertinya Anda bukan hanya tahu sedikit, Tuan An," balas Yi Hua yang kini telah kembali ke posisi duduknya kembali.


"Saya hanya membicarakan tentang hal yang umum."


Sebenarnya itu tidak umum. Sebab, baru An yang berani membicarakan tentang Hua Yifeng dengan wajah yang sangat datar.


"Kau bisa menusuk jantungnya, dan dia akan lenyap menjadi abu," tambah An seolah yang dibicarakannya adalah hal yang sangat mudah.


Masalahnya adalah bagaimana cara menusuk jantung Hua Yifeng yang sangat berbahaya itu?


Salah-salah kepala orang lain akan melayang begitu saja ketika dilibas oleh pedang brutal milik Hua Yifeng. Sungguh tindakan yang konyol jika berani mendekat pada Hua Yifeng. Yi Hua jelas tak ingin dicekik oleh Hua Yifeng.


"Apalagi, kau membakar ruangan bawah tanah miliknya," komentar Xiao pedas.


Jangan disebut lagi, XiaoTidakBerguna! Yang berlalu biarlah berlalu.


Yi Hua yang menyerap informasi terlalu banyak mendadak merasa gatal di kepalanya. Hal itu membuat rambutnya menjadi berantakan. Ini baru dua tokoh dari lima pendosa yang dibicarakan, bagaimana dengan pendosa lainnya?


Yi Hua sadar bahwa hidup peramal busuk ini hanya sebatas ekor sapi saja. Buktinya dalam sumber informasinya, Xiao, tidak ada kejelasan bahwa Yi Hua cukup tahu tentang kelima pendosa ini. Yi Hua hanya tahu tentang hal yang sering dirumorkan, karena Yi Hua adalah salah satu penyebar rumor itu.


SRET!


Yi Hua terdiam ketika An tiba-tiba mendekat ke arahnya. Pria itu mendekatkan wajahnya pada Yi Hua. Dan, itu terjadi dengan sangat dekat hingga Yi Hua hanya bisa menolehkan wajahnya untuk menghindar. Sedangkan An hanya mengulurkan tangannya untuk memperbaiki kepangan rambut Yi Hua.


"Bahkan kau belum menemui pengantin pria-mu, Yi Hua."


Hey, bagaimana bisa orang ini menyentuh rambut seorang gadis dengan begitu mudah?!


"Maaf menyela, tetapi pria ini mungkin tidak tahu jika kau itu tidak memiliki 'senjata' seperti pria lainnya."


Yi Hua sepertinya harus segera belajar bagaimana cara menyiksa Xiao dengan sihir. Dia mungkin akan menggunakan boneka jerami untuk mengutuk makhluk tak jelas identitasnya seperti Xiao ini.


Setelah rapi sedikit, An akhirnya menjauhkan wajahnya dari wajah Yi Hua yang mendadak panas. Meski begitu, Yi Hua mengalihkannya dengan pura-pura menghitung semut di dinding. Dan, itu membuat An menarik senyum tipis yang sedikit mencurigakan.


"Apa kau tahu, hilangnya jantung Hua Yifeng ialah karena dia memberikannya pada orang yang ia cintai."


Eh? Informasi baru lagi. Orang ini tahu darimana tentang ini semua?


"Saya mendengar bahwa Hua Yifeng, Pemilik Kerajaan Iblis di Gunung Hua. Dia memiliki hubungan dengan Puteri Li Wei." Jujur saja Yi Hua tak akan menyia-nyiakan informasi yang bisa ia keruk.


"Puteri Li Wei tidak mengenal Hua Yifeng, tetapi tidak sebaliknya. Hua Yifeng sangat mengenal Li Wei dari jauh."


Apa maksudnya?


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mohon maaf lahir dan batin, teman-teman. Semoga kita semua diberikan kesehatan, dan selalu diberikan kesabaran untuk setiap masalah yang datang. Author mohon maaf bila ada salah kata, baik dalam isi cerita yang menyinggung, atau catatan kaki author yang terkadang terlalu jujur.


Terima kasih bagi yang masih setia membaca cerita aneh ini. Begitu juga dengan novel-novel lainnya. Ceritaku selalu sama, yaitu punya keanehan dan alur yang semerawut. Sehingga banyak bersabar dalam menghadapinya.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~