
Angelina turun dari kuda miliknya, kemudian menyeret kembali tubuh Burke menuju tempat yang ingin dia tuju saat ini.
Para pelayan yang menyaksikan hal itu tidak bisa untuk tidak berteriak histeris, Bahkan di antara mereka ada yang memuntahkan isi perut mereka ketika melihat kondisi Burke yang memiliki banyak luka yang mengerikan ditubuhnya.
Angelina tidak peduli dia terus membawa langkahnya, Sedangkan burke saat ini benar benar kehilangan tenaganya bahkan untuk berteriak dan bersuara pun kini dia telah lelah. Dalam hati dia benar benar meruntukki kebodohannya dimana dia memilih untuk menjalankan misi ini yang berujung untuk mencabut nyawanya sendiri.
Jika saja dia bisa mati saat ini dia akan menerimanya dengan lapang dada, tapi sepertinya gadis itu tidak membiarkannya mati semudah itu, terbukti Angelina membuatnya meminum sebuah air yang entah air apa itu, dan membuatnya heran adalah air itu tidak memiliki rasa apapun hanya seperti air minum pada umumnya. Dan kini dia yakin air tersebut bukanlah air minum pada umumnya melainkan suatu ramuan yang bisa membuat orang bertahan sekalipun mengalami siksaan yang begitu mengerikan.
Dan lihatlah sekarang, dimana luka yang dia dapatkan seharusnya dia telah mati tapi sepertinya tidak semudah itu, kini dia menatap Angelina yang berada didepan sana dimana gadis itu tampak begitu mengerikan dimatanya, bahkan gadis itu bisa menentukan kapan orang tersebut akan mati sesuai keinginannya.
Angelina membawa langkahnya masuk kedalam kediaman selir Norah. Prajurit yang bertugas menjaga kediaman tersebut tidak bisa menahan gadis itu masuk. Mereka tentu saja tidak ingin menjadi korban selanjutnya bukan
"Panggilkan wanita sialan itu untuk keluar"
Perintah Angelina dengan datar.
Pelayan yang ada disana dengan cepat mengangguk kemudian dengan tergopoh gopoh pergi dari sana.
Sedangkan didalam kediaman tersebut, Tampak selir Norah yang begitu menikmati kegiatannya, dimana saat ini dia tengah berbaring dan menerima pijatan untuk membuat tubuhnya rileks, tubuh wanita itu hanya berbalut kain putih tipis saat ini.
Brukkk
Selir Norah mengerutkan keningnya menatap pelayan miliknya yang kini tiba tiba berlutut dihadapannya.
"Ada apa?"
Dia bertanya dengan heran, Lantas wanita itu bangun dari posisinya kemudian memperbaiki pakaian yang sedikit terlihat kusut.
"I i itu putri Angelina berada diluar dan ingin menemui anda"
pelayan itu berkata dengan terbata bata rasa takutnya seolah membuat mulutnya kesusahan untuk berbicara
Selir Norah membulatkan matanya ketika mendengar itu, Dia fikir bukankah seharusnya gadis itu telah mati ditangan kelompok pembunuh bayaran yang dia bayar. Tapi bagaimana mungkin.
"Apakah kau yakin jika dia adalah gadis sialan itu?"
Selir Norah bertanya untuk memastikan, dan ketika pelayan tersebut menganggukkan kepalanya, mata Selir Norah berkilat penuh kemarahan dengan tangan terkepal dengan rasa amarah yang menggebu gebu didadanya Dia keluar dari kediaman miliknya.
Dan ketika dia baru saja melangkah kakinya keluar dan belum mengatakan apapun, dia benar benar terkejut ketika sebuah tubuh menggelinding dan mengenai kakinya.
"Arghhhhh"
Selir Norah berteriak dengan rasa terkejut yang menghantam dirinya. Dia kemudian menatap Angelina kini yang penampilannya benar benar begitu mengerikan dimana pakaian yang dia kenakan hampir dipenuhi oleh darah.
"Kau kau"
Selir Norah tidak mampu melanjutkan perkataannya.
"Kenapa? Apakah kau terkejut melihat aku masih hidup selir?"
Angelina bertanya dengan dingin, dengan tatapan netra biru miliknya seolah mampu membekukan siapapun yang melihatnya.
"Aa apa yang ka kau katakan ha? Aku tidak mengerti maksudmu"
Selir Norah syok ditempatnya.
"Apakah kau lupa wajah pria yang kini ada dihadapanmu, seorang pria yang kau bayar untuk melenyapkan ku"
Lanjut gadis tersebut.
Selir Norah kini mulai memperhatikan wajah tersebut dengan teliti, dan seketika matanya membulat ketika menyadari orang tersebut adalah salah satu ketua kelompok dari kelompok pembunuh bayaran lotus hitam yang dia perintahkan untuk membunuh gadis yang kini ada dihadapannya
Sedangkan dibelakang sana tampak kaisar Alison membeku ditempatnya ketika mendengar sebuah fakta dimana selir yang begitu dia cintai memiliki rencana yang begitu mengerikan untuk melenyapkan putrinya.
Kaisar Alison berteriak dengan keras, suara yang begitu menggelegar membuat semua orang terkejut dibuatnya.
Tidak lama setelah itu, putri Pamela datang dengan tergesa gesa dia menatap sekelilingnya dengan heran.
"Apa lagi yang dilakukan gadis itu"
Batinnya penuh kesal, dia jelas tidak tau rencana ibunya, dan selir Norah berencana mengatakannya nanti setelah rencana ini berhasil untuk menjadi sebuah kejutan untuk putrinya kelak.
"Apa yang dikatakan Angelina itu benar?"
Kaisar Alison bertanya untuk memastikan, dia mendekati kedua wanita tersebut
"Ti tidak yang mulia kaisar, dia memfitnahku"
Selir Norah berkilah dengan rasa takut yang luar biasa menghantam dirinya, Dia tidak pernah berfikir jika rencananya akan gagal mengingat jika dia menyewa pembunuhan dbayaran dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk ini, dan rencananya yang gagal tidak pernah terlintas dalam otaknya. Kini dia takut dengan kemungkinan buruk yang ada.
"Aku tidak mungkin sekejam itu untuk melenyapkan gadis yang telah ku anggap anak sendiri"
Mendengar itu membuat Angelina menyunggingkan bibir tipis yang terlihat begitu mengerikan dan membuat mereka yang melihatnya merasa bulu mereka meremang.
Lantas gadis itu merogoh sesuatu dibalik pakaian miliknya. Dan kini semua orang bisa melihat tampak sebuah botol yang mereka tidak tau apa isinya.
"Benarkah? Kalau begitu mari kita mendengar sebuah kebenaran, Kalau begitu kita akan mengetahui yang sebenarnya setelah kau meminum ramuan kejujuran ini"
Tantang gadis itu kemudian yang mana perkataannya membuat tubuh selir Norah bergetar.
"Ti tidak aku tidak akan meminumnya"
Ucap selir Norah dengan cepat.
"Kenapa apakah kau takut jika semua orang tau kebenaranmu?"
Selir Norah benar benar kehilangan kata katanya saat ini, dia bingung harus mengatakan apa.
"Itu tidak mungkin, tapi bagaimana jika itu adalah racun"
Selir Norah dengan cepat berkilah, dia tidak tau apakah botol yang Angelina pegang benar benar berisi air kejujuran, tapi jika itu benar maka tamatlah riwayatnya.
"Aku berani bertaruh, jika ini adalah racun aku akan menyerahkan posisiku pada Pamela"
Pamela yang mendengar itu jelas saja tersenyum senang, Lantas dia dengan cepat berkata.
"Lalu bagaimana jika tuduhanmu itu salah? Kau tentu saja tau memfitnah orang istana tentu saja memiliki konsekuensinya sendiri"
Tanya Pamela kemudian.
"Aku akan menyerahkan seluruh warisanku padamu"
Mendengar itu membuat wajah Pamela berseri seri, dia seolah tidak sadar jika saat ini ibunya tengah berada diposisi yang sulit.
"Ibu minumlah, Tunjukkan pada mereka semua jika apa yang dikatakan Angelina tidaklah benar, biar mereka semua tau bagaimana kekejaman gadis itu sebenarnya yang memfitnah wanita yang bahkan telah merawatnya selama ini"
Ucap Pamela kemudian.
Rasanya selir Norah ingin menggeplak kepala putrinya saat ini juga, kekejaman? Yang benar saja, mungkin kekejamannya yang akan terungkap pada semua orang
"Selir Norah jika kau benar benar tidak bersalah, tentu saja kau tidak akan ragu meminum air kejujuran itu, tapi jika kau tidak meminumnya maka sudah pasti kau bersalah dan akan dihukum"
Ucap kaisar Alison dengan tegas