
Yuna terpaku lalu kembali ke dapur membantu kakak iparnya membersihkan piring piring bekas makan
" Kenapa de kok kaya nya sedih " kata umi Farhan . Karna di Banjarmasin biasa disematkan nama sang anak pada panggilan sang ibu .
" Ngak pa pa cuma ada tetangga kak Malik meninggal di komplek perumahan di jakarta Mungkin kalo pas ke sana kami akan mampir " kata Yuna .
" Benaran mau ikut ke kairo de disana panas lho " kata umi Farhan
" Ya kak masa Yuna tinggal disini sedangkan abi disana " kata Yuna .
" Lah kemaren aja empat bulan ditinggal ngak pa pa kan " kata umi Farhan mengoda adik iparnya itu
" Apa yang ngak papa mi, adik mu ya tetap bolak balik telpon Menanyakan istrinya ketar ketir juga dia khawatir " kata umah
" Hahaha....... kali aja mau di tinggal lagi " kata umi Farhan tertawa.
" Kaya nya ada yang senang banget ya tertawa diatas penderitaan ku " kata Malik Yang mengambil minum di atas meja .
" Cie... .. merasa nih .....emang iya Tapi kuat kan jadi tahan banting " kata sang kakak tertawa.
" Siapa yang tahan banting mi " kata abi Farhan
" Tuh adik ipar abi puasa 4 bulan kuat kan abi seminggu aja udah mewek " kata umi Farhan menyindir
" Allah allah mi , kan tiap orang beda mi Kan Malik memang rajin puasa ya kan Mal " kata abi Farhan memainkan alisnya
" Tahu ah " kata Malik yang menjauh iya saja memang kuat kemaren Karna belum campur dengan Yuna . Sekarang di suruh puasa yang tetap gigit jari . Kepala dan dada memang beriman . urusan syahwat tetap tak kan tahan bila istri nya jauh . Pasti nya ia tetap merindukan sang istri
" Yah .....lemas juga dia Yun " tawa sang kakak mengoda Malik
Sedang kan yang tua hanya mengeleng Melihat umi Farhan mengoda sang adik
Karna memang pengantin baru
********
Siang nya Yuna membongkar lagi sisa kado yang belum dibuka Dan merapikan nya di kamar .Lalu Yuna kerumah kak Fatma karna disana juga masih banyak yang belum di buka . Sedang kan Malik Mengantar para kerabat ke bandara Bersama umi dan abah .
" De ini sisa uang kemaren kakak sudah memberi bekal buat tante dan om juga dan ini sisa uang makan nya " kata Fatma pada sang adik yang masuk kamar Yuna .
" Buat kaka aja simpan buat pegangan ya Yuna kan sudah ngak kerja belum mesti bisa ngirim lagi buat kakak dan Farid " kata Yuna
" Ini simpan juga , buat kak Fat jual kalo kakak benar benar membutuh kan nya " kata Yuna Yang membuat Fatma kaget . Ketika Yuna memberikan nya 3 butir berlian
.
" Masyaallah ini dapat dari mana de ?" kata Fatma heran
" Hadiah pernikahan Yuna kak " kata Yuna
" Masya Allah tuh orang pasti kaya banget sampai bisa ngasih berlian gini ya Allah de rezeki mu berlimpah . Beruntung sekali kamu de sudah menikah sama ustad Malik . Tahu ngak mulut de tetangga kita Pada nyinyir karna tahu kamu di nikahi anak abah ustad Tapi jangan didengerin ya biar lewat saja seperti anjing menggonggong kafilah tetap berlalu " kata Fatma pelan Karna tahu adik nya itu luar biasa baik Dan sayang dengan keluargga .Sayang nya sang ibu meninggal lebih dulu bersama sang ayah.
" Ya kak , Yuna sudah tahu " kata Yuna Yang merapikan kado dan memberi barang Yang tak terpakai pada sang kakak
" Ya sudah kak Fatma simpan dulu ya oh ya kue nya masih ada sisa 5 kotak dikamar kakak de " kata Kak Fatma
" Biar disana dulu kan Nanti ada yang mengantar kesini lagi buat teman Yuna di kota baru Karna ada yang pesan " kata Yuna Yang tak mungkin bercerita temanya dari kota saranjana .
" Masyaallah ini pasti dari raja Jin " kata Yuna melihat belian sekantong yang ia pisah kan dan juga emas untuk di bawa kejakarta dijual Dan uang nya akan ia dimasukan rekening . Karna dilemari tak akan muat . Karna brankas nya sudah penuh . Bahkan juga dikamar suaminya .
Lalu mengeluarkan barang barang hadiah ke etalase depan juga membagi jilbab dan pakaian pada sang kakak .
" Ini ...." kata Yuna melihat perhiasan 2 set emas dan tertulis nama haji umar di kotaknya . Perhiasan emas 24 karat lengkap dengan kalung anting cincin dan gelang nya
" Masya allah mereka juga datang dan memberi kado " guman Yuna teringat kakak iparnya
" Ya satu nya buat umi Farhan saja karna kak Fatma dan Farid sudah umah juga sudah " kata Yuna yang memilih yang bagus untuk ia simpan dan satunya untuk kakak ipar nya . Karna Yuna sudah punya banyak bahkan yang dibelikan Malik baru ia pakai Dan ia akan membawanya Dua set untuk ke kairo besok .Bahkan dari Alea dan Helen saja masih ia simpan di lemari sang suami.
Setelah semua beres Yuna memasukannya kedalam koper Dan kotak yang untuk sang kakak ipar akan dibawa Yuna pulang nanti setelah dari rumah budenya .
" Kak ini seprei buat ganti ganti ya, magic com sama kompor dan rantang sudah Yuna taruh dilemari dan etalase " kata Yuna pada sang kakak
" Kok banyak de, apa ngak dibawa ke mesir de " kata Fatma
" Kan yang di rumah umah juga ada kak itu nanti dipaket buar ngak berat sebagian kita bawa sekalian kesana .
" Apa kalian lama disana , kamu benar berhenti kerja " kata Fatma yang tahu adiknya itu akan pergi jauh .Karna slama ini Yuna juga sering membantu sang kakak. karna suami Fatma hanya kerja serabutan
"' Ngak tahu juga kak , kan Yuna hanya ikut suami " kata Yuna yang tahu kakak nya itu pasti akan merindukan nya
" Yang ini buat mama bi, ayo bantu bawa mumpung Yuna punya waktu sekalian kue nya kak tiga kotak sisa nya buat Kak Fatma " kata Yuna .
" Ya de " kata kak Fatma Yang ingin kerumah budenya kerabat Yuna dari pihak sang ayah.
Lalu keduanya pun pergi kerumah sang bude yang tak jauh dari rumah mereka.
Hanya berjalan kaki 15 menit mereka sudah sampai .
" Assalamualaikum mama bi " kata Fatma
" Walaikum salam " kata sang bude yang sibuk membuat kue kering untuk pesanan .
" Fatma Yuna masuk " kata mama bi
" Bude maaf baru kesini " kata Yuna yang lalu menaruh kue dan hadiah .
" Ya kan pengantin baru masa mama bi ngak gerti masih banyak tamu di rumah umah " tanya mama bi
" Sudah pulang ma bi, tadi diantar abi Malik dan abah ke bandara " kata Yuna
" Syukurlah apa Yuna ikut ke kairo besok pas ustad pulang " kata mama bi
" Iya ma, maka nya yuma mampir sini takut ngak sempat atau lupa. Nanti biar abi Malik pas ngak repot pasti sowan kesini" kata Yuna.
" Ya ...hati hati disana ya nak pintar pintar jaga diri " kata mama bi memberi wejangan pada Yuna .Karna memang Yuna langkah nya jauh Yang sering merantau di kampung orang .
"' Woi ......." kata Rahmah mengagetkan Yuna
" Eh copot .... copot " kata Fatma Yang membuat semua nya tertawa karna latah .
" Dasar kamu mah " kata Yuna menepuk bokong adik sepupunya itu..