
Alger merasa angelina menembus sebuah array yang cukup kuat dipintu goa, Dia tentu saja terkejut dibuatnya, Dan disaat dirinya digeluti dengan pertanyaan bagaimana bisa angelina menembus tempat yang telah terpasang array tersebut, Kini bulu kucing ilahi tersebut terasa meremang merasakan energi energi yang begitu kuat.
"Ada apa ini?"
Dia bertanya dengan terkejut setengah mati"
Angelina terus menjelajahi isi gua tersebut tanpa mempedulikan Alger yang tampak terkejut akan sesuatu yang bahkan dirinya tidak tau apa itu.
Gadis itu lebih tertarik dengan isi gua, Dengan cahaya bulan yang cukup terang seolah mampu mempermudah dirinya untuk melihat lebih jelas terhadap sesuatu yang ada dihadapannya.
Kretakkk
Kretakkk
Angelina sedikit terkejut ketika mendengar suara nyaring yang berasal dari kakinya. Gadis itu tampak menjongkok untuk melihat apa yang dia injak, Hingga mata gadis itu tampak membulat ketika menyadari banyak tulang manusia yang telah rapuh yang berserakan didalam gua.
Angelina lantas berdiri dari posisinya, Bukan karna takut gadis itu malah semakin penasaran dengan alasan mengapa ada banyak tulang manusia di dalam gua ini.
Entahlah apa yang terjadi pada Alger dimana kucing itu kini tidak lagi bersuara, Namun Angelina hanya berfikir jika kucing itu sudah tertidur dilarut malam ini.
Setelah memeriksa sekitar dan tidak mendapatkan apapun Angelina ingin berbalik untuk keluar dari gua itu, Namun matanya tertuju pada sebuah benda yang cukup asing yang tampak menempel di dinding tembok dengan sempurna.
Gadis itu dengan cepat mendekati tembok lalu mengambil benda tersebut, Dan kini dilihatnya sebuah benda berbentuk piringan giok yang memiliki ukiran yang cukup unik namun sulit dia pahami.
"Itu adalah beast Jade"
Seru alger dengan tiba tiba hingga membuat Angelina sedikit terkejut dibuatnya.
"Ada apa dengan reaksimu itu, terlalu berlebihan"
Angelina berkata dengan datar.
"Kau harus menyimpan itu dengan baik jangan biarkan beast itu dimiliki oleh orang lain"
Ucap Alger kembali yang seolah tidak peduli dengan apa yang dikatakan Angelina padanya
"Alasannya?"
Gadis itu bertanya dengan penasaran, Namun tetap mengikuti saran dari Alger dimana gadis itu menyimpan giok yang baru dia dapat itu dibalik pakaiannya.
"Giok itu tidak seperti giok pada umumnya, Meskipun giok yang memiliki kekuatan sudah cukup banyak didengar namun giok yang kau dapatkan tadi memiliki kekuatan hitam yang jauh lebih hebat dan tidak akan pernah kau bayangkan"
Jelas Alger kemudian dengan antusias.
Angelina larut dalam lamunannya beberapa waktu, Gadis itu tidak menimpali perkataan Alger yang begitu menanti reaksinya, Dan seperti biasanya Alger harus menelan harapannya itu karna Angelina tidak bereaksi apapun.
Tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh Alger, Angelina tampak berjalan kearah keluar goa tersebut. Kini dilihatnya kuda yang dia tunggangi telah bergerak dari posisinya tadi, sepertinya kuda itu telah melampiaskan rasa hausnya.
Angelina mendekati kuda tersebut, kemudian mengelusnya kepalanya secara perlahan, Kuda itu terlihat menikmatinya.
"Mari melanjutkan perjalanan"
Gumam gadis tersebut.
Namun saat Angelina berniat naik dikuda tersebut, Ia merasakan sebuah getaran pada tanah yang kini dia pijak. Dia mengerutkan keningnya.
"Apa yang terjadi?"
Gumam Anggelina ketika merasa getaran itu semakin hebat saja.
"Sepertinya ada yang datang"
Itu adalah suara Alger dan bisa Angelina rasakan jika kucing tersebut terdengar panik.
Dan selang beberapa saat seekor naga dengan bewarna keemasan terlihat keluar dari gua yang dimasuki Angelina tadi, Naga itu terlihat berkilau bagaikan emas namun matanya terlihat begitu merah dan bisa memancarkan kemarahan yang begitu mendalam.
Sosok naga itu memandang Angelina dengan penuh kemarahan.
"Seperti biasa manusia selalu bersikap begitu rendah mengambil barang yang bukan miliknya"
Sedangkan Angelina tidak menunjukkan reaksi apapun, Gadis itu tetap berdiri dalam posisinya tanpa bergerak sedikitpun.
"Kau bisa memberikan solusi?"
Gadis itu bertanya pada Alger
"Kita hanya bisa lari"
Cicit Alger, kucing tersebut merasa tertekan dengan aura yang cukup kuat dari naga yang kini berhadapan dengan Angelina
"Kau memberi saran yang tidak berguna, Aku heran kenapa ibuku mengandalkanmu untuk membantuku"
Ejek gadis itu kemudian.
Dia rasa tidak ada gunanya untuk berlari, Melihat sosok dihadapannya bagaimanapun cepat dirinya berlari naga itu akan tetap mendapatkannya. Dan Angelina fikir kini dia tidak punya pilihan lain selain menaklukkan naga dihadapannya. Dia tidak akan menyerahkan nyawanya semudah itu dengan adanya mimpi ibunya yang perlu dia wujudkan.
Gadis itu memandang naga dihadapannya dengan teliti, Dia beradu tatap dengan naga tersebut beberapa waktu.
"Berikan benda yang kau ambil di gowa itu padaku"
Naga tersebut berkata dengan penuh kesombongan, Dia adalah naga surgawi yang begitu ditakuti, Disegani bahkan di buru di dunia ini, Namun belum ada satu orangpun yang berani menaklukkannya, Hingga hal tersebut memicu sifat kesombongan dari sang naga.
"Atas dasar apa kau memerintahku? Dan aku tidak memiliki hak untuk menuruti perintahmu"
Angelina berkata tak kalah sombongnya, Sehingga memicu kemarahan luar biasa dari naga tersebut.
Alger terlihat menganga di tempat yang berbeda tak pernah berfikir bagaimana Angelina membalas perkataan seekor naga ilahi dengan begitu angkuh. Dia meneguk ludahnya kasar berharap jika dirinya dan majikannya itu diberi umur yang cukup lama.
"Bagaimana jika kau memberikan giok itu padanya, Kita akan memikirkan bagaimana mengambilnya kembali nanti"
Usul Alger kemudian, Dia fikir hanya itu satu satunya cara agar kembali aman saat ini, Bagaimanapun Angelina harus mengikuti pertemuan yang begitu penting.
"Aku tidak menyangka bagaimana bisa ibuku memberimu amanat untuk mencapai tujuanku, Bahkan kau seperti pengecut memintaku lari"
Sinis Angelina, Alger jelas saja tidak terima hanya saja dia berfikir saat ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat.
"Giok itu adalah milikku, Manusia rendahan sepertimu tidak pantas menyentuhnya"
Sang naga menggeram penuh amarah. Ini baru pertama kali dia menghadapi orang manusia yang bersikap sombong kepadanya, Apakah manusia itu tidak tau siapa dirinya?
"Bagaimana jika kau membuktikannya"
Tantang gadis itu tanpa rasa takut, sedangkan Alger semakin ketar ketir dibuatnya.
"Untuk apa aku membuktikannya"
Naga itu benar benar kehilangan akalnya
"Maka bagaimana jika aku mengatakan jika giok ini adalah milikku"
"Omong kosong"
Sentak naga itu yang kini kesabarannya benar benar telah habis
"Kau benar benar menguji kesabaranku manusia rendahan, Maka terimalah akibat dari kesombonganmu"
Teriak naga itu dengan penuh kemarahan, Dia kemudian menyemburkan apinya namun dengan sigap Angelina menghindar.
Dan entah mengapa perasaan aneh muncul dari diri Angelina, Tangannya bergerak meraih giok yang dia temukan tadi.
"Jika kau memang ditakdirkan untukku, Maka bantu aku menaklukkan naga sombong itu"
Batin Angelina
Dan entah apa yang terjadi, Dan bagaimana bisa terjadi selanjutnya, Giok ditangan Angelina terlihat memancarkan samar sama cahaya yang diiringi asap bewarna keunguan membuat naga tersebut terbelalak dibuatnya.