
"Terlalu banyak bicara"
Sarkas Burke dengan penuh amarah, Dia kemudian mengayunkan pedang miliknya bergerak menyerang Angelina dengan membabi buta.
Angelina mengencangkan pegangannya pada tusuk rambut miliknya, Dan dengan gerakan cepat dia menghindari setiap serangan dari Burke Cody padanya.
Gadis itu melompat, memutar tubuhnya lantas menghantam tubuh Cody dengan tendangan miliknya.
Brakkk
Tubuh kokok itu menubruk pohon yang cukup besar yang ada disana.
"Arghhh"
Cody meringis kesakitan, dadanya terasa sesak karna tendangan Angelina yang tidak main main. Kini matanya menatap ketuanya yang saat ini sedang bertarung dihadapannya. Entah apa yang dia pikirkan dia hanya diam dibelakang sana dengan pikiran yang seolah memintanya untuk pergi dari sana secepatnya. Namun teriakan dari Burke membuat pria tersebut tersentak.
"Heii apa yang lakukan dibelakang sana bodoh"
Pria itu berteriak dengan kemarahan yang mendalam, dia tampak menggenggam dadanya yang terasa sesak akibat dari kepalan tinju yang diberikan gadis dihadapannya.
"Kenapa mengandalkan anggotamu? Apa kau tidak begitu percaya dengan kemampuan dirimu sendiri? Benar benar terlalu memalukan"
Angelina terkekeh sinis, membuat amarah Burke kini telah sampai di ubun ubunnya.
"Kau benar benar bermulut tajam gadis"
Sarkas Burke yang kemudian dengan cepat membunyikan peluit yang tergantung di lehernya.
"Sial, gadis sepertinya dia memanggil kawanannya"
Alger mengumpat diseberang sana.
Namun Angelina tidak bereaksi berlebihan, dia tampak tenang dalam posisinya, Tidak ada raut wajah yang mengekspresikan rasa panik di wajah cantik itu
Burke kembali menyerang gadis dihadapannya, dia mengangkat pedangnya lalu mengayungkannya pada gadis itu, namun Angelina seolah bisa menebak setiap gerakan tangan pria tua itu sehingga dia bisa menghindar sebelum pedang tersebut melukai badannya.
"Sialannn"
Pria itu mengumpat saat pedang miliknya kembali tidak berhasil melukai Angelina.
Sedangkan Angelina kini bergerak begitu lihainya, Dia berlari kearah pohon lantas menjadikan pohon tersebut sebagai tumpuan lalu mengarahkan tendangannya kepada pria itu
Clentanggg
Kini pedang milik Burke terhempas ketanah, dimana kali ini Angelina menyerang Burke dengan membabi buta.
"Ini karna kau telah salah memilih target"
Bughhh
Burke terhuyung kebelakang, Namun belum sempat dia bereaksi Angelina kembali memberikan kepalan tinjunya.
"Ini karna kau berpihak pada wanita yang menjadi dalang penderitaanku"
Bughhhh
Penglihatan Burke mulai menghitam, dia sedikit terhuyung kebelakang namun ditengah tengah kesadarannya mulai menghilang
Terdengar lolongan serigala terdengar begitu memenuhi isi hutan.
Angelina beraksi dengan begitu cepat
"flint kemari aku membutuhkanmu"
Dan tepat saat Angelina mengatakannya, Tanah yang mereka pijaki terasa bergetar Burke mengerutkan keningnya.
Namun kini para kumpulan serigala telah mengelilingi Angelina dan siap menerjang gadis itu
"Goarrrrrr"
Didetik berikutnya tampak seekor naga terbang di atas mereka.
Burke jelas saja membulatkan matanya karna terkejut, Tubuhnya terasa menggigil menatap sosok hewan Surgawi yang saat ini tengah berdiri di samping Angelina.
Para gerombolan serigala tidak membuat suaranya, mereka tampak menatap takut sosok hewan dengan status begitu tinggi dan agung yang kini ada dihadapan mereka. Jangankan untuk menyerang bergerak sedikitpun mereka tidak mampu, dengan aura yang begitu kelam seolah mampu menekan mereka, Hingga serigala tersebut memilih untuk pergi karna menurut mereka gadis yang seharusnya mereka serang merupakan tuan dari seekor naga surgawi yang tidak dapat mereka tandingi.
Burke jelas saja semakin panik melihat kumpulan serigala miliknya pergi dalam keadaan darurat.
Lantas Angelina bereaksi dengan begitu cepat ketika melihat perhatian Burke teralihkan.
Wushhh
Tukkk
Kini tusuk rambut yang tadinya melayang kini tepat mengenai leher dari Burke.
Burke jelas saja membulatkan matanya karna terkejut, Kini tubuhnya ambruk di tanah tanpa bisa melakukan apapun.
"Kau tidak ingin memberikan pria itu padaku?"
Flint bertanya dengan cepat, menatap Burke dengan tatapan lapar.
"Tidak aku membutuhkannya, aku akan memberikannya padamu jika dia tidak lagi penting"
Jawab Angelina cepat, dia lantas mengambil rumput yang cukup kuat disekitarnya untuk mengikat tubuh Burke.
Flint mendengus lesu, namun tidak menolak ataupun menentang apa yang dikatakan gadis itu.
"Pergilah, Aku akan memanggilmu nanti"
Ucap Angelina yang kemudian kini naik kembali ke kuda miliknya, Lantas menyeret tubuh Burke yang kini telah terikat dibawah sana.
Flint melongo menatap gadis itu yang kini telah pergi meninggalkan dirinya. Bukankah gadis itu berkata jika dia membutuhkannya tadi, lalu bagaimana bisa dia pergi tanpa melakukan apapun, Dia mendengus kesal merasa dipermainkan oleh gadis itu. Dengan berbagai celotehan yang keluar dari mulutnya hingga naga tersebut memilih pergi dari sana.
Sedangkan ditempat yang berbeda, Dikediaman teratai milik selir Norah
Wanita paruh baya tersebut terlihat begitu santai dengan memakan cemilan miliknya, Suasana hatinya sedang baik saat ini, membayangkan jika musuhnya yang seharusnya dia singkirkan sejak lama kini telah terancam musnah di tangan kelompok pembunuh bayaran Lotus hitam.
"Jika saja sejak awal aku membunuhmu, Aku tidak akan kerepotan seperti sekarang"
Wanita itu sedikit mendengus, Dia fikir kenapa dia tidak menyingkirkan gadis itu sejak lama, Namun melihat gadis itu yang dulunya bersikap seperti anak bodoh dan tidak tau apapun membuat selir Norah tidak merasakan khawatir sedikitpun. Namun sayangnya kini gadis itu menjadi malapetaka untuknya dan putrinya, menjadi penghalang untuk mencapai tujuannya untuk menjadi wanita penguasa di kekaisaran Beatrice.
Selir Norah menghembuskan nafasnya pelan, Dia fikir untuk apa dia memikirkannya bukankah gadis itu tidak lama lagi akan lenyap didunia ini. Membayangkan hal itu membuat hati Selir Norah terasa berbunga bunga.
Sedangkan di pasar hoel.
Tampak semua orang menatap ngeri pada seorang pria yang kini tengah diseret dengan begitu kejam oleh seorang gadis yang menunggangi kuda yang begitu mereka kenal yakni putri mahkota dari kekaisaran mereka.
Nama Putri Angelina kini tidak asing lagi, Bahkan nama itu begitu hangat di gosipkan akhir akhir ini. Dimana setelah kembali dari istana dingin kepribadian gadis itu berubah drastis, Gadis itu tak segan mentang kaisar, bahkan ada beberapa prajurit yang mati tangannya, tak hanya sampai di situ, gadis itu berhasil membuat Kaisar Alison menghukum selir Norah yang tentu saja mereka tau bagaimana kaisar Alison begitu mencintai selirnya.
Dan kini, kehebohan benar benar terjadi, dimana mereka melihat seorang yang entah siapa itu mereka tidak tau diseret dengan begitu kejam menggunakan kuda yang di tunggangi Angelina. Mereka jelas tidak tau apa yang membuat kejadian itu sampai terjadi, namun yang mereka yakini adalah orang itu pasti telah menyinggung gadis itu.
Sedangkan Angelina, gadis itu tampak tidak peduli dengan tatapan semua orang yang kini tertuju padanya, dia dengan begitu cepat membawa kudanya menuju istana kekaisaran Beatrice.
Dipintu gerbang istana, Kedua prajurit yang berjaga di gerbang dengan begitu tergesa gesa membuka gerbang istana ketika bisa melihat sosok Angelina dari kejauhan, Kabar mengenai putri Angelina berhasil memberi solusi yang begitu hebat di kekaisaran Barney telah sampai ditelinga mereka, dan kini mereka tidak mempunyai alasan untuk menentang gadis itu.
Namun ketika jarak Angelina semakin dekat, kedua prajurit itu membulatkan matanya ketika menyadari jika putri Angelina tidak kembali seorang diri, gadis itu kembali membawa seseorang atau lebih tepatnya menyeret seseorang yang mereka tidak kenal siapa itu.
Mereka berdua hanya diam membungkukkan badan mereka ketika kuda milik Angelina berlalu dihadapan mereka. Badan mereka terasa menggigil melihat kondisi orang yang diseret gadis itu dimana luka hampir memenuhi seluruh tubuhnya, bahkan kulit wajahnya telah rusak karna tergores ketanah.
Percayalah guys, aku ngetik ini sambil dengerin lagu shut down blackpink biar semakin semangat buat adegan kekejamannya wakwakwakkk.
Kalau kalian sambil apa nihh?