
Malik pun lalu minta tolong pada Amar untuk menebuskan Vitamin untuk Yuna .
" Yuna kenapa nak " kata umi yang datang menemui Yuna
" Ngak pa pa umi cuma sakit perut " kata Yuna menatap wajah Malik
" Tadi makan pedas umi , jadi sakit perut umi, umi tungguin Kak Sarah saja Malik pamit pulang ya Kami pinjam Amar ya umi Untuk mengantar pulang biar Yuna bisa Malik gendong " kata Malik
" Ya nak lalu Amar nya kemana ?" kata umi menatap Akhtar .
" Lagi menebus vitamin umi , ya sudah biar Amar mengantar Malik umi sama Akhtar ke kamar Sarah ya " kata Akhtar
" Ya nak, kalian hati hati ya " kata umi Yang meninggal kan Sarah sendiri .
Sedangkan dirumah abah dan umah kaget mendengar suara bayi menangis dikamar Malik
" Abah......" kata umah yang menatap abah takut .
" Umah tenang ayo kita lihat " kata Abah yang lalu melangkah kekamar Malik Yang tadi terdengar ada suara bayi .
Ceklek ......
" Oe.....Oe....Oe.....
" Abah bayi siapa itu " kata umah kaget
" Allahuakbar ini cucu umah. Cepat belikan susu formula pasti dia lapar " kata abah melihat bayi mungil itu menangis lalu menggendongnya.Yang membuatnya terdiam
" Hah..... ya benar saja abah ngak mungkin ini cucu umah " kata umah nyaring tak percaya
" Shut jangan keras keras " kata abah Yang lalu meng adzani bayi mungil itu
Membuat umah bingung Tapi tetap pergi untuk membeli susu di apotik
Tak lama Malik datang mengendong Yuna masuk kamar Yang membuat abah kaget juga Amar yang melihat abah mengendong bayi
" Astagfirullah abah itu bayi siapa " kata Amar kaget yang memang ikut masuk membawa tas dan kunci mobil .
Abah diam lalu menatap Malik Malik membaringkan Yuna terlebih dulu . Lalu mengambil bayi mungil itu dari abah Lalu meletakan nya disebelah Yuna Agar Yuna bisa menyusuinya
" Ayo kita bicara di ruang tengah , apa bayinya rewel bah " kata Malik menutup
pintu kamar
" Ya cuma sebentar setelah abah gendong dia berhenti menangis " kata abah
" Alhamdulilah " kata Malik
" Itu bayi siapa Mal , kenapa bisa sama abah " kata Amar penuh curiga
Malik pun menarik nafas dalam .Lalu menjelaskan semuanya Dan meminta Amar untuk tidak bicara pada siapapun Karna bayi nya di bawa pulang penjaganya lebih dulu Agar tak mengegerkan rumah sakit Yang akan menjadi berita heboh Dan omongan simpang siur
" Allahuakbar jadi kalian punya anak kembar " kata Amar
" Ya mar, yang pertama putri yang kedua putra " kata Malik
" Masya allah jadi dia meniru uminya " kata Amar yang tahu Yuna bukan gadis biasa Karna bisa mudah bergaul dengan kaum jin dan hantu
" Ya begitu lah , itu lah sebabnya kami merahasiakan nya " Kata Malik
" Malik ..... ada bayi didalam kamarmu nak , mana Yuna " kata umah yang datang tergopoh gopoh
" Di kamar umah , umah masuk saja " kata Malik .
" Ya umah , Ayo kita lihat bayinya " kata abah yang senang cucunya sudah lahir pagi ini pada hari jumat pagi jam 9 tampa ada halangan sama sekali
" Ayo abah " kata umah yang lalu masuk kamar .. Dan umah cukup kaget ketika Yuna menyusuinya bayi mungil itu
" Nak apa......" kata umah kaget
" Sini duduk lah biar abah jelaskan " kata Abah Yang lalu menjelaskan semua nya pada umah yang dibenarkan Yuna
" Ya Allah nak kasihan dia sempat lapar Biar umah panggil kan Fatma ya buat masak sedikit untuk di bagikan dimasjid " kata umah .
" Ngak usah umah Yuna sudah pesan kok nanti pasti diantar. Biar abah dan abi sama bang Samsul Yang membawa ke masjid . Takut orang curiga ngak enak " kata Yuna yang berencana pulang sore ini bersama Malik ke saranjana Agar lebih aman disana .
" Ya baik lah nak, biar kita masak buat kita saja sama umi Sofyan dan Fatma , umah mau buat syukuran cucu umah Sebagai syarat sudah lahir dengan selamat " kata umah tersenyum
" Ya umah , ya sudah abah keluar dulu ya nak " kata abah yang mengusap kepala mungil cucunya .
" Ya bah " kata Yuna
" Ya Allah cucu umah cantik nak Masyaallah umah kira bayi siapa menangis dikamar sendiri "kata umah mengusap kepala bayi itu Namun tangan umah di genggam si bayi
" Eh.... kok bisa memegang tangan .umah apa sudah tahu umah " kata umah
" Yang dibalas senyuman oleh si bayi
" Ya umah dia sudah tahu nenek ade ya kan sayang " kata Yuna mengusap kepala bayinya ..
Disisi lain hujan sedang turun lebat di kota saranjana Padahal tak ada mendung
samasekali Yang membuat Anis dan Mikha juga Aziz hanya berdiam di dalam rumah Melihat hujan belum berhenti sama sekali
" Ih kok tambah deras kan hari Jumat
Bagaimana bisa sholat jumat " kata Aziz
" Iya tuan aneh juga padahal tadi tak terlihat mendung sama sekali " kata Anis Yang duduk menutupi dirinya dengan selimut tebal
" Ini awet nih hujan bisa sampai sore nih Apalagi hari jum at " kata Mikha
" Ya Mikha enak tiduran nih kita " kata
Anis Yang lalu merebahkan dirinya di sofa . Begitu juga Mikha Sedangkan Aziz duduk bersila memejamkan mata nya sambil berzikir duduk diam diatas sofa
" Ya Allah ya rabb ade sudah lahir " kata
Aziz kaget Dan Mikha dan juga Anis ikut kaget
" Ade siapa ?" kata Mikha
" Ade Aziz lah putri umi dan abi " kata Aziz sambil berpikir
" Hah ..... nona......" kata Mikha berteriak .
" Trus kita harus gimana ini " kata Anis bingung karna mereka tak tahu apa pun Tapi tahu maksud Aziz.
" Kita tunggu saja umi dan abi pasti akan pulang " kata Aziz yang duduk berzikir melanjutkan kegiatannya
" Hadeh. ......" kata Mikha menepuk jidat
" Hehehe .... mau apalagi orang hujan lebat begini Ngak mungkin kan kita kesana " kata Anis yang kembali rebahan
Tak lama hujan pun berhenti Yang membuat Mikha dan Anis bingung Karna cuaca kembali terang dan terlihat pelangi
Muncul di langit biru
" Masyaallah ada pelangi Mikha " kata Anis melihat taman belakang terlihat indah dan segar
" Ya Allah pertanda apa ini " kata Mikha
Sedangkan para tetua istana semau nya duduk diam melihat pelangi terlihat indah mengitari kota mereka
" Bayi itu lahir dengan selamat Ghani " kata raja
" Ya yang mulya dia baik baik saja pasti mereka akan pulang " kata Ghani Yang tahu Yuna dan Malik pasti akan kembali
" Ya kita akan mengucapkan selamat . pada mereka " kata raja
" Ya yang mulia " kata Ghani lega Karna mereka juga sudah lama diam diam mengawasi kehamilan Yuna yang menyembunyikan bayinya Dan tak mau menceritakan nya dengan siapapun Karna memang akan mengudang bahaya Jadi mereka hanya mengawasi nya saja Dan menjaganya dari jauh