
Selesai sholat Malik langsung pulang Namun ia merasa ada orang yang mengikutinya
Deg
" Siapa mereka ?" kata Malik yang hanya melirik sekilas. Dua orang pria mengikutinya
Dan Malik pun pura pura berhenti ketika Dua pria itu mendekatinya
" Serahin dompet lho " kata salah satu pria itu mengacungkan pisau pada Malik . Malik pun dengan tenang lalu mengambil dompet di celana.
Dua orang itu pun tersenyum dan saling pandang. Namun .....
Bug ......
Salah satu pria pun terhuyung kebelakang. Sedangkan Malik memasuk kembali sakunya ke celananya .
" Ayo maju " kata Malik memain tangan nya.
Kedua pria itu pun langsung menyerang Malik dan Malik meladeninya dengan santai. Dan dua pria itu pun menyerang dengan brutal .Namun Malik tetap meladeni setiap serangan kedua pria itu.
Sedang kan tak jauh dari jalan dua pria mahluk kasat mata sedang melongo Melihat Malik meladeni dua preman kampung
" Wow keren selain ustad bisa ciat ciat juga tuh sih Malik." kata Burhan.
" Apaan sih han silat kali bukan ciat ciat han " kata Aldi
" Ya itu maksudku " kata Burhan Yang mata nya tak berkedip menatap perkelahian dua lawan satu itu
Sret.........
Pisau pun menggores lengan Malik Namun tetap membuat Malik tetap tenang sampai kedua pria itu kewalahan terjungkal ketanah .
" Ayo bangun " kata Malik.
" Kedua pria itu pun bangun dan lari terbirit birit meninggalkan Malik. Dan hanya Lima belas menit saja ia meladeni dua pemuda itu..
" Astagfirullah anak jaman sekarang pengen nya nyari jalan pintas . Apa mereka ngak takut dosa " kata Malik melihat tangannya yang tergores pisau sedikit . Lalu kembali melangkah pulang .
" Yah lari mereka. " Kata Burhan.
" Ya iyalah mana mampu mereka ngalahin .Ayo pulang " kata Aldi . Yang ikut melangkah bersama Burhan dengan jarak Sekitar 4 meteran..
" Assalamualaikum " kata Malik mengucapkan salam .Ketika sudah sampai di teras rumah
" Walaikum salam " jawab Yuna yang menyapu teras . Lalu menoleh pada Malik .
" Astaga abi.... itu tangan abi kenapa kok berdarah ?" kata Yuna Kaget melepaskan sapu di dekat pagar lalu mendekati Malik .
" Ngak pa pa ini tadi tergores " jawab Malik santai.
" Aish ngak papa gimana ayo masuk " kata Yuna menyeret Malik masuk dan menyuruh nya duduk dikursi tamu lalu bergegas mengambil kotak obat dikamar Alea.
Burhan yang masuk bersama Aldi pun
langsung ikut duduk di sofa . Dan melihat Yuna yang mengobati Malik.
"Yun tadi dia diserang preman " kata Aldi
Yuna menoleh lalu mengedipkan satu mata. nya Lalu kembali mengobati Malik.
" Sejak kapan Istri abi main mata sama lelaki lain " kata Malik.
" Hah......" kata Yuna kaget. Lalu menatap wajah Malik
Membuat Aldi dan Burhan saling tatap dan lalu melihat Kearah Malik dan Yuna
" Apa dia melihat kita " bisik Aldi pelan
" Mana kutahu " kata Burhan.
" Trus dia bilang istri abi " kata Aldi yang kembali berbisik.
" Hah...... apa Yuna istrinya " kata Burhan
Sedang asyik berbisik tiba tiba Alea muncul di ruang tahu
" ****..... ayo sarapan duluan " kata Alea berbicara bahasa mulut memanggil Aldi dan Burhan
" Yuk.... " kata Aldi beranjak dari sofa diikuti Burhan..
Dan Malik hanya melihat dua Mahluk itu dengan ujung ekor matanya.
" Emang premannya mau ngapain abang " tanya Yuna . Ketika sudah selesai mengobati Luka sayat Malik.
" Mau malak abi " jawab Malik pelan Sambil menatap lekat wajah Yuna.
Yang membuat Yuna tertunduk malu Karna ditatap teman masa kecilnya itu.
" Lusa abi pulang ke kairo " kata Malik.
" Apa abi mau Yuna ambil kan sarapan kita makan disini saja " tawar Yuna
" Boleh...." kata Malik Yang senang Yuna memperhatikannya. Andai tak karna perkerjaan Malik mungkin ingin tinggal lebih lama .Agar bisa dekat dengan istrinya itu.
" Ya sudah tunggu Yuna ambil kan " kata Yuna yang lalu membawa kotak obat masuk kedalam .
Setelah menaruh kota obat Yuna pun langsung menuju meja makan. Disana sudah ada keempat temannya sedang makan bersama.
" Yun..... benaran kamu istrinya ustad Malik " kata Burhan penasaran
" Hah.......istri......" kata Meri dan Alea kaget.
" Aku ngak tahu mungkin ustad Malik bercanda " kata Yuna sambil mengambil piring dan lalu mengisi nya
" Trus tadi dia bilang mengedipkan mata emang dia bisa lihat kita Yun" kata Burhan penasaran.
" Itu..... aku ngak tahu. Ustad ngak bilang apa apa " kata Yuna
" Apa ....jadi dia bisa melihat Aldi dan Burhan Yun " kata Alea.
" Aku ngak tahu Al aku belum nanya juga " kata Yuna bingung
" Nah lho... jangan jangan ustad memang bisa lihat Yun . Tapi beliau pura pura ngak lihat ." kata Meri . Yang membuat Burhan dan Aldi juga Alea saling pandang.
"Bisa jadi tuh " kata Alea.
" Tahu ah aku makan diluar ya " kata Yuna yang membawa dua piring nasi lengkap dengan lauk pauknya dan 2 gelas teh hangat .
" Ya Yun " kata Alea.
" Emang lukanya sayat nya parah han " kata Meri.
" Ngak tahu tanya Yuna aja tapi keren rupanya ustad bisa silat " kata Burhan.
" Iya lah , kan ustad masa ngak bisa silat buat jagain santrinya lah " kata Alea.
" Iyalah .kan biasanya memang harus gitu " kata Aldi
Sedangkan Yuna dan ustad Malik sedang asyik makan berdua.
" Abi jadi mau pulang kerumah siang ini
Biar bawa motor Yuna aja " kata Yuna
" Trus Yuna pulang nya make apa " kata Malik.
" Kan bisa naik taxi sama Meri ..Lagian Lusa Yuna baru pulang bi " kata Yuna.
" Baiklah nanti abi bawa motor saja " kata Malik . Sambil menatap sekilas wajah Yuna Yang asyik menikmati makan nya .
Keduanya pun terdiam sampai Meri datang
mendekati keduanya.
" Ustad ustad ngak papa kan " kata Meri Yang duduk didepan Malik .
" Woi...... woi...... laki orang woi.... kata Burhan yang muncul bersama Aldi Yang lansung duduk di sofa tak jauh dari Yuna dan Malik .
" Ih......" kata Meri mendelik kan mata nya melihat Aldi dan Burhan
" Ngak juga cuma luka gores kok " kata Malik
" Ih.... kepo lho Meri ngak nyampe ke jantung kok cuma di lengan doang " kata Yuna.
" Cie..... cie..... cemburu orang gue nanya doang . Ngak usah muna Yun Pasti lho juga ada hati kan sama ustad " kata Meri memain kan kedua alisnya . Yang membuat wajah Yuna langsung berubah merona di goda Meri.
Hahaha............
Aldi dan Burhan pun tergelak Melihat Meri yang mengoda Yuna .Sedangkan ustad Malik hanya tersenyum..
" Apaan sih ..... mana ada " kata Yuna.
" Ya sudah ngak sewot juga kan orang gue nanya doang ya ngak ustad..." kata Meri.
" Ya " kata Malik tersenyum Menatap wajah Yuna yang seperti tomat matang itu.
" Ustad jadi pulang ke kairo ngak ... wah jadi lama dong kita ngak ketemu lagi. Pasti di sana cewek cewek nya cantik ya ustad " kata Meri.
" Ngak juga sama saja kok " jawab Malik.
" Tapi kata .......eh yang bilang Yuna istri ustad tadi siapa ya ?" kata Meri diam berpikir..
" Ih....apaan sih Meri......" kata Yuna
*** Maaf baru update lagi kemaren lagi sakit ya reader . Trimakasih sudah setia menunggu
.