
Delia sangat ketakutan dan tubuhnya gemetaran melihat Edar dengan tatapan seperti akan membunuhny, tapi dia harus berani inilah kesempatan baginya untuk mengambil hati Edar.
" Tuan Edar saya kesini mau membicarakan masalah pekerjaan ketika aku akan menemuimu mereka melarangku untuk menemuimu" kata Delia, dengan menggoda Edar mengayun manja.
Edar yang dipenuhi rasa marah dia lempar tangan Delia dari lengan hingga terjatuh, Fion hanya diam.
" Tuan mengapa mendorongku kabarnya istrimu koma pasti tidak bisa melayanimu, aku bisa melayani dan merawat putrimu" kata Delia, berusaha mendekati Edar.
Tapi sebelum Delia mendekat Edar menasmparnya dengan keras sampai pipinya bibirnya berdaeah.
" Sekali lagi kau membicarakan istriku dan putriku dengan bibirmu akan kurobek bibirmu itu, hingga kau tidak dapat bicara lagi. Sekarang kau pergi dari sini jika aku melihatmu masih disekitar perusahaan ini akan ku habisi hidupmu" kata Edar.
Dengan ketakutan Delia berlarian ketkutan para karyawan berbisik melihat penampiannya yang sudah tidak rapi lagi, bibir yang terluka dan rambut acak-acakan.
" Dasar orang aneh sudah kami bilang tuan Edar tidak mau menemui siapapun tapi dia malah nekat, apa dia berbuat yang buruk pada putrinya bos hingga maya menggendongnya sampai disini" bisik karyawan A.
Delia melihat kearah Maya yang sedang menggendong Anindira sambil bicara dengan temannya. Delia yang sangat malu terus berjalan dan keluar dari Perusahaan Perkasa Group.
" Dion hubungi Maya untuk membawa putriku, beraninya diamemukul putriku lihat saja jika ada terluka sedikit saja di tubuh putriku akan kuhabisi dia" kata Edar, mengepal tangannya.
Taklama setelah Dion menghubungi Maya, dua datang bersama Anindira. " Putri daddy maaf telah meninggalkanmu sendirian" kata Edar, mengimang putrinya.
" Ups maaf tuan putri anda lucu" kata Maya, menutup mulutnya. " Putriku memang lucu, Maya apa ada luka ditubuhnya " kata Edar tanpa menatapnya.
" Tuan tadi saya sempat mengganti popoknya karna basah lalu saya melihat bagian yang dipukul oleh nona Delia merah, saya sudah mengobatinya tuan kebetulan ada Ob yang memiliki bayi jadi dia tahu, Tuan" kata Maya, ketakutan.
" Maya tidak ada yang lain" kata Dion. " Tidak ada tuan sekarang sudah membaik " kata Maya. " Baiklah, Dion kau selidiki wanita itu setelah itu kau tahu apa yang harus dilakukan. Maya kapan rapatnya dimulai" kata Edar, tersenyum melihat putrinya menatapnya.
" Sekitar sejam lagi tuan, saya akan mempersiapkan semuanya, saya permisi tuan dadah nona Anindira" kata Maya tersenyum.
" Sepertinya putri daddy sudah memiliki teman disini, Dion segera lakukan sebelum sikembar datang" kata Edar. " Baik tuan" kata Dion.
Dion segera menyelidiki tentang Delia dan menghancurkan karirnya selain menjadi wakil Perusahaan Pertama Group ternyata dia juga seorang aktris.
Brak. " Sialan kau Edar " kata Delia, menghancurkan isi kamarnya setelah asistennya memberi kabar ada menyabotase namanya hingga tidak ada lagi pihak televisi memakainya bahkan dia juga dipecat setelah Dion mengancam pihak Pertama Group.
" Delia mengapa kau singgung tuan Edar Perkasa, kau tahu sendiri tidak ada yang berani menanggunya" kata asistennya. Akhirnya Delia menceritakan dari awal ketika dia berkunjung ke Perusahaan Perkasa Group sampai kemarahan Edar.
" Delia itu salahmu sendiri bukankah sudah banyak berita menengai kematian Shinta yang berani melukai istrinya tuan Edar, kabarnya dia meninggal dengan menyerikan dan sekarang kau membicarakan istrinya dan melukai putrunya . Aku tidak tahu lagi yang harus ku perbuat Delia aku pulang dulu" kata asistennya.
Seketika Delia duduk lemas dan menyesal atas perbuatannya sekarang karirnya sudah hancur.