Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)

Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)
LITTLE BOY GHOSTS lll


Lalu kakak mulai menceritakan apa yang di alami nya kepada ku,dengan suara yang takut dan badan nya gemetaran.


"Kita harus beritahu ayah dan ibu kak,sekiranya mereka bisa membantu mu." teriak ku sambil melotot dan hendak pergi menemui ayah dan ibu saja.


Namun kakak menepuk bahu ku,"Tidak perlu,kakak bisa menangani ini dengan sendiri" ujar kakak dengan menunduk.seperti tidak ingin semua orang tahu akan masalah nya.


"Atau kita beritahu nenek saja,mungkin dia bisa membantu kakak menyelesaikan masalah ini" bujuk ku.agar kakak mau memberitahu kepada orang lain,selain diri ku saja.


"Tidak perlu,jika kakak sudah bilang bisa menangani masalah ini sendiri maka kakak bisa.Tidak perlu menyulitkan orang lain dalam masalah ini." ujar kakak lagi dengan badan yang gemetaran,seperti tidak pernah mengalami masalah seperti ini.


"Baiklah...tapi jika kakak sudah tidak mampu menanganin masalah ini,cerita kepada ku agar aku bisa segera memberitahu kepada ayah dan ibu." kata ku dengan lembut agar kakak tidak merasa khawatir.


"okee" jawab kakak dengan singkat,namun tetap saja dengan menunduk kan kepala nya.Seperti tidak berani menatap yang lain.


(Jam 11:55 tengah malam)


Belakangan ini aku sering terbangun karena haus di tengah malam,namun aku biasa biasa saja.Tapi malam ini berbeda dengan yang biasa,karena saat aku turun untuk minum kedapur televisi kami menyala dengan sendiri.


Seperti ada yang suka menonton televisi tanpa siaran! bukan kah itu sangat aneh?hampir sama dengan kejadian yang kemarin.


"Sudah lah lebih baik matikan saja,toh tidak ada yang menonton" gumam ku dengan suara kecil.


Saat aku ingin membalikan badan untuk kembali,tiba tiba kakak muncul di hadapan ku.Yang membuat ku sangat kaget bukan main,karena aku sama sekali tidak mendengar suara langkahan kaki nya.


"Kakak!" aku berteriak kaget,karena kakak yang tiba tiba muncul dibelakang ku.Tanpa ada suara langkahan kaki sedikit pun


"Sedang apa kau?" tanya kakak sambil meminum air juga,dengan ku didapur.


"Minum" jawab ku dengan singkat,tapi dengan jantung yang masih berdegub kencang karena kaget tadi.


"Berani banget sih minum sendiri" ujar kakak dengan senyum nya, yang seperti ingin meledek ku.


"Ya berani lah" jawab ku mencibir


Aku dan kakak tertegun tiba tiba,karena mendengar suara benda yang pecah dari kamar ibu dan ayah.Mula mula hanya terdengar satu benda yang pecah,namun saat kami datang semua barang sudah seperti dibanting dengan keras.


"Kak ayo masuk!" paksa ku kepada nya agar membuka pintu kamar ayah dan ibu,supaya bisa melihat keadaan mereka.


Semua tampak normal seperti tidak ada yang terjadi sedikit pun,ayah dan ibu tertidur dengan sangat pulas saat kami masuk ke kamar nya.Apa aku dan kakak salah dengar tentang suara tadi?


Aku dan kakak saling bertatapan kebinggungan tanpa berkata kata sedikit pun,dan merasa seperti kami yang salah mendengar suara tadi.


Karena tidak terjadi apapun,kami pun keluar dari kamar ayah dan ibu dengan perlahan lahan agar tidak membangunkan mereka.


"Kak lihat!" ucap ku sambil menunjuk bayangan yang berlari dengan cepat,menuju arah dapur kami. bayangan apa itu?


" Ayo kita lihat!" balas kakak,dengan berlari mengejar bayangan itu secaraan bersamaan.


^^^^


"Dimana bayangan tadi?kenapa menghilang begitu cepat?" kata kakak sambil memandang dengan muka tajam.


"entah lah" jawab ku sambil mengangkat bahu ku,seperti tidak tahu apapun.


"Hari sudah semangkin larut,lebih baik kita kembali tidur.Kakak merasa tiba tiba sangat letih." kata kakak sambil menguap dengan lebar.


"Baiklah kak..." jawab ku yang meluluskan permintaan kakak...


DI SISI LAIN!


Sebenarnya hari ini teman kakak menabrak seorang anak pemulu ketika mengendarai mobil bersama dengan nya, anak itu terluka sangat parah.Mereka sudah membawa nya kerumah sakit,namun mereka tidak tahu keberadan orang tau sih anak ini.


Kakak hanya merasa kasihan dengan anak itu,dan selalu terbayang bayang dengan wajah yang bersimbah darah saat mereka tabrak.Betapa sedih nya jika di bayangkan.


Kakak binggung harus melakukan apa,walaupun bukan dia yang mengendarai mobil.Dia juga terlibat dalam masalah ini,jadi mau bagaimana pun dia juga salah.


Kakak tidak tahu bagaimana kondisi anak itu sekarang,hanya teman nya yang menemani anak itu di rumah sakit.


(Mau nagis waktu bayanginya,sumpah)


Bersambung😊Makasih Buat Dukungan Para Pembaca.