
"Kalian benar benar ingin mati"
Geoff benar benar menggeram penuh kemarahan, Pria itu kembali melepaskan serangannya membuat gerbang istana yang tadinya sempat kokoh kini terlihat retak.
Para pelayan yang tidak dapat berkultivasi pergi melarikan diri secepatnya, mereka takut terkena serangan dari pria kejam itu. Namun geoff sepertinya tidak semudah itu membiarkannya dia memberikan serangan pada mereka
Wushhhh
Bughhh
Bughhh
Para pelayan terpelanting cukup jauh, Geoff yang melihat itu terkekeh puas.
"Apa kalian masih membiarkan gadis itu bersembunyi?"
Geoff kembali bertanya dengan sombong, dia melepaskan auranya hingga membuat para prajurit dan pelayan yang ada disana seketika merasa tertekan.
"Tidak ada yang bersembunyi, hanya saja kau yang cukup bodoh sehingga tidak mampu menemukanku"
Semua orang kini mengalihkan perhatian mereka ke sumber suara, dilihatnya kini sosok seorang gadis yang berdiri tidak jauh dari posisi mereka.
Para pelayan dan prajurit yang terkena dampak serangan dari Geoff tampak mencibir kearah Angelina.
"Dia benar benar hanya tau membuat masalah"
"Kau benar, dia kembali belum lama tapi telah membuat masalah dengan kelompok yang begitu di takuti di kekaisaran ini"
"Sudahlah, mungkin dengan menerima balasan dari Tuan Geoff bisa membuat gadis itu berhenti membuat masalah"
Alger yang mendengar itu rasanya ingin memotong lidah mereka, Masalah? Benar benar pelayan rendahan yang tidak tau diri.
"Apakah mereka masih ingin hidup hah, Dengan sekali semburan apiku mereka bisa mati tanpa menyisahkan abu"
Flint juga berkata dengan kekesalan yang mendalam, kini dirinya tengah berada di ruang dimensi milik Angelina bersama dengan Alger. Namun dia tidak bisa bergerak dengan bebas atau melakukan apapun tanpa ijin dari gadis itu.
Angelina hanya diam tidak bereaksi apapun, Hinaan atau cemoohan mereka tidak membuatnya terganggu.
Geoff memperhatikan gadis itu dengan teliti, dia memandangnya dengan penuh ketakjuban, tidak menyangka sosok gadis yang terkenal dengan tidak memiliki kemampuan apapun ternyata memiliki kecantikan yang bisa meruntuhkan kekaisaran.
Dia terpukau
Namun dia cukup tidak senang mendengar apa yang dikatakan gadis itu.
"Gadis bagaimana jika kau ikut denganku, dan menyerahkan Burke mungkin dengan itu pria ini bisa membiarkan orang orang di istana ini selamat"
Geoff tiba tiba menawarkan kesepakatan, Dia fikir membawa gadis itu cukup bisa membuatnya senang terlebih untuk mengisi malam malamnya dikemudian hari, hanya saja dia membutuhkan Burke bagaimanapun pria itu cukup kompeten ketika menjalankan tugasnya, dan untuk para anggotanya yang mati dia rasa itu tidak begitu penting.
"Kau terlalu banyak bermimpi"
Angelina berkata dengan dingin, dia jelas tau apa yang ada dipikiran pria itu saat ini.
Mendengar jawaban dari pria itu membuat Geoff menjadi tidak senang, matanya berkilat dengan ketidak senangan. Dia menyebarkan auranya yang kini berada diranah Kaisar tingkat akhir.
Melihat itu membuat Angelina menyipitkan matanya dengan waspada, perbedaan tingkat pencapaiannya juga membuatnya merasakan tekanan dari aura pria tersebut meskipun tidak terlalu begitu terasa mengingat jika saat ini gadis itu tengah berada di ranah kaisar tingkat awal.
"Perlu kubantu?"
Flint bertanya dari dalam dimensi dengan cepat, dia cukup khawatir dengan keadaan gadis itu.
"Tidak, akan kutangani sendiri"
Jawab gadis itu dengan cepat membuat flint terdiam. Angelina jelas saja tidak semudah itu menampakkan flint dihadapan umum dia tidak ingin naga itu diburu oleh para kultivator hebat sedangkan dirinya masih lemah
"Masih tidak ingin merubah keputusan?"
Geoff bertanya dengan sombong, dia yakin jika gadis itu akan merubah keputusannya.
"Bahkan sampai jika diriku mati, tidak ada yang berubah"
Jawab gadis itu dengan cepat.
Wajah Geoff terlihat menggelap ini pertama kali dirinya di tolak oleh seorang gadis, selama ini tidak ada yang berani menolaknya entah karna gadis itu takut atau alasan apapun dia tidak peduli, dan penolakan yang diterima pada gadis dihadapannya membuat harga dirinya terluka.
"Kau begitu berani"
Geoff berteriak dengan penuh kemarahan, lantas dia membuka telapak tangannya membiarkan energi qi berkumpul di telapak tangan yang kokoh tersebut.
"Wushhhhh"
Sebuah tanaman merambat tampak muncul dipermukaa dengan kecepatan penuh melaju kearah Angelina.
Gadis itu diam dalam posisinya, semua orang menganggapnya bodoh, seolah membiarkan dirinya mati dengan mudah dihadapan musuh, namun pikiran Angelina jelas berbeda, kini lawannya masuk dalam kategori yang kuat dia akan memanfaatkannya untuk mengetes kemampuan fisiknya telah berkembang sampai mana.
Hingga kini tanaman tersebut sedikit lagi menyentuhnya. Geoff yang melihat tersenyum senang namun didetik berikutnya pria itu membulatkan matanya.
Bommm
Dia bertanya dengan keras dengan emosi yang tersulut
"Apa ini?"
Kepalan tinju Angelina saling beradu dengan tanaman tersebut dan menciptakan bunyi yang cukup memekakkan telinga.
Angelina jelas saja tidak bodoh dia tau kekuatan elemen Geoff tidak bisa dia anggap remeh, hingga dia melapisi tangannya dengan kekuatan roh.
Angelina terdorong beberapa langkah kebelakang, Dia tersenyum puas melihat tanaman tersebut kini hancur dan menyisakan debu yang bewarna hijau di udara, Darah segar tampak muncul ditangan gadis itu. Dia tidak masalah dengan lukanya dia fikir kemampuan rohnya yang dia pelajari beberapa hari ini mulai berkembang meski belum terasa kuat dan masih banyak kesalahan.
Alger dan Flint tampak terdiam beberapa waktu, dia tidak menyangka jika Angelina akan mengambil tindakan yang beresiko besar dan cukup gila jika mereka fikirkan. Bayangkan jika kemampuan roh gadis itu tidak cukup menahan serangan dari Geoff sudah dipastikan tubuh Angelina akan hancur tak bersisa.
"Gadis gila"
Batin Alger dan Flint yang tampak menggelengkan kepala mereka dengan menatap gadis itu dengan ngeri.
Semua orang bereaksi sama seperti Binatang ilahi tersebut, tidak menyangka jika Angelina akan mengambil tindakan yang beresiko.
"Sekarang giliranku"
Gadis itu berkata dengan datar dan senyum tersungging di bibirnya, namun bukannya terlihat indah senyum itu lebih terlihat mematikan dan mampu membuat punggung semua orang terasa meremang.
Angelina mulai membuka tangannya, hingga secara perlahan cahaya biru mulai terlihat ditangan gadis tersebut.
Geoff menjadi waspada melihat hal itu, kini dia merasa gadis itu tidak sesederhana yang terlihat.
Sedangkan dari arah lain tampak kaisar Alison dan panglima choyu datang dengan tergesa gesa, tadinya panglima choyu ingin mengatakan sesuatu pada kaisar Alison namun dalam perbincangan mereka seorang prajurit memberi laporan jika kelompok lotus menyerang kekaisaran, Kaisar Alison dan panglima choyu jelas saja terkejut dan tampa membuang buang waktu mereka mengumpulkan pasukan dan bergerak cepat menuju gerbang istana
Namun setibanya mereka disana mereka membulatkan mata ketika melihat Angelina yang kini sedang melawan Geoff. Rasa khawatir seketika membelenggu di hati kaisar Alison. Namun belum sempat pria paruh baya itu membuka mulutnya suara Angelina terdengar.
"Menjauhlah jika kalian tidak ingin terkena dampaknya!"
Gadis itu berusaha memperingati semua orang yang kini berdiri dari jarak yang cukup dekat.
Kaisar Alison yang melihat itu jelas saja merasa terkejut, dia kemudian mengintruksi para pelayan dan prajurit miliknya untuk menjaga jarak.
Dari gerakan tangan gadis itu, Dia jelas tau teknik yang akan digunakan oleh Angelina, dia pernah melihatnya namun bukan pada Angelina tapi permaisurinya, yang pada saat itu menggunakan teknik tersebut ketika melawan para pemberontak yang mengepung istana, dia tau bagaimana mengerikannya teknik itu.
Geoff yang menyadari perubahan disekelilingnya seketika merasa sesuatu yang buruk.
Angelina tersenyum tipis, dia kemudian menggerakkan tangannya menciptakan array untuk mengepung kelompok tersebut. Geoff semakin panik saja, dia berniat untuk pergi namun seperti ada sebuah dinding kokoh yang mengelilingi mereka.
"Apa yang akan kau lakukan ha"
Dia berteriak dengan penuh kemarahan yang bercampur rasa takut pada gadis dihadapannya. Dia mencoba melepaskan serangannya untuk menghancurkan pembatas tersebut, tapi tidak peduli seberapa kuat serangannya itu tidak memberi dampak apapun, Array tersebut masih berdiri dengan kokoh tanpa adanya kerusakan.
"Terlalu terlambat untuk kabur"
Angelina berkata dengan smrik dibibirnya, dan disaat gadis itu membuka telapak tangannya puluhan pedang yang bewarna biru terlihat melayang diatas sana. Dan dengan satu gerakan pedang tersebut mulai bergerak kearah Geoff dan kelompoknya.
Dan dalam hitungan detik teriakan mengerikan memenuhi telinga semua orang.
Puluhan pedang menyerang mereka tanpa henti, tidak peduli tubuh mereka yang berdarah pedang tersebut menyerang mereka tanpa henti seolah menusuk habis hingga tubuh tubuh tersebut tidak berbentuk.
Dan
Crasshhhhhhhh
Array tersebut pecah, darah dari kelompok Lotus hitam menyembur kemana mana, bahkan tidak sedikit orang terkena darah tersebut.
Hadiahnya dong hehehehehehe
Salam cinta untuk kalian, semoga suka dengan bab ini