Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)

Rumah Tua Misteri(PROSES REVISI BERTAHAP)
MELUPAKAN!


Ah! aku menghela napas panjang,dengan terus menatap wajah kakak yang sedang memasak mie instan untuk ku.entah kenapa rasanya aku sangat tidak ingin hubungan keluarga ini menjadi rentan,karena masalah ku.


Sebenarnya aku sendiri,ingin mengakhiri semua ini.Tapi bagaimana cara nya?entah mengapa aku tidak bisa mengakhiri semua ini,ketika aku berusaha untuk mengakhiri semangkin banyak pula hal yang tidak ku inginkan terjadi.


Ingin rasa nya aku menjerit dan mengatakan kepada semua orang,"adakah yang bisa membantu ku?"keluar dari semua masalah ini?apa yang kualami saat ini,semua nya benar benar aneh bahkan tidak satupun orang yang bisa memahami ku.


"Makan dulu...kamu lagi mikirin apa?" dengan tatapan serius,yang memandang kearah mata ku seakan mencari tahu apa penyebab diriku tampak sangat gelisa tak menentu.


"Tidak ada kok kak!"aku mengeluh,seketika wajah kakak yang memandang kearah ku langsung mengerut dengan cepat.


"Sungguh tidak ada?" lirih kakak lagi,yang membuat ku semangkin terdiam dengan kepala menunduk.apa aku harus memberitahu kakak tentang apa yang kudengar tadi?


"Belakangan ini kau tampak jauh berbeda dengan biasanya,ada apa dengan mu?" gumam kakak,dengan wajah yang menunjukan keheranan dan mata yang terus memandangi wajah ku penuh selidik.


kemudian kakak menarik napas panjang lagi,dan bertanya dengan serius kepada ku.yang membuat ku tidak bisa berbohong sedikit pun.


"Ada yang berubah dari dirimu semenjak kembali dari rumah tua kemarin,kakak sangat binggung melihat mu?" sergah kakak,sambil mendorong mangkuk berisi mie panas itu kehadapan ku.


"Binggung kenapa?"


"Ya binggung,"desah kakak sembari menghela napas panjang lagi,dengan wajah yang seperti menerawa pemikiran ku saat ini.


"Ahh,kakak kenapa sih?putri tidak berubah kok,tapi..." sampai disitu aku menghentikan ucapanku,dan hal itu semangkin membuat kakak bertambah penasaran dengan ucapan ku.


"Tapi apa?" desis kakak,sembari menatap ku lagi.


"Kalau begitu makanlah,kakak akan menunggu mu." jelask kakak,dengan senyuman hangat dari seorang kakak.


"Oke kak."


Ingin rasa nya aku mengatakan pada kakak,kalau nenek ingin kita pindah dari rumah ini dan mencari rumah lain.Namun hati ku masih ragu,juga khawatir,kalau semua ini tidak mungkin benar benar terjadi.jika ayah tidak menyetujui ucapan nenek.


apalagi papa juga bukan tipe tipe orang yang suka pindah rumah,jika bukan karena urusan pekerjaan nya.mungkin ayah punya pemikiran sendiri untuk menetap dirumah ini,itu sebab nya dia tidak menyetujui ucapan nenek tadi.


"Kak,aku sudah kenyang...aku kembali tidur duluan ya." kata ku sembari meneguk kan air minum kemulut ku,setelah selesai makan.


"Ya terserah kamu deh."tanpa membuang waktu lagi,aku pun meninggalkan ruang makan dimana kakak berada,menuju ke kamarku.


Begitu berada didalam kamar,aku memang langsung merebahkan tubuhku diatas kasur,tetap tidak tidur.yang kulakukan justru termenung sambil memeluk boneka kesayangan ku.


Kedua mata ku menatap langit-langit kamar,dengan pikiran melayang layang,membayangkan kembali wajah mahkluk yang menyeram kan itu.aku tak bisa melupakan kejadian kemarin malam dengan sekejap mata.Hati dan pikiran ku masih terus membayangkan wajah makhluk itu dengan sangat ketakutan.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?kenapa dia terus menghantui pikiran ku?benarkah dia mengingakan ku untuk mati?" desis ku dengan lirih.


Lalu aku menghela napas panjang sembari membalikkan tubuh ku dengan terlentang,dengan kedua tangan ku yang masih memeluk boneka kesayangan ku.dan mata ku masih menatap langit langit kamar.


"Entah berapa lama aku akan seperti ini?" gumam ku dalam hati,dan terlena dalam mimpi yang berharap bisa melupakan kejadian ini saat bangun.