Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episide 62


Mereka masih menikmati cake yang dibuat oleh para suami, sikembar juga menikmati cake rasa pisang karena mereka tidak menyukai rasa strowberry.


" ayo kita perlihatan baju couple yang kita beli di mall, dan kita minta mereka memakaikannya sekarang" bisik cinta.


" tapi pasti mereka capek membuat cake seharian " kata luna. " luna inilah saatnya jika tidak kapan lagi mereka semua berada disini, mereka pasti sibuk esok harinya" kata ayu.


luna menanggukan kepalanya kemudian pergi ke kamarnya. " sayang kamu mau kemana, cakenya belum habis" kata edar.


" tuan, luna hanya mau ke kamar ada yang mau dia ambil" kata cinta. edar menanggukan kepalanya.


tak lama luna keluar dan membawa beberapa paperbag, diberikannya pada ayu dan cinta." sayang itu apa yang kalian pegang?" gilang, menatap curiga.


ayu tersenyum dan memberikannya pada gilang begitu pun dengan edar dan dion. " sayang, mas sudah minta maaf. dan ini untuk apa" kata dion.


" kalian pakai itu nanti malam kita mengadakan acara berbeque, dan ini untuk mommy dan daddy" kata luna, pada mommy farah dan daddy prabu.


" oh terima kasih sayang baju couplenya bagus" kata mommy. baju couple menggambarkan pasangan." kalian juga nembukanya dan dipakai" kara ayi, dengan semangatnya.


edar dan lainnya menghela nafasnya karena baju couple berwarna cerah dan ada tulisan my wife dan my husband. membuat para suami menggelengkan kepalanya sedangkan luna dan lainnya tersenyum.


" nah ayo kita mulai pesta berberquenya pak rudi tolong persiapan semua peralatannya di halanan, kami akan mempersiapkan bumbunya dan minuman ringan" kata ayu.


pak rudi menanggukan kepalanya. " mas edar dan kalian berdua siapkan pemanggangannya" seru luna, pada edar dan kedua sahabat suaminya.


edar dan keduanya hanya bisa menurutinya, mommy farah dan daddy hanya duduk ditemani oleh si kembar. luna tidak membiarkan mereka bekerja.


" cinta ayo kita membersihkan piring dan merapikannya di atas karpet, biar luna yang memgurus minuman ringannya" kata ayu, mengambil karpet dengan bantuan pelayan.


" mas bagaimana?" luna, mencicipi steak yang dibuat edar. edar tersenyum dan nencium luna sekilas. luna hanya bisa cemberut dan meninggalkan edar ke tempat sikembar. edar hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" mas ini piringnya" seru cinta. dion tersenyum dan meletakan sosis yang dia bakar atas piring tidak lupa dia mengacak hijab cinta .


" sayang tolong ambilkan piringnya ayam bakarnya sudah siap" kata gilang, pada ayu. ayu meletakan puringnya dan membantu gilang dalam memberi bumbu ayam bakar.


Alfatih melihat daddynya memanggang steak membuatnya juga ingin mencobanya.


" daddy Al juga ingin mencobanya" kata Alfatih. " sayang ayo duduk sama mommy, nanti Al kepanasan" kata luna, khawatir.


" sayang biarlah Al disini kamu jangan khawatir ada mas yang menjaganya.luna hanya bisa menghela nafasnya.


" luna jangan mencemaskan Al ada edar yang menjaganya, ini pasti ide kalian dengan memberi mereka pakaian couple dengan warna cerah. kalian pasti sudah menduganya bahwa suami kalian terpaksa memakainya hingga kalian pura- pura marah" kata daddy prabu, dengan santainya minum kopi.


luna hanya bisa tersenyum malu sambil memperhatikan Alfatih membantu edar.


" ide kalian ini bagus mereka harus diberi pelajaran sekali- kali, mommy tahu mereka itu dulunya banyak yang menginginkan menjadikan suami .tapi mommy senang karena kalian yang meluluhkan hati mereka" kata mommy.


luna memeluk mommy farah dan permandangan itu tidak lepas dari mereka berada di taman.


setelah selesai memasaknya mereka menikmatinya , karena mommy farah dan daddy prabu tidak boleh memakan daging. makanya luna mempersiapkan ayam bakar untuk mertuanya.