Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku

Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku
Keyla Yang Merindukan Mama


...BAB 25...


...Keyla Yang Merindukan Mama...


Setelah memesan cincin. Lyra pun meminta pulang. Selama perjalanan pulang Lyra tak berbicara sepatah kata pun. Bahkan saat di toko perhiasan tadi dia sama sekali tak ikut berkomentar atau memilih ketika pelayan tokonya memperlihatkan berbagai macam model cincin pernikahan pada mereka. Sehingga terpaksa Fadil sendirilah yang memilihnya.


Fadil menarik tangan Lyra yang ingin cepat masuk ke dalam rumahnya. Lyra benar-benar kecewa sekali karna sikap Fadil, ternyata lelaki itu tidak sedewasa yang ia kira selama ini.


Perasaannya jadi takut saat Fadil yang tak bisa mengendalikan amarahnya hanya karna cemburu. Di saat ia melajukan mobilnya dengan kencang dan nyaris saja menabrak kendaraan lain. Lyra sangat marah dan hampir jantungan. Ia ungkapkan rasa kecewanya itu pada Fadil.


"Lyra! Aku minta maaf padamu..."


"Lepas Mas, nanti Ibu bisa dengar kita!" titahnya dengan suara yang pelan tapi tegas.


Lyra takut mengganggu Ibunya karna ia tahu jika jam siang ini, Ibunya sedang beristirahat. Lyra melepas tangan Fadil yang masih mencekal lengannya.


"Aku tidak akan melepasmu sebelum kamu mengatakan sesuatu dulu padaku.." ucapnya, dengan mata berkaca-kaca. Fadil mengeratkan tangannya.


"Apa yang perlu ku katakan lagi? Bukankah aku sudah penuhi setiap keinginanmu dan juga keinginan Ibu. Kita akan menikah lalu apa yang kamu mau lagi dariku? Apa kamu ingin aku tak menemui Keyla lagi? Oke aku siap, aku akan turuti semua permintaanmu? Asal kamu puas, Mas!" tukasnya dengan dada yang naik turun. Mencoba menahan rasa marahnya terhadap calon suami pilihan Ibunya.


Lyra lelah dengan sikap Fadil yang makin kesini watak kerasnya semakin terlihat saja.


Selama menjalin hubungan dengan Raffa dulu, lelaki itu tak pernah sekalipun membentaknya atau bersikap kasar seperti Fadil. Raffa memang pernah menyakitinya dengan berpura-pura mencintainya dan memacarinya. Tapi Raffa tak pernah seperti Fadil yang terlalu keras mengekangnya.


"Aku tahu kamu tak suka aku bersikap begini. Tapi kamu harus tahu jika aku begini, karna aku mencintaimu. Aku cemburu melihatmu dengannya. Aku benar-benar takut kamu akan kembali padanya, Lyra..." ungkap Fadil dengan suara seraknya.


Lyra memalingkan wajahnya kesal. "Harusnya kamu lebih percaya padaku, hubunganku dan Mas Raffa sudah lama berakhir..." ucap Lyra dingin.


"Iya aku tahu makanya itu aku minta maaf padamu Lyra..." ucapnya lagi.


Fadil menunduk dalam, dan mengakui semua kesalahannya. Dirinya sudah membuat Lyra takut karna sikap kerasnya. Fadil semakin khawatir jika Lyra akan meminta membatalkan pernikahannya, walau sudah pasti Ibunya Lyra akan tetap mendukungnya.


"Kamu mau memaafkanku kan? Aku berjanji tidak akan melarang kamu lagi untuk menemui Keyla. Jika kamu ingin menemui Keyla, aku yang akan mengantarkanmu... Tetapi aku tidak ijinkan kamu terlalu dekat dengan lelaki itu lagi..." pintanya.


Lyra bergeming menghela pelan nafasnya. Lalu tak lama Lyra pun mengangguk kecil. "Iya aku sudah memaafkanmu Mas, Terimakasih, akhirnya kamu bisa mengerti..."


Fadil tersenyum lirih, lantas mengusap tangan Lyra. Mengecup lembut punggung tangannya.


Cup


"Aku pulang dulu. Istirahatlah aku tahu kamu capek..." titahnya lembut.


Lyra kembali mengangguk kepala. Lalu masuk ke dalam rumahnya setelah Fadil keluar dari pagar rumahnya dan menaiki mobilnya.


Lyra melangkah gontai masuk ke kamarnya, merebahkan tubuhnya. Lelah hati dan pikiran. Air matanya menetes begitu saja.


Lyra benar-benar tak yakin akan menikah dengan Fadil setelah ia tahu sikapnya yang kasar seperti tadi. Lyra takut sewaktu-waktu lelaki itu berubah sikap lagi. Yang sebentar baik dan sebentar-sebentar kasar.


*****


Keyla menangis sesenggukan, sambil memeluk boneka pandanya yang Lyra berikan dulu.


Malam itu ia mengurung dirinya sendiri dengan mengunci kamarnya, bahkan Keyla menolak makan malam yang Papa dan Neneknya tawarkan.


Raffa dan Ambar tak berhenti mencemaskan keadaan Keyla yang akhir-akhir ini jadi banyak diam. Malas untuk melakukan apapun bahkan makan pun seperti tidak ada selera.


Malam semakin larut tapi Keyla belum juga bisa memenjamkan matanya. Dia melirik meja belajarnya lalu turun dari kasur. Membuka laci meja belajar yang sudah lama tak ia buka lagi. Karna jika ia buka dan melihatnya, dia pasti tak akan bisa menahan rasa sedihnya.


Maka itu, Keyla memang sengaja menyimpan rapat benda yang sebenarnya ingin sekali dia lihat, tapi juga tak ingin tersiksa oleh perasaan rindunya yang tak bertepi.


Dan saat ini Keyla ingin melihatnya lagi. Keyla mengambil sebuah figura foto dan memandanginya sendu. Foto seorang wanita cantik dengan senyuman teduhnya. Senyuman itu nyaris sekali mirip dengan Lyra. Maka itu kenapa, Keyla begitu sangat menyukai Lyra sejak pertama kali bertemu.


Keyla mendekap dan membawa foto itu ke tempat tidurnya.


Keyla semakin memeluk erat foto Mamanya, dengan linangan air mata. Hingga tak terasa mata Keyla menjadi lelah dan akhirnya tertidur.


****


Keesokan harinya. Raffa tengah menunggu Lyra di depan teras rumahnya seraya terus melirik arloji di tangannya, lalu sesekali melihat ke arah pagar rumahnya.


"Apa dia benar-benar akan datang?" gumamnya bertanya, resah. Raffa tak ada pilihan lain selain menghubungi Lyra. Karna ini jamnya sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, itu artinya dia harus segera berangkat kerja.


Sedangkan Lyra yang sudah bersiap akan berangkat ke rumah Nyonya Ambar pagi itu, setelah Fadil mengijinkannya kemarin. Tapi Fadil tak jua datang untuk menjemputnya. Sontak saja ia terkejut karna suara ponselnya berdering nyaring di dalam tasnya.


Bu Rukanda ikut menoleh terkejut ke arahnya. Lyra pun gelagapan setelah tahu jika Raffa yang meneleponnya, sementara itu di sampingnya duduk ada Ibunya.


"Siapa itu nduk? Kenapa tak di angkat-angkat teleponnya? Apa itu Fadil?" tanyanya seraya mengerutkan dahinya.


"Em, i-itu..."


"Cepat di angkat mungkin dia ada urusan penting makanya belum datang jemput kamu!" lontar Bu Rukanda.


Lyra mengangguk ragu. Lalu menempelkan benda pipihnya di telinga kanannya.


"Hallo Mas?" sapanya dengan suara pelan.


["Hallo Lyra, bagaimana apa kamu jadi kesini?"]


"Aku emh...." Lyra melirik Ibunya yang masih memperhatikannya sedang menelepon.


"Iya Mas Fadil, sebentar ya... Nanti aku kirim chat dulu padamu.." alihnya cepat-cepat.


Lyra tak ingin ibunya curiga bahwa yang meneleponnya, sebenarnya adalah Raffa bukan Fadil.


Sementara di sana Raffa juga terkejut saat Lyra memanggilnya Fadil dan langsung menutup teleponnya.


Raffa menghembus nafasnya kasar. Menggeleng kepalanya dengan raut wajah sendu. Sebegitu besarnya rasa benci Bu Rukanda kepadanya.


Bersambung....


...****...


Hai Readers setia...


Sekedar pemberitahuan.


Saya mau ucapkan terimakasih banyak nih, bagi yang sudah mampir dan setia baca kelanjutan ceritanya. Terimakasih juga bagi readers yang udah un-Fav...


Sedih sebenarnya tapi ya mau bagaimana lagi. Mungkin kisahnya tidak sesuai dengan keinginan pembaca atau kurang Seru juga bisa, author ngerti kok. πŸ˜†πŸ˜‚


Mohon di maklum ya. Tapi saya disini juga merasa di rugikan. Karna pembaca yang menurun, peforma karya otomatis menurun juga. Rasanya nggak semangat lihatnya. Author takut kalo level karyanya juga ikut di turunin sama MT/NT.


Yang dari level 5 bisa jadi 4/bahkan 3. Seperti novel author yang 'Kisah Yang Belum Usai' itu makanya jadi malas buat lanjutin ceritanya lagi. Akhirnya gantung deh di tengah jalan.πŸ˜₯πŸ˜₯



Sebelumnya, author kasih tahu dulu bagi readers yang suka baca novel alangkah baiknya pahami dulu sinopsisnya dengan teliti. Kisahnya tentang apa dan menceritakan apa? Dari judulnya saja sudah bisa kita tebak kan?!


Pengasuh Anakku, Mantan Kekasihku. Berarti ini tentang perjuangan Raffa lagi yang ingin meraih cinta Lyra. Bersama putrinya Keyla.


Yuk say enjoy aja bacanya, πŸ™πŸ™πŸ™cerita ini cuma sekedar hiburan... πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Oke, sekali lagi othor ucapin terimakasih banyak yang sudah memberi dukungan berupa like komen dan giftnya. 😍😍😍


Jangan lupa rate ⭐⭐⭐⭐⭐ nya yaaa.. biar aku tambah semangat, karyanya bisa naik level juga+ cuannya tambah banyak. sedih tahu sehari cuma dapat 200 perak di novel ini. Karna pembacanya kabur πŸ˜­πŸ˜‚