
Suara tania saat memanggil ku terdengar sangat parau parau,dimana dia sebenarnya?apa dia sedang bercanda.
"Tania kau dimana?" aku terus berlari ke sana kemari,mencari dari mana suara tania tadi berasal?tapi tak kunjung juga suara itu terdengar lagi.
"Putri aku disini!" teriak tania lagi,suara itu seperti dari dalam ruangan,kemungkinan dia sedang terkunci di sana.
"Kau dimana?" tanya ku lagi dengan suara tegas,namun tetap berlari kearah ruang tengah yang aku merasa bahwa suara itu berasal dari sana.
Saat aku berlari dan masuk kedalam ruangan itu,aku membuka pintu secara perlahan lahan dengan langkahan kaki yang perlahan juga.
"Tania,aku disini."seru ku dengan suara yang berbisik,karena aku takut bahwa dia sedang di tahan oleh orang jahat.
"Tania,aku disini.kemari lah" bisik ku,namun terus melangkah ke dalam dengan perlahan lahan.
Karena tania tidak menjawab perkataan ku sama sekali,aku memberanikan diri untuk masuk lebih dalam lagi agar bisa menyelamatkan nya.
Tapi apa yang ku harapkan tidak seperti kenyataan,di ruangan ini hanya ada sebuah kursi goyang yang usang selain itu ruangan ini tampak kosong karena tidak ada benda prabotan yang lain selain kursi itu.
"Loh,kenapa hanya sebuah kursi? kemana tania?" lirih ku dengan penuh kekhawatiran akan diri tania sekarang ini.
"Kau sebenarnya ada di mana tania,tolong jangan membuatku cemas seperti ini,tolong lah keluar!aku sangat khawatir dengan keadaan mu yang sekarang ini,tolong lah!"kata ku dengan jatuh terduduk,sambil menangis dengan terseduh seduh.
sekarang aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan tania,apa dia sedang ingin bermain main dengan ku atau dia sedang dalam bahaya.sungguh aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang.
Ini salah ku dari awal,yang membawa tania masuk kedalam bersama sama dengan ku,dan sekarang tania dalam keadaan seperti ini aku sama sekali tidak bisa membantu nya.aku berharap semoga saja keadaan seperti bukan lelucon yang ia buat.
"Putri tolonggg! tolongg aku! dia mencekik ku!" teriak tania lagi,tapi seperti nya suara ini berasal dari kamar mandi.
Tanpa berpikir panjang lagi,aku langsung berlari dengan cepat untuk menyelamatkan tania.dengan sigap aku menendang pintu kamar mandi dengan keras berharap bisa menolong nya sekarang ini.
"Uhuhuk..uhuhkk..." tania terbatuk dengan keras di samping bak mandi,aku yang melihat keadaan nya itu langsung menepuk nepuk pundak nya dengan pelan,agar batuk nya bisa terhenti.
"Ada apa tania? kenapa keadaan mu seperti ini?" tanya ku dengan nada yang cemas,dan berharap dia menjawab pertanyaan ku dengan benar.
"Di..dia ingin membunuh kita!" jawab tania dengan wajah yang ketakutan dan tatapan mata nya yang sangat aneh saat melihat ku.
"Kita harus pergi dia akan membunuh kita,kita harus pergi dia akan membunuh kita,kita harus pergi! ujar tania dengan menutup telingan,seperti ketakutan mendengar sesuatu.
"Baiklah ayo kita pergi keluar dari rumah ini sekarang." sahut ku dengan tegas,sambil membantu nya bangkit berdiri.
Aku tidak tahu ada apa dengan tania,yang pasti dia seperti orang linglung dan sangat ketakutan akan sesuatu,sampai sampai dia menutupi telingan nya dengan kedua tangan nya.aku ingin bertanya lebih apa yang terjadi dengan nya,namun dia sedang dalam ketakutan seperti ini bagaiaman dia akan menjawab nya nanti.
"Ada apa dengan keadaan tania sekarang ini?