TAWANAN CEO AROGAN

TAWANAN CEO AROGAN
Hari Bahagia


"Terima kasih, karena kehadiranmu aku bisa tahu bagaimana perasaan Dave padaku. Awalnya aku sudah berniat mau mengakhiri pernikahan kami karena, Dave tidak mencintaiku. Tapi setelah kejadian seminggu yang lalu, aku dan Nenek hampir di culik. Untung saja Dave dan Alpha datang jadi kami tidak jadi di culik. Disaat itu Dave mengungkapkan perasaannya padaku dan dia juga semakin posesive saat tahu kalau aku sedang hamil. Dia bahkan sampai mabuk frustasi karena aku terus menolak cintanya." jawab Keinara menjelaskan panjang lebar dengan suara lembut.


"Oh ya, aku tidak mau berteman denganmu." ucap Keinara menambahkan, dengan wajah cemberut.


"Aku sudah tahu, bu Keinara pasti akan menolaknya. Tidak masalah, bu, aku juga sadar diri. Selamat ya karena sebentar lagi, ibu akan menjadi seorang ibu yang sesungguhnya." ucap Jovanka menundukkan wajahnya, ia merasa sedih karena Keinara tidak mau berteman dengannya.


"Tapi aku mau kamu menjadi adik Perempuanku karena aku tidak memiliki adik perempuan, aku hanya punya adik laki-laki yang sekarang sedang melanjutkan studinya di Amerika. Dari kecil aku ingin sekali punya adik perempuan. Kamu mau bukan menjadi adik Perempuanku?" tanya Keinara tersenyum lebar dengan tatapan mata berbinar senang.


Jovanka mengangkat kepalanya, tidak menyangka kalau seorang Keinara Ceo Lexie Group memintanya untuk menjadi adik perempuannya.


"Aku tidak salah dengar, bu Keinara?" tanya Jovanka seakan tidak percaya.


"Kamu tidak salah dengar, bagaimana? Kamu mau tidak?" tanya Keinara lagi menyakinkan Jovanka dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


"Aku mau, bu. Tapi apa tidak malu punya adik sepertiku?" tanya Jovanka ragu, ia kembali bertanya.


"Aku sangat senang sekali, aku tidak malu punya adik sepertimu Jovanka. Mulai sekarang kita adalah adik dan kakak. Dan jangan panggil aku ibu lagi, cukup panggil kakak. Satu lagi, laki-laki yang tadi di depan. Dia adalah asisten pribadiku dan sepertinya dia tertarik denganmu. Aku mau menjodohkanmu dengan dia, kamu mau bukan?" tanya Keinara menawarkan solusi.


"Uhuk...uhuukk... uhuukkk... kakak bicara apa sih? nggak mau ah, di jodoh-jodohkan." ucap Jovanka menolak, ia sampai tersedak mendengar pertanyaan dari Keinara tadi.


"Yakin nggak mau? Nanti nyesel lho. Jonathan itu laki-laki yang sangat baik dan belum ada wanita yang berhasil mengambil hatinya sampai saat ini. Aku sangat mengenal siapa Jonathan. Dia tipe laki-laki yang sulit jatuh cinta, makanya aku mau menjodohkanmu dengan dia. Dari caranya memandangmu tadi, sepertinya dia menyukaimu. Tidak usah jawab sekarang kamu pikirkan saja dulu ucapan kakak ini. Sekarang kita keluar yuk, nanti Dave malah menggoda wanita lain kalau kita lama di sini." ucap Keinara tersenyum bahagia.


Jovanka pun menurut dan mereka menghampiri Dave yang sedang menyapa tamu yang lainnya.


Acara puncak pun di mulai, Dave naik ke atas panggung setelah MC memanggilnya untuk naik ke atas panggung.


"Baiklah untuk semua tamu undangan yang hadir, kita akan memulai acaranya. Untuk pak Dave selaku Ceo Salendra Corp silahkan beri kata sambutannya, pak." ucap MC mempersilahkan Dave dengan ramah.


"Terima kasih, saya ucapkan kepada keluarga dan tamu undangan yang hadir di sini. Sebagian dari kalian pasti bertanya-tanya pesta apa ini. Ok, akan saya jelaskan sedikit." sapa Dave membuka suaranya di depan para tamu undangan yang hadir di pesta pernikahannya.


"Pesta ini dibuat untuk merayakan kerja sama Salendra Corp dengan Lexie Group yang sudah terjalin hampir dua setengah bulan lamanya. Akan tetapi pesta ini dibuat bukan hanya untuk itu saja, di sini saya akan memperkenalkan seorang wanita cantik yang sangat saya cintai. Dia adalah istri saya, kami menikah sudah tiga bulan kalian semua pasti penasaran bukan, siapa wanita yang menjadi istri saya? Baiklah saya akan langsung panggilkan saja. Sayang, silahkan naik ke atas panggung." ucap Dave tersenyum kepada Keinara yang melangkah anggun berjalan menghampirinya.


"Ah, siapa sih wanita itu yang sudah merebut Dave dariku? Dia pasti wanita yang hanya mau memanfaatkan Dave saja." ucap salah satu tamu undangan yang ternyata karyawan di perusahaan mereka yang mengagumi ketampanan Dave.


"Iya, benar aku juga berpikiran seperti itu. Pasti wanita itu sudah menjebak, Dave dan memaksanya untuk menikahi dia. Aku tidak terima kita harus membuat petisi agar, Dave menceraikannya." ucap beberapa obrolan-obrolan dari kalangan wanita yang mengagumi sosok Dave.


Keinara naik di atas panggung di mana Dave sudah menunggunya. Setelah dia sampai di atas Dave langsung merangkul pinggangnya dengan mesra. Suara tepuk tangan terdengar sangat bergemuruh menggema di ruangan itu.


Tapi sebagian membulatkan mata mereka, karena yang menjadi istri Dave bukanlah wanita sembarangan melainkan Ceo dari Lexie Group.


"Mungkin sebagian tamu di sini sudah mengenal wanita cantik yang sekarang berdiri di sampingku. Jadi, saya tidak perlu memberitahu siapa namanya. Dialah wanita yang berhasil mengubah pandanganku terhadap seorang wanita, dia sudah mengubah duniaku. Dimana aku selalu memikirkannya setiap saat, sayang I Love U." ucap Dave mengecup kening Keinara cukup lama.


"I Love U So Much Too My Husband." jawab Keinara tidak bisa berkata banyak, ia hanya tersenyum bahagia.


Kabar pengumuman tentang Dave yang mengakui Keinara sebagai istrinya begitu cepat tersebar luas karena acara itu diadakan secara live.


Sementara itu di tempat lain, seorang wanita mengepalkan tangannya.


"Tidak! Ini tidak mungkin, Dave hanya milikku! Ini tidak boleh terjadi, aku harus melakukan sesuatu. Tidak ada seorang wanita mana pun yang boleh memiliki, Dave kecuali aku!" gumam wanita yang bernama Ayyasha, ia bergegas mengambil kunci mobilnya di atas nakas dan segera bergegas keluar dari rumahnya dan pergi ke acara pesta pernikahan Dave dan Keinara. Entah apa yang mau dia lakukan di sana.


Di lokasi pesta, Dave juga memberikan kejutan kepada Keinara. Dave memanggil seseorang yang membuat dahi Keinara berkerut.


"Sayang, kejutan apa sih yang mau kamu berikan?" tanya Keinara penasaran.


"Sebentar lagi juga kamu akan tahu." jawab Dave santai.


Keinara memanyunkan bibirnya membuat Dave jadi selalu gagal fokus.


"Sayang, bibirnya jangan seperti itu dong. Kamu membuatku ingin mencicipinya saja, nanti saja di rumah buat seperti itu ya? Jangan, di sini karena aku tidak yakin bisa menahannya untuk tidak menerkammu di sini." ucap Dave terkekeh bergurau menggoda Keinara yang semakin membulatkan matanya lebar menatap Dave.