
Umah pun panik lalu menelpon abah Yang masih dalam perjalanan pulang sambil menangis
" Assalamualaikum abah.... sudah sampai di mana ? " kata umah sambil terisak
" Ini sudah dekat , Ada apa umah " kata abah kaget Dan di tatap Afnan Karna mendengar suara Kakak iparnya terisak.
" Menantu kita abah dia ......" kata umah terisak nyaring
" Umah yang tenang ya sebentar lagi abah sampai " kata abah menenangkan umah
" Iya abah " kata umah lalu menutup ponselnya Dan menangis sambil mengusap usap tangan Yuna
" Kenapa lagi dengan mu nak " kata umah yang terisak khawatir .
Sedangkan Afnan mempercepat mobilnya Agar bisa cepat sampai rumah
" Apa itu terjadi lagi man , bukannya Yuna tak kemana mana cuma dirumah kan " kata ustad Sofyan
" Iya bah , tapi umah bilang begitu " kata ustad Rahman .
" Lailah Ailalah muhamad dar rasullulah " kata abah Sofyan Yang lalu membuang nafas kasar . Sedangkan Amar Adim Imran dan Ustad Hadi hanya diam mendengarkan
" Apa dia sengaja di nganggu abah " kata Amar menatap abahnya
" Entah lah nak, abah tak belajar tentang itu hanya para ulama dan mereka yang alim bisa mengerti dan masuk alam gaib . Tak mudah untuk melakukannya. oh ya man Kapan Malik pulang ?" tanya ustad Sofyan
" Mungkin beberapa hari lagi. bah " kata ustad Rahman .
" Bagus lah suruh dia mengunci rapat raga istrinya agar Yuna tak kenapa napa. Aku hanya takut dia tak bisa kembali lagi " kata Ustad Sofyan .
" Ya bah insyallah nanti Rahman beri tahukan pada Malik " kata ustad Rahman
Dan tak lama mereka pun sampai Setelah memarkirkan mobil Mereka pun bergegas menuju rumah ustad Rahman.
" Assalamualaikum umah " kata abah
" Walaikum salam " kata umah yang lalu bergegas membuka pintu
" Abah ....." kata umah .
" Ayo dimana Yuna "kata abah masuk yang diikuti Ustad Sofyan dan yang lain nya .
" Dikamar abah " kata umah.
Abah dan yang lain pun lalu menuju kamar Malik Di sana Yuna masih terbaring dengan rukuh nya tak bergerak .sedikitpun
Yang terlihat tenang seperti orang tidur
Lalu abah Sofyan pun mengecek kondisi tubuhnya .
" Dia baik baik saja " kata abah sofyan
" Seperti nya kejadian nya habis sholat ashar abah " kata umah yang masih dengan mata sembab.
" Rahman kita biar kan dulu sampai 3 hari kalo Yuna tak kembali terpaksa kita suruh Malik untuk menjemputnya paksa " kata abah Sofyan
" Ya abah " kata ustad Rahman
" Apa ini sudah sering terjadi abah " kata Hadi bertanya .
" Ini yang keempat kali bang , pernah juga kejadian didepan masjid abah sampai abah diserang " kata Amar
" Inalilahi , apa ini tak membahayakan nya abah " tanya Hadi menatap abahnya
" Tidak kalo ia bisa melindungi diri dan tak tersesat . Tapi kalo dia lemah maka raganya akan diisi mahluk halus dan roh kasat mata lain " kata ustad sofyan.
" Inalilahi ....itu sangat mengerikan abah , tapi kalo Yuna bisa kembali setelah kejadian itu berarti dia baik baik saja kan " kata Amar .
" Iya tapi entah lah kali ini " kata abah yang merasa kan hawa berbeda .Hawa panas yang kuat membuat ustad Sofyan ragu itu Yuna atau bukan Karna sangat sulit membedakan roh manusia dan roh jin
Sedangkan Yuna sedang duduk bersila sambil berzikir mengobati luka khodamnya yang sempat kena serangan mahluk hitam berbulu.
"'Sudah " kata Yuna
" Terimakasih nona " kata Khodam Yuna
" Sama sama istirahat lah " kata Yuna Yang lalu duduk tenang diatas sajadahnya . Dan khodam nya kembali masuk ke bahunya kanannya.
" Terimakasih ya Allah kau berikan malaikat penjaga mu yang sholeh " kata Yuna disela doanya. Lalu setelah itu melipat sajadahnya dan naik ketempat tidur untuk istirahat...
Tiga hari berlalu........
" Ini baru pertama kalinya aku melihat para jin menikah Yun " kata Alea .
" Kau pikir aku tidak Al ini juga yang pertama kalinya aku melihat " kata Yuna yang duduk bersama Alea Helen dan Laras sambil melihat para penari ala ala arabic
Sedangkan di rumah umah Malik yang baru sampai di jemput dari bandara Kaget melihat istrinya itu diam tak bergerak .
" Maaf kan kami nak , kami lengah menjaganya " kata umah lirih
" Bukan salah umah dan abah Tapi Malik sendiri yang tak bisa menjaga istri Malik " kata Malik sambil memegang tangan yuna dengan rasa sedih
" Apa Yang harus kita lakukan nak " kata abah. Yang lalu memegang bahu Malik .
" Biar kan Malik menjaganya abah nanti Malik coba untuk mencarinya ." kata Malik Yang ingin memanggil sang kakek.
" Ya sudah kami keluar dulu " kata umah.
" Umah yang di kotak biru itu oleh oleh untuk umah beri paman juga ya Malik akan menemani Yuna sebentar " kata Malik ketika umah nya hendak keluar kamar
" Ya nak " kata umah sambil menutup pintu kamar
Malik pun membaca doa lalu meniupkan di kepala Yuna Dan mengecup kening istrinya .
" Maafkan abi terlalu lama mengabaikan mu " kata Malik yang membuka rukuh Yuna yang tiga hari ini belum dilepas umah. agar Yuna merasa hangat.
" Kenapa wangi " kata Malik mencium bau wangi disekitar hidungnya Yang membuat Malik memeriksa sekitar tubuh Yuna.
Sedang kan di tempat lain Yuna sedang bercanda dan tertawa bersama sambil merebut bunga pemberian pengantin dan juga kepingan emas yang dibagikan cuma cuma
" Ye ..... dapat banyak " kata Laras senang ketika mendapat setengah kantung .
" Aku juga " kata Alea yang mang acaranya bertabur emas dengan bunga bunga .cantik
.
" Hei ..... aku dapat banyak " kata Yuna memamerkan kantung kain nya yang berisi hampir penuh .
" Kak Yuna nih kami juga dapat banyak ini buat kak Yuna saja " kata Azizah dan Alif yang memberikan dua kantung kain untuk Yuna
" Wah benaran ..... kak Yuna dapat banyak nih bisa buat beli Mercedez ben ini .." kata Yuna senang karna mereka memberi kan semuanya pada Yuna Yang langsung memeluk tiga kantung emas itu
" Wah anak pintar ya , bisa mengumpul kan nya sampai banyak " kata seorang kakek tua mengusap kepala Yuna yang tertutup hijab .
" Iya kek rezeki Yuna " kata Yuna tersenyum Lalu bergegas pergi untuk menyimpan nya dikamar. . Karna bisa ia bawa pulang. Lalu kembali lagi ketaman untuk melihat acara selanjut nya
Pesta sangat meriah dan juga dihadiri beberapa ulama dunia yang datang menghadiri undangan sedangkan kaum saranjana berpesta pora dihalaman istana berbagi rezeki kepingan emas.
Hampir jam sepuluh malam acara masih ramai.. Alea sudah pamit pulang karna lelah karna besok mereka akan datang lagi. Karna acaranya 3 hari 3 malam .Sedang Yuna kembali kekamarnya untuk istirahat.
" Ya Allah capek banget padahal cuma berkeliling taman . Ah istirahat dulu besok aku akan pulang Setelah subuhan " kata Yuna berbaring diranjang nya. Berdoa dan lalu memejamkan matanya .
Sedang kan dikamar Malik Malik baru saja selesai sholat tahajud .Dan lalu duduk berzikir dan berdoa. Juga untuk Yuna sang istri. Setelah selesai sholat Malik kembali berbaring menyelimuti dirinya dan tubuh Yuna. Dan tidur sebentar Dan ketika suara Adzan subuh terdengar Malik pun bangun dan masuk kamar mandi untuk berwudhu dan berangkat ke masjid
" Abi kemasjid dulu ya " kata Malik yang mencium kening Yuna .Sedang Yuna kembali pulang sambil membawa tiga kantung oleh oleh koin emas yang ia dapat tadi malam.
Ting .....
" Alhamdulilah " kata Yuna yang lalu memasuki raganya Lalu menaruh kantung emasnya kedalam lemari Malik .
" Alhamdulilah banyak sekali " kata Yuna senang karna kini tampa bekerja pun ia bisa menghasilkan uang .
"' Tapi aku masih ngantuk ya " kata Yuna Yang tadi malam tidur tengah malam. Lalu menyelimuti dirinya . Namun matanya tertuju pada tas ransel di.pojok .
" Apa abi sudah pulang " kata Yuna kaget Lalu melihat isi tas yang berisi pakaian Malik
" Astaga " kata Yuna menepuk jidatnya sambil melihat kalender di kamarnya. Lalu kembali naik keatas tempat tidur .pura pura tidur Bersamaan dengan Malik masuk ke kamar . Dan mengunci pintu
Malik meletak kan kopiahnya diatas bufet lalu naik keatas ranjang sambil menarik selimut Untuk tidur sebentar sebelum sholat dhuha. Dan lalu mencium kening Yuna.
" Bukan nya tadi ......"
Cup ....
" Abi..... "' kata Yuna pelan
Yang membuat mata Malik terbelalak Melihat Yuna tersenyum manis mencium pipinya barusan
" Kau......" kata Malik