
Di pagi hari yang cerah Ferisu terbangun dari tidur nya dengan perasaan gelisah. Pada saat itu ia melihat di sekelilingnya ada Licia, Yuki, Sui dam Shiro yang melihatnya dengan penuh kawatir.
"Eh? apa yang kalian lakukan disini?". Tanya Ferisu heran.
"Tidak, hanya saja Ferisu-sama terlihat begitu gelisah saat tidur...". Ujar Licia dengan muka yang kawatir.
"Tak apa, aku hanya mimpi buruk saja...". Ujar Ferisu bangun dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya dengan muka yang sedikit pucat.
Ferisu pun terbang menuju sisi lain pulau tanpa sarapan bersama dengan yang lainnya. Karena mimpi yang ia lihat semalam membuatnya mengingat hal yang paling ia tak ingin ingat.
"Tch! kenapa aku malah mengingat gadis itu!". Gumam Ferisu jengkel.
Saat sampai di sisi lain pulau, ia langsung menggunakan energi sihirnya dengan skala besar untuk memperbaiki tanah di pulau tersebut. Karena tak bisa tenang Ferisu memaksakan dirinya dan melampaui batas energi sihirnya hingga membuat sebuah ledakan yang besar.
Disisi lain, semua orang yang berada di pulau tersebut terkejut karena suara ledakan itu. Para imp pun dengan sigap terbang menuju ke asal sumber ledakan untuk memeriksa nya.
Saat sampai di sana mereka di kejutkan dengan tuan mereka yang terbaring di tengah lubang besar bekas ledakan. Dengan sigap para imp itu pun membawa Ferisu terbang kembali menuju ke desa.
"Apa yang terjadi?!". Ujar Licia yang berlari menuju ke arah Ferisu dengan penuh kawatir.
"Kami tak tau persis, tapi saat sampai disana kami sudah melihat tuan terbaring di tengah lubang besar". Jelas imp tersebut.
Sui pun menganalisis keadaan Ferisu. "Sepertinya Ferisu-kun hanya kehilangan kesadaran akibat penggunaan mana yang berlebihan". Ujarnya setelah menganalisis.
Karena hal itu, rencana untuk melakukan teleportasi ke Triberus di tunda dahulu. Walaupun keadaan di sana sangat lah genting, mereka juga tak bisa berbuat banyak. Saat semua orang ribut akan hal itu, Ferisu yang seharusnya kehilangan kesadaran membuka matanya secara perlahan.
"Tak perlu kawatir soal itu...". Ucap Ferisu pelan.
Semua orang pun terkejut karena Ferisu yang berbicara.
"Bagaimana kamu bisa bangun setelah menghabiskan semua mana mu?!". Tanya Sui heran.
"Sui... apa kau bisa mendekat sebentar?". Ujar Ferisu bangun duduk secara perlahan.
Mendengar permintaan itu ia pun langsung mendekat, pada saat itu Sui pun terkejut karena Ferisu mengisap darah nya secara tiba-tiba.
...Skill : Water Control berhasil didapatkan...
...Blood Cople ke-3 terdaftar...
...Bonus status kapasitas mana dan kekuatan sihir meningkat...
Setelah menghisap darah Sui, Ferisu pun melihat ke arah Shiro. Ia bangun berdiri dan mendekatinya. "Ini akan sedikit sakit". Bisik nya pelan sembari menghisap darah Shiro.
...Skill : Beast Abilities berhasil didapatkan...
...Blood Cople ke-4 terdaftar...
...Bonus status naluri dan kekuatan fisik meningkat...
Setelah meminum kedua darah dan mendapatkan kemampuan baru, tenaga serta energi sihir Ferisu kembali pulih. Kuro yang terheran karena tuannya secara tiba-tiba menerima kedua gadis itu tanpa ragu-ragu pun bertanya.
"Tuan, apa anda baik-baik saja dengan itu?".
"Untuk saat ini aku akan mencoba untuk mempercayai mereka". Jawab Ferisu.
Mendengar jawaban itu kuro pun diam dan mengikuti apa yang di inginkan oleh tuannya itu. Karena semua energi sihir dan tenaga miliknya kembali, rencana untuk melakukan perlawanan di ibu kota pun tak jadi di undur.
Persiapan untuk pemindahan pun di lakukan, semua prajurit beastman pun berkumpul di sebuah area luas, pasukan pertahanan pulau sebagian juga ikut berpartisipasi. Kijin, Imp dan orc yang akan ikut dalam peperangan itu, hanya sebagian saja. Sisa nya tetap berada di pulau dan menjaga keamanan disana.
Swwooffttt !
Sebuah lingkaran sihir yang begitu besar muncul di bawah tapak kaki para prajurit, dan dalam sekejap mereka di pindahkan ke area pelatihan kesatria di istana Triberus. Kota yang damai itu sudah menjadi lautan api karena serangan dari kerajaan Rigle. Bagun-bagunan sudah hancur dan banyak sekali mayat para prajurit dari beastman yang tergeletak di mana-mana.
"Kejam sekali..". Ucap Shiro sembari menutup mulutnya karena melihat kejadian yang mengerikan itu.
"Ini hal yang biasa terjadi, entah itu ada di dunia mana pun". Gumam Ferisu pelan sembari memegang pundak Shiro.
Raja pun memimpin pasukan untuk menerobos ke dalam istana, dengan harapan istana belum di kuasai oleh pasukan musuh. Dan benar saja pasukan musuh masih belum menguasai istana, karena masih ads 4 jendral yang menjaga istana.
"Siapa disana!". Teriak jendral.
"Ini aku". Ujar sang raja.
"Yang mulia! , maaf atas ketidak sopanan saya". Ujar jendral itu sembari berlutut, begitu pula dengan ketiga jendral lainnya.
"Iblis?!". Para jendral itu pun terkejut karena melihat beberapa iblis yang berada di dalam pasukan.
"Tenang saja, mereka bukanlah musuh". Ujar Yuki.
Walau sudah di beritahu tetap saja para beastman yang berada di istana menjaga jarak dengan para iblis. Raja dan para petinggi kerajaan sedang melakukan rapat strategi, begitu pula dengan Ferisu. Ia juga mengikuti rapat itu mengingat dia adalah orang yang membawa kembali pasukan itu ke ibu kota.
Para jendral memberi tahu jika pasukan dari rigle memiliki 5 orang yang begitu kuat layaknya monster. Ferisu pun tersadar jika kelima orang itu adalah orang yang di panggil bersamaan dengan dirinya saat berada di kerajaan Rigle.
"Lima orang itu, mereka adalah pahlawan dari dunia lain". Sela Ferisu dalam pembicaraan.
Sontak semua orang pun terkejut karena mendengar itu, mereka pun tersadar jika dari segi kekuatan memang lah wajar. Tapi mereka juga keheranan kenapa Ferisu bisa tau jika mereka adalah pahlawan.
"Ferisu-dono, apa saya boleh menanyakan sesuatu?". Ujar sang raja.
"Tentu".
Raja pun menanyai soal Ferisu yang mengetahui jika ke lima orang itu adalah pahlawan yang di panggil dari dunia lain. Ferisu pun menjelaskannya dengan detail sembari menyembunyikan soal dirinya juga yang terpanggil.
"Saat itu aku kebetulan berada di kerajaan Rigle dan melihat perayaan kedatangan pahlawan. Dan mereka ada 5 orang, jadi wajar saja aku menduga kelima orang dengan kekuatan monster itu adalah lara pahlawan". Jelas Ferisu.
Semua orang pun mempercayai penjelasan itu, karena memang masuk di akal dan bisa di terima. Tetapi para jendral itu terus menatap Ferisu dengan tajam dan penuh rasa waspada.
"Ada apa?!". Ujar Ferisu menatap para jendral itu dengan tajam.
"Tidak, kami hanya masih belum percaya jika iblis seperti kalian berada di pihak yang sama dengan kami". Ujar salah satu jendral.
"Itu benar, terlebih lagi katanya kau adalah vampir".
"Sangat aneh vampir yang sudah punah 200 tahun yang lalu tiba-tiba muncul dan menjadi pihak dari kami".
Jika melihat dari hal itu memang akan aneh, ras yang sudah punah bisa tiba-tiba muncul kembali dan memihak musuhnya. Pada saat itu Ferisu tak bisa menjawab apa-apa karena dia memang tak ada kaitannya dengan para vampir di dunia itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE