Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 44 : Pertemuan Kembali


Setelah selesai rapat setiap jendral akan memimpin para pasukannya untuk menyergap para pasukannya Rigle yang akan menyerang. Para kesatria beastman akan bergerak di jalur bawah tanah dan keluar dari berbagai tempat di kota. Sedangkan Imp akan mengawasi dari atas langit sembari memberikan informasi melalui telepati pada setiap pasukan.


Ferisu pun memerintahkan para iblis yang ikut untuk berjaga di istana, sedangkan dirinya akan bergerak sendirian. Ferisu awalnya terbang bersama dengan imp dan akhirnya mereka berpisah untuk mencari tempat penyergapan yang bagus.


"Jadi mereka berkumpul di bagian barat ibu kota yah...". Gumam Ferisu yang melihat dari atas langit. Saat itu dia melihat ke 5 orang yang tak lain adalah para pahlawan yang di panggil oleh kerajaan Rigle.


Tentu saja sulit untuk menyiapkan penyergapan secara mendadak terlebih lagi saat matahari masih berada di atas. Satu-satunya cara hanyalah bergerak secara diam-diam dan memutari kota.


"Ferisu-sama di sisi timur juga ada pasukan Rigle yang bergerak". Telepati dari Imp yang ada di bagian timur.


Begitu pula dengan bagian Selatan dan Utara semuanya melaporkan hal yang sama pada Ferisu. Karena laporan itu Ferisu pun memberi tahu para pasukan beastman untuk berpencar juga menghadapi para pasukan Rigle di setiap arah. Tetapi berbeda dengan bagian barat yang akan di urus oleh nya sendiri.


"ᏦᏋᎶᏋᏝᏗᎮᏗᏁ ᎩᏗᏁᎶ ᎷᏋᏁᎩᏋᏝᎥᎷᏬᏖᎥ ፈᏗᏂᏗᎩᏗ , ᎷᏋᏁᎶᏂᎥᏝᏗᏁᎶᏦᏗᏁ ᏰᏋᏁᏖᏬᏦ ᏂᎥᏁᎶᎶᏗ ᏖᏗᏦ ᏰᎥᏕᏗ ᎴᎥ ᏝᎥᏂᏗᏖ sihir kegelapan menengah : Invisible".


Dengan menggunakan sihir kegelapan Ferisu membuat dirinya tak terlihat dan bergerak mendekati pasukan Rigle secara perlahan. Tetapi salah satu pahlawan menyadari keberadaannya dan langsung membombardir Ferisu dengan serangan sihir.


"Ora ora ora!".


Karena sudah ketahuan Ferisu pun menampakkan dirinya sembari menggunakan sihir penghalang. "Aku tak menyangka kau bisa menyadari keberadaanku, seperti yang di harapkan dari pahlawan". Ujar Ferisu sembari menatap pahlawan itu.


"Iblis!". Para prajurit terkejut karena melihat seorang iblis berada di wilayah beastman. Tak hanya itu, salah satu petinggi pasukan juga mengatakan. "Itu bukan sekedar iblis biasa, melainkan iblis tingkat tinggi Vampir!". Sontak semua prajurit terkejut mendengar hal itu.


"Komandan apa yang kau bicarakan itu benar?!".


"Bukannya mereka sudah punah 200 tahun yang lalu?!".


"Ah, tak salah lagi dia memang seorang vampir, dari rambut putih silver dan mata merah menyala itu". Ujar komandan melihat ke arah Ferisu dengan waspada.


Salah satu pahlawan pun meloncat dengan begitu cepat mengarah ke Ferisu sembari menyerang dengan pedang miliknya.


Tinggg!!!


"Hahah aku tak peduli kau dari ras kuat atau apapun, ayo hibur aku!". Teriak pahlawan itu dengan begitu angkuh.


"Tch!". Ferisu pun mengeluarkan Kuro dan menyerang balik pahlawan itu hingga terhempas ketanah.


Walau terhempas dengan begitu kuat, pahlawan itu tak mengalami luka sama sekali. Ia bangun seolah tak terjadi apa-apa dan menerjang ke arah Ferisu lagi dengan sangat cepat.


Disisi lain para beastman sudah berhadapan dengan pasukan Rigle yang bergerak, pertarungan di antara mereka begitu sengit tetapi kemenangan terlihat pada pasukan Triberus yang memiliki kekuatan lebih besar.


Kemenangan Rigle hanya karena adanya para pahlawan, dan karena para pahlawan itu berhadapan dengan Ferisu mereka dapat melawan pasukan Rigle dengan lebih mudah.


"Jangan ada yang ragu, serang mereka!". Teriak jendral di bagian timur, semangat para pasukan juga meningkat karena perbandingan dalam kekuatan mereka dengan pasukan Rigle.


Begitu juga dengan sisi yang lain, mereka dapat menahan para manusia dan memenangkan pertempuran. Pasukan triberus pun dapat mengalahkan mereka dengan korban sedikit, dan menahan sisa pasukan Rigle sebagai sandra perang dan akan di jadikan budak.


Di sisi barat pertarungan Ferisu dengan para pahlawan itu terus berlangsung yakni lima melawan satu, sedangkan pasukan Rigle yang lain maju menyerang ke arah istana.


Walau lima melawan satu, Ferisu masih tetap bisa menangani mereka dengan cukup santai. Para pahlawan yang merasa seperti di permainkan pun menjadi kesal dan mengeluarkan kekuatan asli mereka untuk mengalahkan Ferisu.


"Heee, jadi segini saja kah kemampuan orang yang di panggil pahlawan?". Ujar Ferisu dengan nada mengejek.


"Tutup mulut mu!". Teriak seorang pahlawan dengan ketus.


"Ups, apa aku membuat mu marah? ayolah jangan menunjukkan tampang yang menyeramkan seperti itu, nanti cepat tua loh". Ujar Ferisu dengan senyum sinis.


"Oi Jack jangan menyerang asalan seperti itu!". Ujar pahlawan lain.


Baammm!!!


Ferisu pun menendang Jack dengan keras, hingga membuat retakan di tanah. Pahlawan yang lain pun maju untuk melindunginya Jack yang sudah babak belur. Berbeda dengan jack yang mengandalkan otot, pahlawan yang main bisa berfikir cukup dingin dalam menghadapi situasi itu.


"Apa aku boleh menanyakan sesuatu?". Ujar salah satu pahlawan.


Ferisu hanya berdiri diam sembari memiringkan kepalanya ke kiri. "Kau ingin menanyakan apa?".


"Kenapa iblis seperti mu bisa berada di kerajaan Triberus yang seharusnya wilayah ras beastman? apa kau bersekutu dengan mereka?". Tanya Pahlawan itu.


"Entahlah, apa aku bersekutu dengan mereka atau tidak. Yang jelas aku punya sedikit hutang dengan kerajaan Rigle". Ujar Ferisu dengan senyum simpul sembari menyarungkan Kuro.


Para pahlawan itu kebingungan dengan ucapan barusan dan menjadi lebih waspada karena melihat Ferisu menyarung kan pedangnya.


"Apa yang kau maksud dengan berutang?". Tanya pahlawan dengan heran sekaligus waspada.


"Gampangnya, aku akan membuat perhitungan dengan raja bodoh itu". Jawab Ferisu dengan santai. "Yah, aku tak punya dendam atau apapun dengan kalian berlima. Jadi, apa kalian bisa mundur tanpa perlawanan dan hidup dengan tenang di dunia ini?".


"Hidup dengan tenang? tapi putri dan raja bilang kalau dunia ini sedang tidak baik-baik saja karena peperangan yang terjadi dimana-mana". Ujar pahlawan itu dengan kebingungan.


Dengan menghela nafas pendek. "Kalian ini benar-benar telah di bodohi oleh mereka yah? peperangan dimana-mana kau bilang? bukannya yang membuat hal itu terjadi adalah karena kalian yang menyerang Elven Garden dan Triberus yang seharusnya sekutu dari Rigle?". Ujar Ferisu sembari menatap tajam para pahlawan itu.


"A~ apa yang kau katakan? kerajaan yang kami serang sebelumnya bersekutu dengan Rigle?". Ucap pahlawan itu dengan muka tak percaya.


"Yah itu benar". Jawab Ferisu dengan serius.


"Ja~ jadi selama ini...".


"Yah kalian hanya di manfaatkan sebagai senjata perang, kalau tak percaya bagaimana jika kalian menyerah dan ikut aku ke istana untuk mendengar penjelasannya dari raja Triberus?". Ujar Ferisu sembari mengulurkan tangannya.


"Jangan dengarkan dia!". Ujar Jack salah satu pahlawan yang sebelumnya di hajar Ferisu.


"Jack?". Ujar semua pahlawan.


"Aku di beritahu oleh putri jika iblis sering membuat hati manusia ragu dengan ucapan manis dan licik mereka, jangan percaya apa yang ia katakan!". Ujar Jack sembari berdiri.


"Sepertinya kau sudah tergila-gila dengan putri itu yah, kalau begitu aku akan menanyakan 1 hal pada kalian. Saat kalian di panggil terdapat 6 orang bukan? 1 orang yang tak memiliki energi sihir itu pun di bawa oleh para kesatria untuk di bunuh, kalian tau soal itu bukan?". Ujar Ferisu dengan serius.


Para pahlawan itu pun menundukkan kepalanya mengingat hal itu. "Iya... itu memeng benar".


"Seharusnya kalian sudah paham bukan? jika saat itu kalian yang berada di posisi orang itu, apa kalian akan tetap memihak kerajaan Rigle?". Tanya Ferisu dengan serius.


Semua pahlawan pun terdiam karena penyataan itu kecuali Jack, yang masih bersikeras untuk tidak mempercayai Ferisu dan bahkan mencoba menyerang kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE