
SRET!
Ketika Hua Yifeng menelusuri mata pedang hitam itu dengan jemari telunjuknya yang panjang, Yi Hua segera menerbangkan kertas jimat di atas kepalanya. Beberapa jimat itu terbang dan membentuk seperti kipas. Ketegangan itu membuat senyum tipis Hua Yifeng terlihat. Bagaimana pun pria ini memiliki kemampuan untuk terlihat seperti mengejek hanya dengan senyum tipisnya. Mungkin inilah yang membuat Hua Yifeng memiliki jumlah musuh yang banyak ketimbang teman.
Namun jari panjang Hua Yifeng menelusuri mata pedang dengan ambigu. Belum lagi dengan mata merah Hua Yifeng yang tampak penuh dan pekat. Yi Hua mendadak takut bernapas.
Dan, buruknya lagi dalam situasi ini Yi Hua tak bisa mengandalkan Xiao. Sebab, jika dia bertarung dengan Xiao sebagai petunjuknya mungkin Yi Hua bisa melarikan diri dengan lebih aman.
"Bukankah jika Yi Hua sudah tahu, itu berarti aku tidak membohongi?" tanya Hua Yifeng mendekatkan wajahnya ke arah Yi Hua.
TAP!
Meski tangan kanan Yi Hua tengah memegang pedang, tetapi tangan kirinya masih bebas. Ia menggunakan tangan kirinya untuk menahan dahi Hua Yifeng yang menunduk ke arahnya. Perbedaan tinggi mereka yang jauh membuat aura Hua Yifeng menjadi mengerikan. Ini seperti kau sudah tahu bahwa kau akan kalah, tetapi itu akan tetap dihadapi. Bahkan jika Hua Yifeng ingin dia bisa membunuh Yi Hua tanpa mendekatinya.
Dari sentuhan itu Yi Hua bisa merasakan suhu dingin dari tubuh Hua Yifeng. Pria ini benar-benar bukanlah manusia*.
Katanya, jika jiwa seseorang menerima kematiannya dan mati tanpa begitu banyak dendam di hatinya, maka dia akan naik ke langit untuk bereinkarnasi. Akan tetapi, Hua Yifeng mungkin adalah hantu yang meningkatkan kekuatannya hingga menjadi iblis. Tak ada yang tahu apa yang menahan Hua Yifeng hingga tetap berada di dunia ini. Sejujurnya siapa Hua Yifeng saat menjadi manusia pun tak ada yang tahu.
Namun jika semakin besar kebencian dan rasa sakit yang diterima, maka semakin besar kekuatannya.
^^^*Jadi, saat seseorang menjadi iblis itu dia sudah dalam keadaan mati ya. Otomatis Hua Yifeng itu dulunya manusia, tetapi karena kebencian, dendam, dan segala sesuatu yang buruk di dalam hatinya itu yang membuat Hua Yifeng menjadi iblis. Dia sudah mati ketika menjadi manusia, dan kematiannya juga masih misterius.^^^
Mata Hua Yifeng semakin memerah, dan Yi Hua langsung menjauhkan dirinya. Kertas jimatnya yang masih bertebaran di udara perlahan jatuh. Yi Hua tak tahu apa yang Hua Yifeng lakukan, tetapi pria ini bisa memanipulasi udara di sekitar. Bahkan energi magis di kertas jimat pun perlahan menjadi pudar.
Pria ini jelas-jelas tak mempan oleh jimat!
Hua Yifeng semakin mendekat ke arah Yi Hua, "Sejak kapan Yi Hua menyadarinya? Bukankah Yi Hua sangat pandai berpura-pura?" ujar Hua Yifeng dengan senyum di wajahnya.
Yi Hua mengarahkan pedang ke depan mata Hua Yifeng. Akan tetapi, sama seperti yang Yi Hua lakukan sebelumnya, Yi Hua tak bisa menebas Hua Yifeng.
"Meski Anda mengirimkan cangkang manusia yang sangat sempurna, Anda tetap terlihat jelas," ujar Yi Hua dengan tatapan tajamnya.
"Cangkang manusia?"
Yi Hua tampak bingung dengan Hua Yifeng yang seperti bertanya padanya. Bukankah Hua Yifeng mengirimkan boneka-nya, yaitu An si Pengawal Pribadi untuk mengawasi Kerajaan?
"Benar. Tuan An ... Anda membuatnya dengan sangat baik dengan tingkatan kehancuran. Bahkan dia terlihat seperti benar-benar manusia," jawab Yi Hua kali ini.
Akan tetapi, Hua Yifeng menggelengkan kepalanya. "An bukanlah cangkang manusia."
Apa maksudnya?
"Aku hanya bertanya-tanya apakah dia benar-benar cangkang manusia? Jika memang cangkang manusia bisa mencintai seseorang, maka aku tak masalah jika disebut cangkang manusia," ujar Hua Yifeng yang menerbangkan titik-titik putih seperti bintang di langit. Titik putih itu menuju pada Yi Hua hanya untuk membersihkan noda debu yang menempel di pipi Yi Hua.
Di kala itu Yi Hua hanya diam karena takut jika Hua Yifeng akan memberi rasa 'sakit' padanya. Yah, itu adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan oleh iblis kehancuran.
Yi Hua sangat ingat jika An juga pernah mengatakan hal yang sama padanya. Akan tetapi, ...
Ah ... Mungkin cangkang manusia juga bisa mengirimkan ingatan pada Tuannya.
Hanya itu yang bisa Yi Hua pikirkan.
"Mengapa kau berpikir jika An hanyalah boneka yang aku kirim?" Kali ini Hua Yifeng bertanya sambil memperhatikan tangan Yi Hua yang bergetar. Jelas-jelas Yi Hua masih menggenggam pedang di tangannya.
Sebenarnya satu-satunya bukti yang Yi Hua bisa ambil ialah Xiao. Sistem itu tak bisa 'hidup' saat Hua Yifeng berada di dekatnya. Akan tetapi, saat ada An, Xiao baik-baik saja. Bukankah itu berarti An hanyalah 'sebagian' kekuatan yang Hua Yifeng tebarkan?
Namun jelas Yi Hua tak bisa menjawab seperti itu. Ia hanya bisa menjawab dengan sederhana. "Karena Anda jelas tak akan turun tangan sendiri dalam urusan menyamar."
Hua Yifeng menatap Yi Hua dengan serius. "Tapi Yi Hua aku akan turun tangan jika sesuatu yang ku dapatkan sangat menarik."
Menarik katamu?
"Maksud Anda informasi tentang kerajaan? Tak aneh jika Anda 'berjudi' dengan informasi di Gunung Hua," ujar Yi Hua yang ingat jika Hua Yifeng adalah pemilik Gunung Hua.
Di mana Hua Yifeng selalu tahu banyak hal. Bahkan seseorang bisa bertukar untuk mendapatkan semua hal yang diinginkannya. Pasti sangat aneh jika orang yang tak tahu pergi kemana-mana malah tahu banyak hal. Sehingga mungkin Hua Yifeng banyak mengirimkan cangkang-cangkang manusia untuk berbaur di dunia.
"Aku menantikan Yi Hua jika ingin menggulir dadu di sana," balas Hua Yifeng.
Sebentar ... Informasi!
Kemudian, ....
"Jadi, Anda yang merencanakan ini semua?" tanya Yi Hua pada akhirnya.
Percayalah dia ingin bertanya tentang ini sudah dari sekian lama. Sebab, semuanya seperti berawal dari Hua Yifeng yang misterius ini. Bahkan sejak awal ketika masalah-masalah di sekitarnya dihubungkan, maka selalu kembali pada masa lalu kelam Kerajaan Li.
"Bahkan kepingan Lingkaran Mawar juga ditemukan. Apakah selama ini kepingan itu ada di tangan Anda, dan hanya menunggu untuk kelahiran kembali dari Puteri Li Wei?" tanya Yi Hua kali ini.
"Aku hanya bertanya-tanya tentang bagaimana bisa semua kesimpulan itu bisa ada di kepala cantikmu, Yi Hua? Kau tahu ... Biasanya orang lain tak akan berpikir begitu unik seperti dirimu. Kau terlalu banyak menghubung-hubungkan sesuatu. Lagipula, kau sendiri yang meramalkan tentang itu." Hua Yifeng nyatanya terus mendekat ke arah Yi Hua.
Seandainya aku tahu mengapa Yi Hua asli ini meramalkan tentang itu, aku tak akan sebingung ini!
Lebih buruknya lagi Yi Hua tersudut sekarang. Mau tak mau Yi Hua memeluk pedang Li Wei di dadanya. Mungkin Yi Hua lupa seberapa mengerikannya pedang hitam itu. Akan tetapi, Yi Hua hanya bisa melakukan itu karena dia benar-benar tersudut oleh Hua Yifeng. Bahkan Yi Hua sudah merasakan punggungnya menabrak dinding tanah di belakangnya.
"Hey, aku ini pria petarung! Bagaimana bisa kau memperlakukan aku seperti ini?" ujar Yi Hua sambil mengarahkan pukulannya ke wajah Hua Yifeng. Hanya itu yang bisa Yi Hua lakukan untuk melindungi diri.
TUP!
Tangan Hua Yifeng dengan mudah menahan kepalan tangan Yi Hua. Lalu, pria itu lagi-lagi menatap Yi Hua dengan pandangan yang tak sopan. Hal itu membuat Yi Hua tak mengerti, atau memang sudah watak Hua Yifeng yang sebenarnya memiliki jiwa 'biawak' di dalam dirinya.
Hal itu membuat Yi Hua kini mengarahkan kepalanya untuk menyundul Hua Yifeng yang menunduk ke arahnya. Lagipula, dia sama sekali tak berkeinginan untuk disentuh-sentuh oleh seseorang yang mencintai orang lain. Itu adalah apa yang Yi Hua pikirkan.
"Benar. Kau seorang pria. Namun kau memiliki sesuatu yang menarik," ujar Hua Yifeng yang kini menahan kepala Yi Hua.
Menarik katanya ...
Hua Yifeng berbisik di telinga Yi Hua. "Kekuatan besar seperti itu tak bisa bertahan di tubuh kecilmu, Yi Hua."
Pria ini tahu jika Yi Hua memiliki tungku iblis di dalam tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan, s*alan!?" ucap Yi Hua dengan keberanian yang sebenarnya bisa dihitung dengan jari. Akan tetapi, memang pada dasarnya Yi Hua memiliki mulut yang sering mengumpat. Itu membuatnya malah mengeluarkan kalimat yang buruk.
Yi Hua menatap takut pada kepala Hua Yifeng yang menunduk ke arahnya. Jika Hua Yifeng memutuskan untuk menyerap semua energi di tungku iblisnya, Yi Hua mungkin akan mati. Lebih buruknya lagi Yi Hua mulai memiliki dugaan buruk di kepalanya. Apa mungkin pria ini menganggap Yi Hua sebagai lahan kekuatan? Sehingga Hua Yifeng selalu mengikutinya.
KRAT!
Dia menggigit leherku?!
Yi Hua meringis ketika Hua Yifeng menggigit lehernya. Pria ini benar-benar melecehkannya. Hua Yifeng sepertinya sangat senang untuk bermain-main dengannya. Jangan lupa jika pria ini telah banyak membodohi Yi Hua. Bahkan terus berada di sekitarnya.
SRAT!
Mendadak dalam ketakutan itu, Yi Hua terpaku. Entah bayangan siapa yang datang di kepalanya. Akan tetapi, lagi-lagi ia dihadirkan pada situasi yang seharusnya ia ingat. Ia seperti melihat 'Yi Hua' yang duduk sendirian di penjara.
Itu benar.
Itu adalah bayangan ketika Yi Hua dipenjara. Ia sangat ingat ketika ia terbangun dan dirinya dalam penjara sebelumnya. Namun ini bukanlah peristiwa yang ia ingat. Ini adalah apa yang Yi Hua asli lihat.
Kala itu Yi Hua asli tengah ... Menangis ketakutan?
Lalu, ...
TAP!
TAP!
Suara yang familiar dan sesuatu yang sangat ia kenal. Suara langkah kaki dan perak yang berdeting. Kenapa ingatan ini datang padanya? Ini adalah ingatan Yi Hua asli.
Air matanya mengalir ... Harusnya dirinya tahu alasan nyata mengapa Hua Yifeng mengikutinya. Yi Hua asli mungkin memiliki kehidupan yang lebih malang dari yang orang lain tahu. Nyatanya ingatan itu terus datang padanya, terutama ketika Yi Hua asli melihat pedang hitam dengan hiasan aneh di pegangannya.
TAS!!
Yi Hua asli nyatanya dibunuh di dalam penjara. Itu adalah apa yang terjadi sebenarnya. Akan tetapi, karena Yi Hua asli adalah Phoenix, lukanya menutup kembali. Makanya ketika dirinya bangun sebagai Yi Hua, tidak ada luka fisik di dalam tubuhnya.
Akan tetapi, entah bagaimana tubuh Yi Hua asli yang 'kosong' itu malah dimasuki oleh jiwanya. Jika seperti ini ... Maka dirinya benar-benar seperti mencuri tubuh Yi Hua asli. Padahal dengan tungku iblisnya, Yi Hua bisa hidup kembali meski telah mati sekalipun.
GREP!
Ingatan itu berhenti masuk ke kepalanya. Meski ingatan itu tak lagi datang padanya, tetapi semuanya masih tergambar jelas. Hal itu membuat hatinya terasa sakit. Di tengah tangisan itu, Yi Hua bisa merasakan Hua Yifeng yang masih menghisap kulit di lehernya.
Lagipula, jika ada seseorang yang bisa melukai Phoenix dan seorang anak dewa seperti Yi Hua. Maka ...
Tangannya semakin keras menggenggam ganggang pedang yang ternyata masih ada di tangannya. Mungkin Hua Yifeng menganggap dirinya sangat lemah hingga tak takut dengan pedang yang masih ada di tangannya.
Hanya saja ...
Jika memang Hua Yifeng ingin membangkitkan Puteri Li Wei, maka pria ini akan memerlukan kekuatan besar. Pria ini perlu menggabungkan Lingkaran Mawar untuk memenuhi ramalan seperti yang Yi Hua asli sebutkan. Jika Lingkaran Mawar kembali utuh, maka Puteri Li Wei akan bangkit.
"Li Wei tak akan terlahir kembali," ucap Yi Hua dengan cukup keras. Ia tak perduli jika Hua Yifeng mendengarnya.
Apakah karena semua pertentangan yang ia alami akhir-akhir ini. Atau, fakta bahwa Hua Yifeng nyaris seperti pengendali di belakang layar. Mungkin juga pada fakta bahwa Hua Yifeng memperlakukannya seperti mainan. Mungkin dirinya juga sudah muak dengan pencarian dirinya sendiri.
SRAPP!!!
GLUK.
Yi Hua menelan ludahnya dengan air mata yang menggantung di sudut matanya. Bibirnya bergetar terutama ketika melihat mata menyala Hua Yifeng. Pria itu seperti siap untuk membunuh Yi Hua kapan saja. Terutama ketika tangan Hua Yifeng sudah menekan leher Yi Hua. Hanya satu genggaman keras, leher Yi Hua mungkin sudah patah.
Akan tetapi, seperti ingatan yang hadir di ingatannya. Hua Yifeng datang ke penjara tempat Yi Hua asli saat itu.
Apakah kalian masih akan menyebut Yi Hua terlalu berpikir rumit? Atau, Yi Hua terlalu banyak merangkai cerita di dalam kepalanya.
Tidak.
Itu tak rumit. Pria ini benar-benar menginginkan kelahiran kembali dari Puteri Li Wei.
Mata Yi Hua masih berkaca-kaca, tetapi tatapan matanya penuh kemarahan.
"Kau ingin membunuhku? Seperti kau membunuhku di penjara waktu itu?" tantang Yi Hua dengan air mata yang mengalir.
Hua Yifeng tak mengatakan apa-apa. Pria ini masih menggenggam leher kecil Yi Hua dengan satu tangannya. Bahkan Yi Hua masih bisa merasakan sakit di lehernya. Mungkin Hua Yifeng telah meninggalkan bekas gigitan di lehernya.
Menyedihkan! Bagaimana bisa dirinya begitu lemah?
"Lagipula, jika aku menjadi Li Wei ... Maka aku tak ingin lahir kembali," ujar Yi Hua yang tak perduli lagi dengan segala rasionalitas.
Hanya saja ... Mungkin Puteri Li Wei telah memilih jalan yang paling indah dari segalanya.
JLEB!
Tangan Yi Hua dengan cepat mengarahkan pedang hitam itu menuju ke jantung Hua Yifeng. Cengkeraman di leher Yi Hua mulai melemah. Akan tetapi, tatapan pria itu masih tertuju pada Yi Hua.
Yi Hua membelalakkan matanya ketika mendengar suara 'tusukan' di dekatnya. Tangannya bergetar terutama melihat aliran darah hitam yang menghuni tangannya. Lebih buruk dari segalanya adalah pandangan hangat Hua Yifeng yang datang untuknya. Belum lagi dengan aliran darah yang muncul dari sudut bibir Hua Yifeng.
Apa yang telah aku lakukan?
***
*END*
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END --> untuk chapter ini.
***
Selamat membaca
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Mari bertemu di chapter selanjutnya.
Adios~
Kabuuur sebelum dibantai 👋