Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 14 : Perjalanan


Selama di kota Azpire, Ferisu hanya mengambil quest dari guild seperti mengumpulkan tanaman obat atau memburu monster. Ferisu menghindari quest yang berurusan dengan ras demon.


Monster dengan ras demon hanya memiliki perbedaan sedikit, yakni di bagian akalnya. Ras demon memiliki akal dan dapat berkomunikasi dengan ras lainnya, sedangkan monster hanya mempunyai insting dan tak bisa berkomunikasi dengan ras lain.


Sampai pada hari terakhir di kota Azpire, Ferisu sudah mengemasi barang-barang nya di penginapan, begitu pula dengan Licia. Sesudah sarapan mereka pun berpamitan dengan pemilik penginapan dan juga mempir ke guild petualang untuk berpamitan.


Saat hendak keluar dari gerbang kota, mereka berpapasan dengan Shiro dan Yuki yang kebetulan juga ingin pergi kembali ke ibu kota kerajaan beastman.


"Ferisu-sama, apa anda juga ingin pergi dari kota ini?". Tanya Shiro.


"Yah, begitulah". Balas Ferisu


"Kalau begitu, bagaimana jika ikut bersama kami?". Ujar Shiro.


"Terima kasih atas tawarannya, tapi saya akan melanjutkan perjalanan sendiri bersama nya". Balas Ferisu sambil tersenyum.


"Hmmm, yah kalau begitu apa boleh buat. Hati-hati lah saat di jalan". Ujar Shiro.


Ferisu pun meninggalkan kota Azpire bersama Licia menuju ke hutan para goblin sebelumnya. Saat sampai di desa para goblin suasana benar-benar berubah.


Hampir semua goblin sudah berevolusi menjadi Hobgoblin. Sedangkan Takeo sudah berevolusi ke tahap 3 dan mendapatkan job warior, sedangkan Takumi membutuhkan sedikit waktu lagi agar bisa berevolusi ke tahap ke 3.


Pada evolusi awal yakni goblin, kemudian dengan meningkatkan energi sihir nya, mereka dapat menembus evolusi kedua yakni hobgoblin/goblinas.


Tentu saja untuk meningkatkan energi sihir adalah hal yang cukup sulit, karena mereka harus melawan monster yang lebih kuat dari mereka atau berlatih dengan keras.


Hal itu berlaku untuk semua ras yang ada di dunia Asgard. Karena ras iblis mempunyai sebuah kemampuan khusus dan terdiri dari berbagai macam clan/suku mereka mempunya sebuah sistem evolusi.


Ras iblis yang mempunyai nama akan mendapatkan sebuah energi sihir dengan jumlah yang besar hingga dapat mempermudah mereka untuk berevolusi dan menjadi kuat.


Tapi ada juga orang yang bisa berevolusi dengan cara melatih dirinya sendiri tanpa fi beri nama oleh siapapun. Contohnya seperti Takeo yang sudah menjadi hobgoblin walaupun belum mempunyai nama.


...----------------...


Di hutan, tepatnya di desa goblin. Mereka sudah menunggu kedatangan Ferisu, untuk melakukan perjalanan.


"Halo semuanya!". Ujar Ferisu yang sampai di desa.


"Selamat datang tuan!". Ujar semua goblin berlutut pada Ferisu.


"Apa semuanya sudah bersiap?". Tanya Ferisu.


"Ya, kami semua sudah siap!". Ujar mereka bersamaan.


"Kalau begitu kenakan ini". Ujar Ferisu sembari mengeluarkan mantel dari penyimpanan ya.


Semua goblin pun menggunakan mantel tersebut. Itu hanyalah mantel biasa yang di buat Ferisu dengan skillnya.


Mereka pun memulai perjalanan mereka menuju ke wilayah elf, dalam perjalanan mereka berpapasan dengan kereta kuda milik Yuki dan Shiro.


"Bukannya itu Licia dan Ferisu?". Ujar Yuki.


"Yah, tapi siapa orang berjubah lainnya?. Aku juga mencium aroma goblin walau sedikit samar". Ujar Shiro.


"Aku juga...". Balas Yuki.


...----------------...


Tak terasa hari mulai gelap. Ferisu pun menghentikan perjalanan ya dan beristirahat karena hari sudah mulai gelap. Di dalam peta mereka berada tak jauh dari sebuah desa di wilayah pinggiran ras beastman.


Namun, Ferisu mencoba untuk melewati desa itu dengan cara memutarinya agar tak terjadi hal yang tak di inginkan. Mengingat jika ia berkelana dengan para goblin.


"Huft, kita istirahat dulu. Besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan". Ujar Ferisu.


"Baik tuan!". Ujar para goblin.


"Panggil saja aku dengan nama ku". Ujar Ferisu karena merasa tak nyaman di panggil tuan.


"Bagaimana dengan ku tuan?". Ujar Kuro dengan telepati.


"Kalau begitu, Ferisu-sama!". Ujar para goblin.


"Yah, itu lebih baik". Ujar Ferisu.


Para goblin pun membangun tenda untuk tidur, ada yang mencari kayu bakar dan berpratoli di sekitar kemah.


Setelah selesai mengumpulkan kayu bakar, Ferisu pun menyalakan apinya dan memasak untuk yang lainnya.


Enak nya masak apa yah? Untuk malam hari sepertinya sup daging tidak buruk.


Dengan skill coocking yang ia miliki dan pengetahuan dari dunia lamanya, Ferisu memasak dengan begitu baik. Aroma dari makanannya benar-benar menggoda selera dan membuat orang-orang menjadi lapar.


Semua goblin pun berkumpul begitu pula dengan Licia yang mendekat, di karena kan aroma masakan yang begitu harum.


"Ferisu-sama, anda sedang memasak apa?". Tanya Licia.


"Sop daging, karena aku sudah punya rempah-rempah dan sayuran aku bisa memasaknya dengan baik". Balas Ferisu sembari mengaduk masakannya.


Setelah matang, mereka semua pun makan bersama sambil menatap langit malam yang berbintang.


"Ferisu-sama, terima kasih atas makanannya!". Ujar para goblin.


"Masakan Ferisu-sama benar-benar enak". Ujar Takeo.


"Haha... Kau tak perlu memujiku". Balas Ferisu sambil tertawa kecil.


"Ferisu-sama dan Licia-sama beristirahat saja, kami akan menjaga sekitar". Ujar Takeo.


"Yah, tapi kalian juga harus istirahat. Lakukan penjagaan secara bergantian". Ujar Ferisu.


"Baik!". Ujar para goblin.


Ferisu pun masuk kedalam tenda dan langsung tertidur. Di luar, Licia berdiskusi dengan Takumi si goblin pengatur strategi.


"Licia-sama, sebenarnya apa hubungan anda dengan Ferisu-sama?". Tanya Takumi.


"Ehh! hu~hubunganku dengan Ferisu-sama?. Ka~kami berdua a~aa~adalah sepasang suami istri...". Ujar Licia dengan raut muka memerah.


"Suami istri?". Ujar Takumi.


"Hu'um... Sebenarnya Ferisu-sama sudah menghisap darah ku". Ujar Licia.


"Aku mengerti, aku juga pernah dengar jika ras vampir mempunya ritual pernikahan dengan cara menghisap darah pasangannya". Ujar Takumi sambil mengangguk-angguk kan kepalanya secara pelan.


"Kalau begitu, saya akan kembali ke tenda untuk tidur". Ujar Licia.


"Ah, Licia-sama. Itu tenda milik saya, punya anda berada di sebelah sana". Ujar Takumi, menunjuk ke tenda milik Ferisu.


"Eh? ah, maafkan aku. Jadi tenda ku yang sebelah sini yah". Ujar Licia sambil berjalan menuju ke tenda Ferisu.


Saat membuka pintu tenda, Licia terkejut karena melihat Ferisu yang sudah tertidur lelap di dalam tenda.


"Ta~Takumi-san, kenapa ada Ferisu-sama di tenda saya?". Ujar Licia.


"Tentu saja, bukannya sepasang kekasih harus tidur bersama". Ujar Takumi sambil tersenyum.


"Eh, hu'um". Angguk Licia dengan malu.


Licia pun masuk kedalam tenda dan tidur tepat di samping Ferisu. Ia pun tak berhenti merasa malu karena melihat muka Ferisu yang begitu dekat dengan mukanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE...