Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 26 : Dewi Air


Di sebuah pulau yang tandus, Ferisu berhasil membuatnya menjadi subur kembali berkat bantuan dari para roh tanah. Saat ini mereka berhasil menyuburkan 15 hektar tanah berkat bantuan semua orang yang mengalirkan energi akhir secara bergantian.


Saat di pagi hari, seperti biasa Maia memasak sarapan untuk semua orang di bantu oleh para orc dan lizardman yang mempunya skill coocking.


Sedangkan Ferisu berkumpul dengan para iblis untuk merancang sebuah rumah dan bentuk dari desa yang akan mereka bangun. Karena saat berada di dunia sebelumnya Ferisu adalah mahasiswa yang mengambil jurusan arsitektur, ia sudah belajar cukup banyak.


"Untuk saat ini kita akan bangun sekitar 20 rumah terlebih dahulu, kalian tak keberatan tinggal bersama kan?". Ujar Ferisu.


"Tentu saja tak masalah Ferisu-sama". Ujar Takumi.


"Baiklah, untuk area ini kita akan jadikan lahan pertanian. Aku sudah memiliki berbagai bibit tanaman dengan kualitas terbaik yang di berikan oleh raja elf tempo hari". Ujar Ferisu.


Setelah sarapan mereka semua pun mulai bekerja sesuai instruksi dari Ferisu. Rumah yang di bangun memiliki desain sederhana karena awalan, untuk saat ini ia hanya memikirkan tempat yang bisa di tinggali. Untuk kedepannya mungkin akan ada peningkatan dalam segi bentuk rumah.


Rumah itu dibangun dengan kayu yang sudah di kumpulkan Ferisu saat menebang sebelum berangkat ke pulau Dead Land. Saat yang lain membangun Ferisu menanam beberapa pohon dan menggunakan skill accelerate growth yang ia peroleh dari life skill farmer.


Baru saja di tanam pohon itu pun sudah mulai tumbuh dengan cepat. Kayu yang di tanam Ferisu adalah jenis acacia yang biasanya tumbuh besar dan siap panen dalam kurun waktu 5-6 tahun. Namun, dengan skill Accelerate Growth tanaman itu bisa di panen dalam kurun waktu 5 bulan.


Accelerate Growth adalah sebuah skill yang dapat mempercepat pertumbuhan sebuah tanaman hingga 10x lipat. Namun untuk menggunakan skill ini membutuhkan sejumlah mana yang cukup banyak.


Pembangunan pun berjalan dengan lancar dan bentuk dari setiap rumah mulai terlihat. Namun, ada satu hal yang mengganjal fikiran Ferisu.


"Hmmm, apa di pulau ini tak ada air?". Gumam Ferisu.


Gnome yang mendengar gumaman Ferisu pun mendekat. "Ada sumber mata air yang berada di dekat sini nak, tetapi ia sudah berhenti mengalir keluar. Jika kau bisa memulihkan roh yang mendiami tempat itu, kurasa kau tak perlu lagi memikirkan air lagi". Ujar Gnome.


Ferisu pun pergi mengikuti Gnome menuju ke sumber mata air yang berada di pulau tersebut. Lokasinya berada di tengah-tengah pulau.


"Hei, bagaimana pulau ini bisa mati?". Tanya Ferisu karena penasaran.


"Hmmm? kau tak tau soal itu?". Ujar Gnome keheranan.


"Yah, aku tak tau".


"Pulau ini adalah tempat tinggal para iblis 200 tahun yang lalu, namun karena terjadi sebuah peperangan yang besar. Ras iblis yang tinggal di sini di bantai habis oleh ras lain, iblis yang tinggal di pulau ini adalah ras iblis yang berasal dari clan vampir". Jelas Gnome.


"Vampir?!". Ujar Ferisu terkejut.


"Itu benar, clan vampir sudah tinggal di sini lama sekali. Dulu tempat ini adalah sebuah kota bagi ras iblis". Ujar Gnome.


"Begitu yah". Gumam Ferisu sembari membuka identitas vampirnya.


Gnome itu pun melihat Ferisu yang berubah namun, ia tetap terlihat tenang-tenang saja. "Apa kau tak kagek melihat ku yang seorang vampir?". Tanya Ferisu heran.


"Tidak, aku sudah tau kau adalah vampir saat pertama kali kau menggunakan skill regenerasi pada kami para roh". Ujar Gnome.


"Begitu yah, jadi apa kita sudah sampai?". Tanya Ferisu karena mereka sudah berjalan cukup lama.


"Yah di depan sana ada sebuah sinkhole (tanah berlubang besar)". Tunjuk Gnome.


"Aku hanya perlu menyalurkan sihir ku dan meregenerasi nya bukan?". Tanya Ferisu.


"Itu benar, tapi salurkan lah sihir ber elemen air". Ujar Gnome memberi tahu Ferisu.


Ferisu pun mengangguk dan turun ke dalam tanah itu, di tengah tanah ia pun menampakkan tangannya dan menyalurkan sihir ber elemen air serta regenerasi.


"Hmmm? apa kau roh air?". Tanya Ferisu pada wanita itu.


"Roh? tidak aku adalah seorang dewi nama ku Sui". Ujar wanita itu. "Bukan hanya itu kau bisa melepaskan segel yang di buat ribuan tahun hanya dalam waktu singkat, kau sangat hebat yah. Apa kau seorang dewa?". Ujar Sui sambil memeluk Ferisu.


"Begitu yah, aku turut senang karena kebebasan mu. Tapi yang kucari saat ini adalah roh air". Ujar Ferisu dengan ekspresi datar, ia pun mekepaskan pelukan wanita itu dan mengalirkan kembali energi sihirnya untuk membangkitkan roh air.


"Mouu, gak usah buru-buru begitu. Aku ingin berterima kasih padamu". Ujar Sui sembari menekan pipi Ferisu.


"Kalau begitu cepat selesaikan, aku punya urusan lain". Balas Ferisu yang sedikit kesal.


"Kami para dewi hanya bisa memilih pasangan 1 kali dalam seumur hidup, karena itulah aku nemilih mu Ferisu-kun". Ujar wanita itu dengan tersenyum lebar di depan Ferisu. "Aku ingin menikah denganmu". Katanya dengan malu-malu menutupi mukanya yang merah.


"Maaf, tapi kau bukanlah tipe ku". Ujar Ferisu dengan ekspresi datar.


"Apaaa?!!". Ujar wanita itu shok.


"Sekarang kau boleh pergi". Ujar Ferisu.


"Ta~ tapi... aku tak ingin menikah dengan seseorang yang tak sekuat, serendah hati dan sebaik dirimu!". Ujar Sui.


"Maaf tapi aku sudah punya istri". Balas Ferisu.


"Menikah dengan ku akan membuatmu menjadi dewa!". Ujar Sui dengan putus asa.


"Nggak tertarik". Balas Ferisu.


"Ka~ kalau begitu bagaimana menjadi semi abadi?". Ujar Sui.


"Hmmm, kurasa tak perlu lagi pula aku adalah vampir". Balas Ferisu.


Gadis itu pun mengeluarkan air matanya sembari berharap jika Ferisu akan menerima usulan terakhirnya. "La~ lalu bagaimana dengan ini, aku akan membuat danau yang kering ini memancurkan air kembali! jadi kau tak perlu mencari roh air lagi". Ujar Sui.


"Kumohon jangan usir aku, aku gak akan memintamu menjadi suamiku lagi". Ujar Sui dengan putus asa.


"Merepotkan sekali...". Gumam Ferisu dalam hatinya.


"Kumohon jangan benci aku". Ujar Sui memohon dengan muka yang sedih.


"Huft... aku tak membenci mu, hanya saja aku tak suka di peluk secara tiba-tiba begitu". Ucap Ferisu sembari menghela nafas pendek.


Setelah mendengar hal itu muka Sui pun kembali tersenyum. "Kau tak membenciku?". Ujarnya sembari mengelap air matanya. "Jadi kau tak keberatan menikah dengan ku? mouu, Ferisu-kun kamu ini pemalu ya?". Ujar Sui sambil memeluk Ferisu.


Ferisu yang merasa kesal saat di peluk pun berbicara. "Aku berubah pikiran, kurasa aku membencimu". Ujarnya dengan ketus.


"Kenapa?!!". Ujar Sui yang kaget.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE