
Sedangkan di rumah ustad Rahman Yuna baru saja selesai membereskan koper nya dan pelengkapan yang akan dibawa besok . Setelah itu Malik pun masuk kekamar .
" Lho kok belum tidur sayang " kata Malik yang baru pulang dari masjid Karna tadi sempat ngobrol dulu bersama abah dan pengurus masjid
" Baru mau bi " kata Yuna yang lalu kekamar mandi Untuk mencuci tangan dan kaki nya dan juga berwudhu Lalu kembali naik keatas ranjang .dan berbaring
Malik tersenyum melihat tingkah istrinya itu .Yuna memang bukan anak pondok seperti kebanyakan para tetangga nya dilingkungan .Tapi sikap dan kebiasaan nya masih kental dengan islami .Karna Yuna masih mau pergi pengajian. Dan juga masih berpegang pada sunah rasul dan nasehat para guru dan ulama
" Apa dinda lelah " kata Malik Yang ikut berbaring disebelah Yuna
" Ya bi " kata Yuna memejamkan matannya .
"' Ya sudah tidur lah " Kata Malik mencium kening Yuna Dan menarik tubuh istrinya dalam dekapannya. Dan terbang bersama ke alam mimpi
Dini hari lamat lamat terdengar suara pujian dan shalawat di masjid Malik pun bangun dan masuk kamar mandi lalu membersihkan diri dan berwudhu.
"' Sayang sudah subuh " kata Malik mencium pipi istrinya Dan lalu mengambil kopiah untuk berangkat kemasjid sebelum adzan .
Yuna pun terbangun lalu duduk sebentar mengumpulkan nyawanya
" Sholat fajar dulu ah baru subuhan dan beli lontong saja sama nasi kuning biar ngak repot " kata Yuna Yang lalu sholat sunat lebih dulu dan berzikir sambil menunggu adzan subuh. Selesai sholat Yuna pun keluar kamar .Dan melihat umah yang ingin kedapur .
" Umah ngak usah masak Yuna mau beli lontong dan nasi kuning .Umah mau lauk apa " tanya Yuna pelan
" Aku mau de pake ikan gabus masak merah ya dan telur " kata Umi Farhan
Yang lebih dulu menyahuti Yuna
" Ya kak " kata Yuna.
" Umah apa saja nak seadanya yang ada disana Dan buat abi juga sama " kata umah tersenyum Karna memang badan nya sedikit lelah Sehabis beres beres tadi malam Dan untung nya menantunya itu slalu pengertian di saat yang tepat.
Yuna pun lalu menuju ke warung hajjah Romlah berjalan kaki Dan warung masih terlihat sepi .Jadi Yuna bisa memilih menu karna masih komplit
" Assalamualaikum uwa , Yuna mau beli nih " kata Yuna mendekati meja..
" Walaikum salam nak Masyaallah kok pagi amat nak , ayo silakan pilih nak yuna pelanggan pertama uwa ini " kata wanita patuh baya itu tersenyum
" Nasi kuning 10 uwa trus lontong nya 20 lauknya di pisah ya uwa .Ini yang gabus masak merah 15 iris dan telur 10 biji sama ayam nya 10 " kata Yuna
" Masih ada tamu nak , apa umi Farhan belum pulang " kata uma sambil membungkus pesanan Yuna yang duduk disamping nya
" Sudah pulang uwa tinggal umi Farhan sekeluarga rencana sore ini kita berangkat sama sama pulang sampai Jakarta " kata Yuna .
" Oh begitu ya , mudahan selamat sampai tujuan ya nak , salam buat umah dan abah " kata uwa tersenyum
" Ya uwa nanti Yuna sampaikan " kata Yuna tersenyum dan lalu berdiri untuk mengambil kue basah untuk tambahan
di rumah . Karna memang Yuna menyukai kue bika khas banjar itu.
" Wah tumben penganten baru sudah nongkrong disini " kata Faridah melihat Yuna .
" Ya lagi beli makanan dah Apa kabar ? " kata Yuna tersenyum pada teman sepermainan masa kecil nya dulu.
Deg...
Yuna hanya tersenyum tipis melirik
Faridah . Yuna bukan tidak tahu siapa Faridah yang anak orang berada Dan juga berilmu . Tempo hari ketika bersama Malik ia hanya diam .Tak ingin mencari masalah Tapi melihat Faridah bersikap begitu hatinya serasa panas meradang
" Apa menurut mu kau lebih pantas bersanding dengan nya dah .Aku slama ini tak pernah merasa sombong karna memang orang miskin dan anak yatim " kata Yuna merendah
" Cih ..... kau sengaja mendekati umah kan mencari muka biar Malik mau dengan mu " kata Faridah .
" Astagfirullah aladzim kau slalu saja berprasangka buruk dengan ku . Dulu saja kau slalu mencari perhatian ustad . Tapi bukti nya Kau tak bisa mengikatnya menjadi milik mu " kata Yuna menyindir
" Aku tak seperti diri mu Yang genit baru pake jilbab setelah menikah mana tahu mengaji dan jual tampang " kata Faridah sinis
" Oh ya aku memang tak berilmu sepertimu dah. Tapi paling tidak tak punya hati iri dengki Dengan kehidupan orang lain . Apa kau mencari ilmu untuk pamer .Agar kau bisa terlihat hebat . Tapi allah tahu niat mu dah, . Kalo wanita seperti mu hanya baik untuk disanjung sanjung laksana manusia agung itu urusan mu Tapi ingat kita mati tak membawa apa pun . Aku tak ingin bersaing dengan mu karna ku akui aku tak akan mampu. Tapi ustad sendiri lah yang milih ku Untuk menjadi kan aku istri nya Dan satu hal lagi Aku tak pernah datang menawar kan diri pada seorang ustad Malik Apalagi untuk jadi istri kedua " kata Yuna menegas kan
Deg.....
Faridah langsung terdiam Seperti ada batu besar menghantam punggung nya Karna jelas Yuna menyindir nya . Yang membuat wajah nya seketika memerah menahan amarah .
Yuna pun tersenyum tipis karna bisa membuat wanita itu bungkam Sedang kan Uwa Romlah tersenyum mendengar Yuna bisa membela dirinya dengan baik.
" Yun ..... ini sudah nak " kata uwa yang menyodorkan 2 kantong bungkusan besar .
" Ya uwa tambah ini sepuluh dan itu juga sepuluh Total nya jadi berapa uwa " kata Yuna
" Ya sebentar " kata uwa mengambil kalkulator untuk menghitung semua nya .
" 340 nak , nih uwa tambahin kue nya ya buat bonus " kata uwa Romlah .
" Ya uwa trimakasih ini uang nya ..sisa buat uwa saja " kata Yuna .
" Eh ...jangan nih bawa pisang goreng ya 20 biji 10 ribu biar pas .Nak yuna sudah banyak ngelarisi " kata uwa lalu memasukan bungkusan pisang goreng
" Ya sudah trimakasih banyak ya uwa assalamualaikum , duluan ya dah " kata Yuna yang lalu meninggalkan warung hajjah Romlah
Sedangkan wajah Faridah berubah muram.
karna memang sempat dirinya menawar kan diri pada Malik Juga sang umi yang kini jadi rahasia umum para tetangga dan pasti nya sampai juga ke telinga Yuna .
" Berapa bungkus dah " kata uwa menegur gadis itu .
" Lima wah , kok Yuna beli banyak memang masih ada kerabat wa " kata Faridah
" Yuna mah biasa beli dan pesan banyak kalo disini dah. kadang untuk tamu kerabat dan makan para pemuda masjid dan juga untuk para tetangga . Tuh anak makanya jadi kesayangan umah orang ringan tangan
sama uang ngak pelit .Orang mertuanya aja sama kakak nya di belikan perhiasan " kata uwa bercerita .
" Uwa tahu dari mana ?" kata Faridah penasaran .
" Dari umi Farhan sendiri yang cerita kalo adik ipar nya itu Disayang sang umah dan abah nya . Karna ngak pernah hitungan sama keluargga Semuanya juga pada tahu kalo belanja banyak buat dibagi bagi . Dia kan kerja di perusahaan besar di jakarta . Dan lagi tiap bulan si Fatma sering dibantu Yuna maka hidup sekarang lebih enak . Sampai dibelikan perhiasan juga " kata uwa Romlah sengaja memanasi orang kaya pelit yang terkenal di lingkungan mereka itu Yang membuat Faridah diam seketika