Putra Kembarku

Putra Kembarku
Episode 132


Luna, Ayu dan Cinta berada di kantin Rumah sakit mereka baru saja melakukan operasi korban tsbrak lari , Luna sudah dua hari ini mulai beraktifitas di Rumah sakit para dokter dan suster menysmbutnya dengan ramah.


" Luna, sudah lama kita tidak bersama praktek dirumah sakit, Luna kak Edar tidak melarangmu kembali praktek di rumah sakit kan?" Ayu dengan jahilnya.


Ayu sangat mengenal sifat Edar sejak dia berhubungan dengan Gilang mereka juga sering bertemu, apalagi sahabatnya menikah dengan Edar sifat prosesif semakin terlihat.


" Mas Edar sempat melarangku tapi aku terus membujuknya akhirnya mas Edar luluh, aku boleh beraktivitas asal ada bodygoard" kata Luna, tersenyum pada sahabatnya.


Ayu dan Cinta melirik di samping Luna yang tidak jauh dari mereka ada sosok pria dengan dinginnya.


" Bukan itu Vino Ayu sering melihatnya bicara dengan mas Gilang" sekidik Ayu, kembali menatap Luna.


" Cinta baru ingat dia juga yang menangkap wanita itu" kata Cinta. " Jadi" duga mereka. Luna menanggukan kepalanya apa yang difikirkan oleh sahabatnya benar.


" Kak Edar sangat prosesif padamu Luna, hahaha. Tapi pilihan kak Edar tepat Vino sangat ahli dalam bela diri" kata Ayu.


Cinta menanggukan kepalanya sangat mendukung perbuatan Edar, apalagi Luna baru saja mengalami hal buruk.


" Anak kalian bagaimana?" Luna, mengingat sudah lama tidak bertemu anak dari sahabatnya.


" Faiz sangat aktif sampai aku lelah menghadapinya, saat ini dia di rumah bersama pengasuhnya. Mas Dion tak tega melihatku membawa Faiz tiap hari" kata Cinta.


" Putraku Zaky bersama mertuaku mereka baru kembali dari luar negeri, jadi aku merasa tenang jika meninggalkannya" kata Ayu.


Tiba- tiba suster memanggil Ayu.


" Dokter Ayu" panggil suster. Ayu dan launnya menoleh. " Ada apa suster terlihat sangat panik" kata Cinta.


Luna dan Cinta tidak dapat menemaninya karena jadwal prakteknya sudah masuk dan pasien mereka sudah menunggu.


" Suster dimana orangtuany" Ayu, mengobati luka anak itu. " Dia kesini bersama ibunya dokter, ibunya juga mengalami kekerasan dan berada di ruang operasi sekarang dokter Gilang yang menanganinya" kata Ayu.


Ayu menanggukan kepalanya apakah mereka mengalami kekerasan dari ayahnya itu dalam fikirannya.


" Syukurlah lukanya tidak terlalu dalam, untuk sementara biar dia istirahat dulu setelah sadar baru kasih makanan dan obat" kata Ayu.


" Baik dok" kata suster. Ayu kembali ke ruangannya ternyata Gilang berada di sana.


" Sayang, gimana keadaan anak itu?" Gilang. Ayu mencium tangan suaminya. Dia menghela nafasnya.


" Anak itu beruntung mas lukanya tidak parah, mas katanya kamu yang mengoperasi ibunya?" Ayu.


" Mereka beruntung sayang warga tepat waktu menolongnya dan membawa ke rumah sakit, kalau tidak mas tidak yakin dengan keselamatan ibunya" kata Gilang.


" Sekarang keadaannya membaik sayang, operasinya berhasil jika itu yang dikhawatirkan oleh istri mas ini" kata Gilang, mengelus pipi Ayu.


" Entah kenapa ketika melihat anak itu Syu mengingat Luna dan sikembar beberapa wajtu lalu" kata Ayu.


" Sayang sekarang jangan fikirkan bukankah semuanya sudah terselesaikan" kata Gilang. Ayu menanggukan kepalanya.


" Sepertinya aku harus membicarakan hal ini pada kak Edar, apakah mereka sudah menemukan seorang yang menolong Dilla pada waktu itu" Guman Gilang.


Luna dan lainnya memutuskan pulang karena jam prakteknya sudah selesai, dan anak mereka menunggu