THE LAST HOBBIT

THE LAST HOBBIT
27 - Kesatria Sihir Kerajaan


...'Dia diperlakukan sebagai penjahat dan membalas mereka semua. Dan hal tidak terduga bahwa dia akan mendapat kabar tentang sebuah tindakan sabotase.'...


...*****...


Arslan memperhatikan danau dan pemandangan di sekitarnya. An juga terlihat cukup menikmati pemandangan yang tenang di tempat ini.


"Apa sangat bagus, An?" Arslan buka suara dan makhluk besar di sampingnya yang terus menatap di kejauhan tanpa mengatakan apa pun.


Arslan cukup lama terdiam dan berujar tanpa nada, "........ Kupikir kita akan pergi,"


"Pergi... An..."


"Mn, bersama denganmu. Hanya kau dan aku. Kau mau ikut denganku, kan?"


"Arslan.... An..."


Arslan menarik napas dan berkata, "Ada sebuah tempat yang ingin kukunjungi. Dan aku rasa di tempat itu... Kau bisa menemukan salah satu anggota ras-mu."


"An.... Ikut..."


"Tentu, hanya kau dan aku."


"Sofia... An..."


"Tidak dengan Sofia, juga tidak dengan Natur. Mereka memiliki kehidupan yang berbeda dengan kita," Arslan baru akan bicara kembali ketika ia mendengar suara langkah kaki.


Saat menoleh, Arslan mengerutkan kening kala delapan orang prajurit kesatria sihir kerajaan menghampirinya. Dia tentu saja merasa heran, apalagi ekspresi wajah orang-orang ini nampak tidak bersahabat.


!?


Para kesatria sihir kerajaan ini mengelilinginya dan An. Salah satu kesatria sihir buka suara, "Kalian diminta untuk menghadap Yang Mulia Raja."


Arslan memperhatikan para kesatria sihir kerajaan di sekitarnya dan kemudian berkata, "Jika Yang Mulia Raja meminta kami menghadapnya, lantas mengapa cara kalian terlihat seperti sedang mencegat penjahat?"


"Tidak perlu banyak bertanya, cepat jalan!"


Arslan tersentak saat para kesatria sihir kerajaan di hadapannya menghunuskan tongkat sihir mereka. Dia pun menatap An dan tahu bahwa makhluk besar itu bisa merasakan permusuhan dari orang-orang ini.


"Arslan..."


"Ayo An, kita ikuti saja mereka." Arslan berujar tanpa nada dan kemudian berjalan. Dua orang kesatria sihir kerajaan berjalan di kedua sisinya dan tanpa ragu memegang bahunya dengan cukup keras. Perlakuan kasar ini saja sudah menjadi bukti tentang apa yang akan dia alami selanjutnya.


"Istana Kerajaan Elmora benar-benar luas dan indah, bukankah begitu?" Arslan buka suara di saat dirinya terus didesak agar lebih cepat berjalan.


"Kalian tidak boleh kasar pada An, dia masih muda." Arslan bicara kembali dan salah satu kesatria sihir kerajaan membentak.


"Tidak perlu banyak bicara. Kau jalan saja!"


"Berani sekali kau menyebut nama Tuan Putri, kau benar-benar akan mendapatkan hukuman yang berat."


".............." Arslan akhirnya bisa memastikan dengan jelas bahwa dia dibawa ke Istana Elmora bukan untuk mendapatkan jamuan selayaknya tamu terhormat, tetapi sebagai penjahat.


"Kalian membuat kesalahan," Arslan buka suara. Dia berujar tanpa nada, "Aku ingin bicara dengan Sofia."


"Kau akan bicara dengannya di hari penghakiman untukmu dimulai,"


Arslan memperhatikan sekitarnya dan tahu bahwa dia dibawa ke sebuah ruangan bawah tanah. Dirinya pun dengan tenang berkata, "Bagaimana kalian bisa menghukum seseorang yang tidak melakukan kesalahan? Kalian seharusnya berterima kasih karena Sofia kini kembali,"


"Sudah, cepat jalan."


"Jangan mendorong atau aku akan marah,"


"Banyak bicara lagi, aku akan mengubahmu menjadi katak!"


Arslan baru akan membalas saat mendengar sebuah seruan yang memanggil namanya. Dia pun langsung menoleh dan menemukan bahwa Natur ada di dalam sebuah penjara.


"Arslan..! Arslan..!"


"........ Kurasa kau sudah melihat kemegahan dari istana Kerajaan Elmora," Arslan berujar dan membuat Natur tersentak.


"Bagaimana bisa kau dapat setenang ini?!" Natur memegang jeruji di depannya dan berkata, "Aku merasa ada yang salah. Kita harus menemukan Sofia,"


"Hmph, bukankah ini lebih menyakinkan jika Sofia yang memerintahkan mereka? Gadis itu mungkin sedang membalaskan dendamnya,"


"Tidak, Arslan. Aku rasa Sofia tidak mungkin orang yang akan bertindak seperti itu. Kau harus bisa melepaskan diri dari sini..!" Natur berseru saat Arslan kembali didorong dan hendak dimasukkan ke dalam sel tahanan yang lain.


Tangan Arslan terkepal kuat dan dia pun segera menendang bagian bawah seorang penjaga yang memegang bahunya. Arslan lantas mengucapkan mantra sihir yang dapat mengalirkan petir dan membuat para kesatria sihir di dekatnya terjatuh.


"Bukankah sudah kubilang, kalian jangan membuatku marah." Arslan mengambil belati miliknya dan kemudian mematahkan sihir yang membuka pintu sel tempat Natur ditahan.


"Arslan, bagaimana kau bisa melakukannya?" Natur tidak menyangka. Dia benar-benar selalu mendapatkan kejutan setiap kali bersama dengan Arslan.


"Entahlah, kupikir... Karena aku lebih tua dari mereka semua. Ayo pergi," Arslan berlari. Ucapannya membuat Natur tersentak dan berkedip. Sama sekali tidak mengerti maksud perkataan temannya ini.


"Kita sebaiknya langsung pergi dari tempat ini," Arslan menyampaikan pendapat, namun Natur tidak setuju.


Remaja berambut pirang itu berkata, "Kita temukan Sofia lebih dahulu. Aku sebelumnya mendengar bahwa akan ada sabotase dan itu perbuatan pimpinan prajurit di tempat ini. Mereka... sepertinya ingin menggulingkan kekuasaan Raja Henry."


!!!


******