Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 71


" ya tuhan mereka banyak juga sepertinya mereka sudah menyiapkan untuk penyerangan ini. aku pikir mereka sudah pergi jangan ada yang beritahu mereka bahwa kak edar ke sini " kata gilang, curiga melihat edar diserang oleh banyaknya musuh tapi anak buah edar hanya beberapa.


" kak edar, dion. kalian tidak kenapakan" kata gilang, membantu edar dan dion yang terjatuh karena kena pukulan.


" kami tidak kenapa, istriku dan anak- anak bagaimana ?" edar. " mereka berada di dalam kak" kata gilang.


" tuan sebaiknya kita selesaikan urusan kita disini" kata dion, menghapus darahnya di bibirnya. mereka bertarung menghadapi lawannya.


" uh ternyata mereka banyak juga" keluh gilang. " tuan jangan mengeluh saja, kita harus menangkap mereka dan mencari tahu siapa yang merencanakan semua ini" kata dion.


" kita harus menyelesaikan semuanya dalam sepuluh menit" kata edar, dengan amarah yang memuncak. " baik tuan" seru mereka.


" hei kak jangan bercanda bagaimana kita melawan mereka hanya dalam sepuluh menit" keluh gilang. gilang menghela nafasnya menatap edar yang marah.


" akhirnya selesai juga, cepat kalian bawa mereka" kata gilang. " tuan , mereka bunuh diri" kata salah satu anak buah edar.


" oh ****" kata edar memukul mayat musuhnya." kak sepertinya ada yang dibalik semuanya, orang yang menyuruh mereka pasti meminta agar mereka bunuh diri jika tertangkap" kata gilang.


" pastinya orang itu tidak mau kita mengetahuinya, ayo kita kedalam dan kalian kembali ke markas dan obati mereka yang terluka" kata edar. " baik tuan" seru anak buah edar.


" sayang" teriak edar, ketika dia masuk ke rumah gilang." mas edar, hiks hiks" luna menangis dan berhamburan memeluk edar.


" tenanglah mereka sudah pergi, dimana anak- anak?" edar. membawa luna agar duduk dan memeluknya karena ketakutan.


" daddy, tadi Al fatih melihat banyak orang" kata Alfatih. edar menatap ayu. " maaf kak mereka melihat kalian berkelahi " kata cinta.


" daddy, ini sakit ya" kata Aidyen mengelus pipi edar. edar tersenyum dan memeluka keluarganya.


: mas ada yang terluka" kata cinta, membawa dion. dion memegang pipi cinta dan menggelengkan kepalanya.


" mas luna takut nanti mereka kembali gimana" kata luna gemetaran. " gilang kamu tahu kapan mereka mengikuti keluargaku" kata edar.


" tuan, luna bercerita bahwa mereka mulai mengikuti luna kemaren pagi dan luna melihat mereka ketika luna mengantar sikembar ke sekolah.bahkan mereka juga menunggu di sekolah sikembar esok harinya" kata cinta.


" sayang mengapa kamu tak bilang ke mas" kata edar, mencium kening luna. " luna takut menanggu pekerjaan mas" kata luna.


" kalau begini kamu membuat mas tambah khawatir sayang apapun keadaannya kamu harus bilang ke mas. kalian adalah prioritas bagi mas" kata edar.


" tuan sepertinya tempat ini tidak aman lagi orabg itu pasti kembali menyuruh anak buahnya kembali" kata dion.


" sebaiknya kak kita beritahu kabar ini ke om dan tante agar mereka juga waspada, gilang takutnya mereka juga akan mengawasi kediaman perkasa" sambung gilang.


edar memejamkan matanya luna merasakan kemarahan dari edar. membuatnya diam tapi tiba- saja pandangannya gelap.


edar merasakan yang aneh karena luna melepaskan pelukannya. " sayang, hei bangun, sayang jangan membuat mas takut" kata edar, ketakutan melihat luna pingsan.


" mommy, hiks hiks mommy" kata sikembar menangis disamping luna. " mas ayo kita ke rumah sakit sepertinya luna tertekan" kata ayu, pada gilang.


" baiklah kami akan mengeluarkan mobil, ayo dion " kata gilang. gilang berlarian ke mobil dan dion mengawasi keadaan.


" cinta cepat kamu hubungi mommy dan daddy minta mereka untuk ke rumah sakit. kita harus bicarakan masalah ini" kata edar, menggendong luna ke mobil.


cinta menghubungi orangtua edar dan ayu mempersiapkan barang mereka juga membawa si kembar ke mobilnya.


Dion juga menghubungi orang dikediaman keluarga perkasa untuk membereskan barang tuan dan nyonya besarnya dan membawanya ke rumah sakit