Pembalasan Putri Mahkota Beatrice

Pembalasan Putri Mahkota Beatrice
kembali


"Dan untuk pertanyaan yang mulia kaisar, Bagaimana saya mengetahui jika sungai tersebut dangkal, itu karna dari penjelasan pangeran Charles yang mengatakan jika sungai itu lebar tapi tidak mampu menampung hujan, dan alasannya karna sungai itu dangkal"


Hening


Tidak ada seorang pun yang mengeluarkan suaranya beberapa waktu.


Prok prok prok


Permaisuri Maribel berdiri dari kursinya tanpa ragu, Dia menepuk tangannya memberi apresiasi pada sosok gadis yang saat ini berdiri dihadapan sana tanpa rasa takut sedikitpun, Pilihannya tidak salah, Dia gadis yang tepat untuk berdiri disamping putranya suatu saat nanti, Gadis dengan pola pikir yang luas, Kini dia bertekat dan semakin bersemangat menjadikan gadis itu sebagai menantunya kelak tidak peduli rintangan atau hambatan yang terjadi di masa depan, Hanya satu yang dia inginkan, Yakni putri mahkota dari kekaisaran Beatrice itu harus menjadi menantunya.


Dan beberapa detik kemudian, suara tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan tersebut.


Kaisar Hedley tersenyum lebar, Kini dia yakin pilihan istrinya itu benar benar sempurna, dia baru kali ini menemukan gadis yang usianya masih muda namun analisahnya dalam menghadapi suatu masalah begitu hebat. Dia kagum dengan gadis itu, Dan kini dia percaya jika kelak gadis itu akan tumbuh dan berkembang sama seperti ibunya, permaisuri Bella.


"Karna saran dari putri Angelina begitu luar biasa, Maka akan dilakukan sesegera mungkin, Dan karna usulan dari putri Angelina begitu luar biasa maka kaisar ini akan mengabulkan permintaan dari putri Angelina sebagai penghargaan dari kaisar ini, maka katakanlah tanpa ragu"


Ucap kaisar Hedley kemudian dengan penuh semangat.


"Terima kasih atas kemurahan anda, Tapi hamba tidak menginginkan apapun"


Tolak gadis itu dengan sopan, Karna sejujurnya dia tidak memiliki keinginan apapun, Dirinya membuat usulan hanya karna kaisar Hedley menyebut namanya, tentu saja dia tidak akan menolak bukan.


"Ahh tidak perlu terlalu berburu buru, Kau bisa memikirkannya dilain waktu, Jika telah yakin kau baru bisa memberitahuku"


Timpal kaisar Hedley kemudian.


Dia fikir gadis itu akan meminta ditunangkan dengan putranya, Bukankah para gadis biasanya seperti itu, Melakukan sesuatu yang terpuji agar bisa mendapatkan imbalan terutama jika bisa menjadi permaisuri kelak. Dan kaisar Hedley juga mengira jika gadis itu akan meminta hal yang sama, Namun jangankan meminta sesuatu gadis itu bahkan menolaknya.


"Baiklah jika itu keinginan yang mulia kaisar"


Ucap Angelina kemudian, Lagi pula ini bukan sesuatu yang buruk yang mungkin saja kedepannya dia membutuhkannya.


Gadis itu kembali dalam posisinya.


"Aku tidak menyangka jika adikku sehebat ini"


Puji pangeran Charles dengan sungguh sungguh namun terdengar menggoda ditelinga Angelina.


"Kurasa hanya kakak Charles yang tidak menyadari kepintaranku"


Ucap Angelina yang berusaha menimpali ucapan dari pria tampan tersebut.


Angelina jelas saja merasa acuh, dia merasa tidak mengenal gadis itu lalu untuk apa dia memikirkannya. Namun berbeda dengan gadis yang memperhatikan Angelina tadi dia tampak mengepalkan tangannya, Gadis itu adalah Letizia, Dia menatap Angelina dengan penuh kecemburuan, Dia jelas tau jika kaisar Hedley terlihat tertarik dengan gadis itu, itu berarti Angelina kini memiliki dua pendukung yang cukup berpengaruh kedepannya.


Tangan gadis itu saling meremas dibalik lengan bajunya. Ada rasa takut yang menghantam hati gadis itu takut dengan kemungkinan kemungkinan terburuk yang kini telah bersemayang di otaknya, dia takut jika kelak Jesse pria impiannya juga tertarik pada Angelina dimana itu menjadi akhir dari perjuangannya selama ini, dia tidak ingin itu terjadi hanya Jesse dan hanya Jesse lah yang pantas menjadi pendampingnya kelak.


Sedangkan pria yang tengah berada di fikiran Letizia kini tampak melirik sedikit kearah Angelina, Dimana gadis itu terlihat saling berbisik dengan pangeran Charles dimana dengan percakapan mereka gadis itu sesekali tersenyum tipis.


Jesse tergelak dibuatnya, dia fikir hanya dia yang cukup pelit tersenyum ternyata gadis itu cukup sama.


Kagum? Tentu saja, gadis itu terlihat seperti memiliki wawasan yang luas dengan cara menganalisis dengan begitu baik, mungkin jika wanita dengan tingkat kultivasi ada banyak wanita yang bisa memilikinya, tapi gadis dengan wawasan yang luas sangat jarang di temukan selama ini.


Dia tertarik? Tentu saja.


Dia rasa gadis itu kini terlihat begitu sempurna dimatanya, Kecantikan yang dimiliki gadis itu bisa menghancurkan kekaisaran, Memiliki wawasan yang luas, dan satu hal yang dia tau jika gadis itu saat ini memiliki naga flint sebagai hewan kontraknya? Bukankah itu terlalu sempurna? Ya dia adalah pria yang tidak sengaja melihat Angelina menaklukkan naga flint saat dia kembali dari daerah selatan untuk kembali mengecek kondisi daerah tersebut. Namun dalam perjalanan pulang dia benar benar terkejut dimana dia melihat seorang gadis yang masih berada di ranah yang cukup rendah bisa menaklukkan seekor naga ilahi. Bukankah itu terasa begitu mustahil?


Jesse tersenyum tipis dimana sakin tipisnya tidak ada yang menyadarinya.


Setelah rapat selesai Angelina memutuskan untuk segera kembali kekaisaran Beatrice. Kini gadis itu tengah berada di depan gerbang istana, dengan kaisar Hedley, Kaisar Hugo, permaisuri Briana, permaisuri Maribel, pangeran Charles dan pangeran Dean yang turut mengantar gadis itu.


"Berhati hatilah, Jangan lupa untuk sering mengirim surat pada bibimu ini"


Teriak permaisuri Briana pda Angelina yang saat ini tengah berada diatas sebuah kereta istana.


Sebelumnya kaisar Hedley berniat mengantar gadis itu sampai kekaisaran Beatrice, namun gadis itu menolak berkata dia meninggalkan kuda miliknya di hutan dan kuda tersebut sedang terluka, dan dia tidak akan meninggalkannya, Hingga kaisar Hedley memilih menyerah dan membiarkan gadis itu, Baru kali ini dia tidak bisa menolak permintaan orang lain, meski dia sendiri tidak tau apa alasannya.


"Tentu"


Angelina menjawab dengan singkat, dengan senyum tipis di bibirnya namun terlihat begitu manis.


"Jangan ragu untuk memberitahu pada paman jika kau tidak diperlakukan adil oleh laki laki itu"


Kini kaisar Hugo yang berteriak kearah Angelina


"Tentu saja aku tidak akan ragu, Tapi ku rasa sebelum pria itu melakukan apapun padaku dia telah kehilangan tangannya"


Gurau Angelina, Namun tidak bagu orang lainnya mendengarnya, mereka benar benar terkejut dimana angelina mengatakannya begitu terang terangan, bukankah perkataannya sama saja berniat mencelakai seorang kaisar. Namun Angelina seolah tidak peduli dengan itu, baginya perkataannya tidak ada yang salah, bukankah ketika tidak ingin mendapatkan karma buruk maka jangan juga melakukan perbuatan buruk, setiap apa yang dilakukan didunia ini memiliki hukum timbal balik, dan gadis itu percaya dengan itu.


"Tetaplah sendiri sampai putra bibi ini menjadi seorang kaisar"


Kini permaisuri Maribel yang berteriak dengan cukup kencang. Hanya itu yang dia harapkan dimana gadis itu tidak akan menerima lamaran dari pria lain sebelum putranya menjadi seorang kaisar kelak. Angelina hanya tersenyum tipis tidak menanggapinya dengan perkataan apapun, hingga kereta yang dia tunggangi itu perlahan bergerak menjauh dari istana kekaisaran Barney