
Tin, tin tin
Vino menghentikan mobilnya ketika dihalangi oleh mobil lawan sudah berada di depannya .
" Nyonya anda tidak kenapa" kata Vino, menoleh belakang mengkhawatirkan keadaan Luna.
Luna menggelengkan kepalanya ada ketakuran dalam hatinya, dia menunduk dengan tubuh gemetaran sambil memeluk putrinya, Vino tahu bahwa istri bosnya ketakutan.
" Sepertinya aku harus melawannya sendiri sambil menunggu mereka datang" kata Vino, yang sempat mengirim lokasi mereka pada Edar sebelum mobilnya berhenti. Dia menatap tajam ke depan terlihat sudah banyak lawan yang berdiri di depan mobilnya.
Para penjahat keluar dari mobil sambil senyuman sinis. " Sebaiknya kuhubungi bos bahwa mereka sudah tertangkap dan pasti bos akan merasa senang" kata temannya. mereka tertawa dan menanggukan kepalanya.
anak buahnya menghubungi Nandhu .
" Halo bos mobil mereka sudah berhenti dan sekarang kami sudah menepungnya"
" Bagus sekarang kalian awasi meteka jangan sampai mereka meloloskan diri, aku akan segera kesana" Nandhu merasa senang karena anak buahnya berhasil.
" Abi ayo kita ke sana aku tak sabar melihat Luna ketika melihatku berada disana, pasti dia mwrasa ketakutan" kata Nandhu, merasa bahagia.
Abimana mengikuti sahabatnya dia hanya bisa berdoa agar Nandhu dapat menyadari kesalahannya sebelum terlambat, Abimana yakin Edar pasti sedang mencari keberadaan istrinya.
Edar masih dalam perjalanan mwncari keberadaan Luna dan putrinya, mereka sempat kehilangan jejak signal dari Luna.
" Sial awas aaja mereka melukai istri dan anakku, aku takkan melepaskannya" kata Edar, yang sudah penuh dengan amarah.
Taklama terdengar suara pesan dari HP Dion.
" Tuan, Vino memberi pesan kalau mereka sudah dikepung" kata Dion. Edar sangat maewh mendengarnya sampai dia meninju kursi yang dia duduki.
" Dion, apa Vino sempat memberitahu dimana posisi mereka saat ini" kata Edar.
" Ya tuan Vino sempat memberi posisi mereka sebelum HPnya tak aktif" kata Dion kembali mencoba menghubungi Vino tapi tak aktif.
Edar menanggukan kepalanya tiba saha terdengar syara HPnya berbunyi. Edar melihatnya ternyata Zidan yang menghubunginya pasti sabgat penting.
" Tuan saya sudah menemukan lokasi keberadaan nyonya di dekat taman x, sepertinya ada yang mengawasi mereka dari kejauhan" kata Zidan, mengawasi rekaman CCTV yang telah dua retas.
" Bagus Zidan sepertinya ada orang di balik ini" kata Edar, tersenyum dia sudah menduga ada seorang di balik semua ini.
" Zidan apa kau dapat melihat wajahnya? " Edar. " Tidak tuan wajah mereka tak terlalu jelas karena tertutup kaca.
" Baiklah terus awasi pergerakannya kami hampir sampai" kata Edar, menutup panggilannya
Lokasi Luna.
Vino apa yang harus kita lakukan sekarang? " Luna, ketakutan memeluk putrinya sambil melihat sekitarnya.
" Nyonya sebaiknya tetap tenang didalam saya takin sebentar lagi tuan akan datang, saya akan mencoba melawan mereka. Nyonya tetap diam jangan bukakan pintu untuk siapapun sebelum tuan datang" kata Vino keluar dari mobil.
Luna menanggukan kepalanya jemudia dia mengunci semua pintu dan jendela mobilnya, dia terus berdoa sambil memeluk putrinya beruntung putrinya tidak lagi menangis.
" Sayang kita harus tenang ya, sebentar lagi daddy datang menolong kita" kata Luna, tersenyum melihat putrinya tertawa.
Luna merasa sedikit tenang melihat putrinya tersenyum padanya, kemudian dia melihat Vino sudah di depan mobilnya.
Dari kejauhan Nandhu mengawasi kejauhan mencari kesempatan agar dapat membawa Luna padanya.