
Dan keesokan harinya, dikediaman teratai tampak seorang gadis cantik yang kini masih berkelana di alam mimpinya.
Para pelayan dari kekaisaran Beldic terlihat sibuk menyiapkan segala kebutuhan gadis yang masih tertidur tersebut. Semua itu tentu saja atas perintah mutlak dari seorang pangeran mahkota beldic yakni pangeran Charles. Melihat adik kesayangannya datang tidak membawa pelayan membuat dirinya tanpa ragu memerintahkan sebagian pelayan miliknya untuk melayani adiknya tersebut.
Suara yang samar samar terdengar seperti keributan membuat gadis itu perlahan membuka matanya. Pandangan pertama gadis itu tertuju pada jendela yang kini mulai memperlihatkan sinar matahari yang membuatnya mengerti jika ini telah pagi.
Angelina perlahan bangkit dari posisinya, dan tampak lima pelayan mendekat kearahnya dengan tergesa gesa.
"Maafkan kami jika kami membuat tidur anda terganggu putri"
Mereka menundukkan kepala dengan perasaan takut.
"Apa kakak Charles yang menyuruh kalian kemari?"
Gadis itu menebak, Pelayan pelayan itu menganggukkan kepala mereka.
Angelina menghela nafasnya pelan, gadis itu tampak memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, Dia tentu saja tidak menyukai orang orang yang masuk kekamar miliknya tanpa izin darinya, Bahkan hanya lusi yang berani masuk kekamar miliknya itupun atas izin darinya. Namun Angelina memilih untuk membiarkannya kali ini lagi pula dia tidak mungkin menolak perlakuan baik dari kakaknya itu bukan
"Tidak masalah, lanjutkan perkejaan kalian"
Ucap Angelina kemudian
"Putri pakaian anda telah siap, Air hangat untuk ada juga telah disediakan, Apakah ada sesuatu yang anda butuhkan lagi?'
Salah satu dari pelayan tersebut bertanya, Mereka jelas saja tidak mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai oleh gadis dihadapan mereka, Dan tentu saja mereka tidak ingin membuat kesalahan yang berimbas kepada mereka yang akan mendapatkan kemarahan dari pangeran Charles
"Bawakan sarapan untukku, Aku akan sarapan setelah membersihkan diri"
Ucap gadis tersebut yang kemudian berlalu dari sana.
Di kekaisaran Beatrice
Tampak seorang wanita paruh baya bergerak masuk kedalam suatu kediaman yang terlihat begitu sunyi tidak menunjukkan tanda tanda aktifitas para penghuni dari kediaman tersebut
Wanita tampak mengamati sekelilingnya lebih dulu dengan hati hati, Kemudian mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman tersebut.
Pelayan yang datang bersama wanita itu terlihat menunjukkan jalan dengan obor ditangannya.
Wanita tersebut adalah selir Norah yang kini berjalan masuk disebuah kediaman tempat tentara bayaran yang begitu terkenal dikekaisaran Beatrice. Wanita itu menatap sekelilingnya dengan hati hati, hingga kini dihadapannya terdapat sebuah tangga yang ujungnya membawa dirinya ketempat kediaman asli dari tempat tersebut.
Selir Norah sempat membelalakkan matanya, Melihat banyaknya wanita dibawah sana yang tampak melayani para pria yang dia yakini sebagai orang orang dalam organisasi lotus hitam.
"Ayoyo kau sudah datang yang mulia selir"
Salah satu pria yang berbadan gempal yang menyadari keberadaan selir Norah tampak mengembangkan senyumnya seolah melihat kumpulan koin emas dihadapannya, Pria itu lantas mengibaskan tangannya meminta wanita yang bergelayut manja di tangannya untuk pergi dari sana.
Selir Norah hanya tersenyum tipis dia terlalu jijik dengan situasi yang kini ada didepan matanya.
"Aku akan mengatakan tujuanku kemari"
Ucap selir yang langsung pada intinya
Pria berbadan gempal tersebut terlihat tersenyum tipis
"Lalu siapa target anda saat ini?"
Pria tersebut juga bertanya dengan cepat
"Tentu saja putri mahkota tidak berguna itu"
Jawab selir Norah tanpa ragu, Dan pria berbadan gempal tersebut bisa melihat hasrat membunuh dari mata wanita itu.
"Saat ini dia sedang melakukan perjalanan ke kaisaran Barney, Lakukan secepatnya karna gadis itu akan kembali kekaisaran Beatrice hari ini"
Jelas selir Norah kembali
"Lalu bagaimana dengan bayarannya?"
Pelayan yang memahami kode dari junjungannya itu segera berjalan kearah depan, Dengan meletakkan sekantung koin emas di meja yang ada dihadapan pria itu.
"Anggap itu sebagai uang muka, Aku tidak akan tanggung tanggung memberi kalian bonus jika kalian bisa melenyapkan gadis itu tanpa jejak"
Senyum merekah terlihat di bibir pria berbadan gempal tersebut, Dengan penuh semangat dia meraih sekantung koin emas yang ada dimeja tersebut.
"Jangan mengecewakanku"
"Tentu saja, Tunggu dan terima kabar baiknya dari kami"
Jawan pria itu dengan yakin
Setelah merasa urusannya telah selesai, Selir Norah memutuskan untuk kembali keistana dengan secepatnya, dia harus kembali sesegera mungkin karna takut kaisar Alison akan mencurigainya karna pergi terlalu lama sedangkan dirinya beralasan pergi untuk bertemu teman lamanya yang sudah lama tidak bertemu.
Dikekaisaran Barney
Angelina tampak menatap kedua paruh baya dihadapannya dengan heran. Namun satu hal yang dia yakini salah satu darinya adalah seorang permaisuri yakni dengan balutan jubah kebesaran yang dia gunakan berwarna merah dan keemasan.
"Hormat hamba kepada permaisuri Maribel dan permaisuri Briana"
Gadis menundukkan sedikit kepalanya.
Kedua wanita paruh baya yang sibuk dengan perbicangan mereka kini mengalihkan perhatiannya pada sosok Angelina yang kini telah siap dengan hanfu biru laut dengan sedikit aksesoris dikepalanya. Tentu saja itu bukan hanfu yang dia bawa melainkan permaisuri Briana yang menyiapkan dan memaksa dirinya untuk mengenakannya.
"Ohh astaga kau benar Briana, Dia benar benar secantik ibunya"
Permaisuri Maribel menatap penuh kagum pada Angelina yang terlihat begitu cantik sama seperti permaisuri Bella dulu yang dikenal dengan bunga genius dari kekaisaran Beatrice.
"Tentu saja, Aku tidak mungkin berbohong"
Timpal permaisuri Briana yang terkekeh melihat reaksi dari sahabatnya itu.
"Kemarilah nak, begini permaisuri Maribel ingin mengajak bibi untuk makan bersama sebelum rapat, Bagaimana jika kau menemani bibi untuk ikut makan bersama"
Ucap permaisuri Briana yang kemudian berjalan mendekati Angelina dan menggaet lengan gadis tersebut dengan manja.
"Sepertinya tidak bibi, Bagaimana kalau bibi mengajak kakak Charles saja"
Angelina berusaha menolak dengan sopan.
Namun permaisuri Briana tentu saja tidak akan berhenti membujuk gadis itu.
"Ayolah nak, Kau jelas tau jika Charles begitu kaku dengan bibi"
"Ayolah Angelina, Lagipula ini hanya akan makan bersama kasian dengan bibimu"
Permaisuri Maribel turut membantu sahabatnya itu agar keinginannya segera terwujud.
Dan dengan berbagai bujukan membuat Angelina terpaksa menyetujui keinginan bibinya itu.
Saat ini mereka tengah berjalan menuju sebuah ruang makan yang biasa digunakan oleh keluarga inti istana. Semua para pelayan dan prajurit yang melihat kedatangan mereka bertiga tampak menunduk dan memberi hormat.
Ketika sampai ditempat yang mereka tuju, Tampak kasim yang melihat kedatangan mereka segera mengumumkan kedatangan permaisuri Maribel
"Yang mulia permaisuri memasuki ruangan"
Sedangkan didalam ruangan tersebut
Terdapat kaisar Hedley, Putra mahkota Jesse, pangeran Dean, kaisar Hugo, pangeran Charles yang tengah menunggu sosok wanita wanita yang begitu berharga bagi mereka.
Namun begitu kasim mengumumkan kedatangan wanita yang mereka tunggu, membuat mereka mengalihkan perhatian mereka ke arah pintu.
Angelina yang berjalan masuk dengan diapit kedua wanita paruh baya itu hanya bisa pasrah, Dan ketika dia masuk kedalam ruangan tersebut kini matanya tertuju pada seseorang, dan untuk beberapa saat netra biru laut miliknya bertubrukan dengan netra merah seorang pria yang ada disana.
"Dia"