THE LAST HOBBIT

THE LAST HOBBIT
33 - Keluarga Kerajaan


Ledakan keras membuat Sofia yang berada di dalam istana hijau kaget bukan main. Dirinya sudah gelisah sejak Arslan menjadi tidak sadarkan diri dan sekarang suara ledakan yang seolah sangat dekat itu membuat rasa gelisahnya kian menjadi.


"Bagaimana? Apa dia sudah sadarkan diri?" Sofia berjalan ke tempat di mana Arslan sedang diobati oleh Ratu Rosalia Eleanora dengan sihir penyembuhan yang kuat.


Luka di tubuh Arslan pun perlahan tertutup kembali dan secara bertahap, pemuda itu mulai membuka matanya.


"Kau terluka parah dan tulangmu yang patah belum pulih. Jadi sebaiknya jangan bergerak secara berlebihan," Ratu Rosalia Eleanora buka suara.


Arslan mengernyit, bibirnya bergerak seolah hendak mengatakan sesuatu. Hanya saja dia benar-benar terlalu lelah dan seolah rasa sakit di sekujur tubuhnya sama sekali tidak membiarkannya.


Arslan memejamkan mata dan dia bisa merasakan sihir wanita yang duduk di sampingnya ini mulai terasa hangat saat masuk ke dalam tubuhnya.


"Terima kasih atas bantuanmu," Arslan buka suara. Nadanya pelan dan terkesan datar. Dia tanpa nada berkata, "Apa aku boleh mendapat makanan?"


!!


Sebelumnya Arslan sudah pernah meminta untuk diberi makan dan sekarang ini pemuda setinggi 1,3 meter itu memintanya kembali. Bersamaan dengan hal itu, suara gemuruh aneh terdengar dari dalam perutnya.


Ratu Margareth Silva mengirim beberapa orang untuk mengambil makanan. Tidak butuh waktu lama sampai makanan tersebut datang dengan nampan sajian yang besar.


Meskipun para anggota keluarga kerajaan tidak mengkonsumsi daging, namun secara khusus Ratu Margareth Silva menyiapkan hidangan daging seperti yang Arslan minta. Natur yang juga melihat hidangan itu dibawa tepat di dekatnya pun nampak menelan ludah.


Arslan mencium bau enak dari hidangan itu dan kemudian mulai bangun. Dia memperbaiki posisinya menjadi duduk sambil menahan ringisan dan walau ada tulangnya yang patah, namun itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa lapar yang menyiksanya.


Raja Henry Nelius Sulla II dan para anggota Kerajaan Elmora yang ada di dalam ruangan itu memperhatikan bagaimana Arslan makan dengan lahap. Padahal suara keributan masih terjadi, seolah-olah berada di atap istana hijau ini.


*


*


Secara berangsur-angsur, rasa sakit yang dialami Arslan mulai berkurang. Dia pun sekali lagi menggunakan sihir penyembuhan miliknya dan kini kondisinya menjadi seperti sedia kala. Dirinya berterima kasih karena sudah diberikan makanan.


"Nak, aku ingin tahu siapa namamu dan dari ras mana kau berasal?" Raja Henry Nelius Sulla II buka suara. Dia memang sejak tadi sudah sangat penasaran dengan identitas pemuda setinggi 1,3 meter di hadapannya.


Arslan menatap pria berambut putih di depannya dan kemudian menjawab dengan nada suara yang tenang. Arslan berkata, "Yang Mulia bisa memanggilku Arslan. Aku berasal dari ras Garielnains dan sedang melakukan sebuah perjalanan,"


Raja Henry Nelius Sulla II nampak mengerutkan kening. Dia menatap pemuda di hadapannya dan kemudian bergumam, "Aku sama sekali tidak pernah mendengarkan ada ras dengan nama Garielnains. Kau membuat kejutan yang besar,"


Tidak hanya Raja Henry yang merasa penasaran dengan ras yang disebutkan, tetapi kedua ratu, adik Sofia, bahkan para kesatria sihir yang ada di tempat ini. Mereka bertanya-tanya tentang jenis ras yang disebutkan oleh Arslan dan sepanjang memikirkannya... Tidak ada siapa pun di antara mereka yang pernah mendengar tentang ras Garielnains.


Arslan sendiri nampak fokus pada makanannya sambil mendengar suara-suara pertarungan. Dia yakin bahwa saat ini pertarungan antara Pangeran Edgar Lorillis Sulla dengan Raegon Lugner masih berlangsung.


"............."


Arslan baru akan buka suara ketika sebuah ledakan dan geraman dahsyat terdengar. Karena kejadian itu, dia hendak bergegas untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi saat Raja Henry Nelius Sulla II idak membiarkannya pergi meninggalkan tempat tidurnya.


******