
Sesampainya Andre di rumah kontrakan sederhana nya, dia langsung membuka pintu dan memasukkan motornya ke ruang tamu rumah tersebut. Yeee... maklum dan jangan bingung ya gess.. nama nya juga rumah kontrakan sederhana, jadi kagak ade garasi buat nyimpen motor. Otor aja masih nyimpen motor di ruang tamu.. awokawokaowkwowkwkk....
Andre mencuci tangan dan kaki serta wajah nya, dan menjatuhkan tubuh di tempat tidur singlenya. Menatap langit langit kamar yang cat nya mulai memudar, tangan menumpu di kening. Terus memikirkan apa yang membuat Caca tidak sukai Papa dan Mama serta adik nya Selly.
Apa yang ia lupakan di masa lalu. Apa dia penyebab wafat nya nenek mereka??tapi itu tidak mungkin. Karena sang nenek pergi disebabkan sakit tuberkulosis yang di derita.
Apa Caca anak pungut ?? Tapi Andre menyangkal nya. Karena dia melihat sendiri sang Mama mengandung adik nya, selalu mengajak Caca berbicara selama di dalam kandungan. Dan dia juga ikut ketika Mama nya akan melahirkan. Namun ada sedikit hal yang aneh di ingatan masa kecil nya. Entah karena lelah atau pusing, Andre tertidur begitu saja.
Plesbek dulu.....
Begitu adiknya di bawa ke rumahnya, Mama jarang merawat Caca, nenek nya lah yang menjaga Caca di bantu seorang baby sitter. Malahan Mama nya lebih menghabiskan waktu bersama Papa nya. Entah apa yang terjadi. Dan begitu Caca menginjak usia 1 tahun, ia benar-benar di kucil kan oleh Papa dan Mama
Berbeda ketika Selly lahir ke dunia. Dia lebih banyak mendapatkan perhatian, kasih sayang dari orang tua mereka. Caca kecil yang baru saja berumur 2 tahun harus menelan rasa iri yang ia pendam. Beruntung masih ada nenek, bang Andre dan buk Ika(ART yang bekerja di rumah mereka). Mereka yang mencurahkan kasih sayang kepada Caca, dan itu membuat Selly iri hari karena nenek dan bang Andre lebih menyayangi Caca.
Dan begitu mereka beranjak sekolah, Selly sebagai adik selalu menindas Caca, memfitnah dan menjelekkan Caca di depan Papa Mama nya. Meskipun begitu, Caca masih memiliki rasa sayang untuk Selly. Dia berpikir Selly adik nya dan dia harus banyak mengalah, walaupun dia tidak ingin.
Sampai ketika dia di diagnosis menderita penyakit kanker otak pada umur 10 tahun. Caca dapat bertahan karena obat obatan yang selalu dia konsumsi selama bertahun-tahun. Dan begitu nenek nya pergi selamanya, Caca mulai jarang mengunjungi dokter dan mendapat obat karena tidak punya uang.
Sampai ketika usia nya di 17 tahun. Tubuh nya tidak mampu melawan penyakit ganas itu, dan meja operasi juga tidak berperan banyak. Hingga akhirnya dia berpulang. Pemakaman nya di iringi isak tangis teman teman nya.
Dan you know lah apa yang terjadi setelah itu...
...Plesbek selesai.......
*******
Besok nya Andre terbangun dengan tubuh segar. Tidur nyenyak memang bagus untuk kesehatan tubuh. Tapi jangan terlalu nyenyak hingga tidak bangun bangun. Itu namanya simulasi mati. oke..
Andre bersiap siap menuju kafe. Sebelum nya dia akan menuju rumah Satria untuk mengambil kunci kafe yang ia titip kan. Dengan motor Kawasaki nya, dia membelah jalan raya Singkawang yang masih lenggang karena tidak ada kemacetan.
******
Andre sudah siap dengan apron miliknya. Di tambah dengan baju T-shirt abu-abu dan celana jeans sudah bisa membuat anak muda terutama kaum hawa melirik genit.
Tengah hari selalu menjadi waktu yang padat di kafe nya. Karena banyak anak sekolah dan anak muda yang bersantai setelah pelajaran sekolah atau tugas kuliah. Andre selalu kewalahan membuat kan pesanan. Beruntung dia menerapkan aturan, jika ingin memesan atau membayar makanan, minuman langsung ke kasir.
Karena Andre tidak memiliki banyak pegawai. Hanya dia dan Satria saja. Terkadang Satria tidak bisa menemani Andre, dan Andre akan kewalahan. Begitulah konsep kerja kafe nya. Dia tidak mempekerjakan banyak pegawai, karena kafe nya hanya kafe sederhana yang sering di datangi anak sekolah dan anak muda. Dan harga menu nya pun tak seberapa mahal seperti resto mahal lainnya.
******
Andre baru saja mengelap meja bekas pengunjung dan akan membuat kan pesanan untuk pelanggan baru. Namun dia mendengar suara yang dia kenali.
"Bang Andre...!!! "
Andre menoleh ke sumber suara. Terlihat siswi SMA masih dengan seragam melekat di tubuh nya. Di belakang nya teman temannya sudah duduk di tempat masing-masing.
"Selly... " lirih Andre.
"Abang.. Selly kangen sama abang. Kenapa abang gak pernah pulang. Abang masih marah ??" ucap Selly beruntun.
"Maaf ya.. abang gak bisa nemanin kamu ngomong sekarang. Abang lagi sibuk banget. " ujar Andre.
Andre kembali ke dapur nya dan membuat kan pesanan pelanggan. Beruntung kali ini Satria membantunya. Dia tidak terlalu bolak-balik ke dapur dan meja pelanggan.
"Bro... Itu adek Lu datang ama Cs nya.. " ujar Satria memberitahu.
"Dah tau gue. " jawab Andre. Tangan nya sibuk menuangkan jus ke gelas.
"Lu nggak mau samperin dia. Kayaknya dia mau ngomong penting" tanya Satria.
"nanti aja.. kafe lagi rame. Sayang kalo orang-orang pada lari gara-gara pelayan nya lemot. " jawab Andre datar.
Satria melongo karena jawaban singkat Andre. Berbeda saat bicara dengan nya, Andre yang yang ada di depan para pelanggan selalu tersenyum.
"Lo temuin aja dulu tuh bocah. Nanti dia nggak balik balik ke rumah. " Satria mencegat Andre yang ingin masuk kembali ke dapur.
"Lo nggak ada kerjaan?Padahal kasir kosong dari tadi. kagak ada yang nunggu, kalo orang mau pesen gimana?" tanya Andre.
Andre menghela napas. Dia mengalah, sebab benar yang di katakan Satria. Selly tidak akan pulang sebelum dia bicara pada nya.
Selly melihat Andre mendekat ke arah nya. Dia bangkit dari kursinya. Dan menarik Andre entah kemana.
"Abang tolong ikut aku sebentar. " dia menarik tangan Andre. Ternyata dia membawa Andre ke kafe atap. Karena siang hari, kafe atap tidak disukai orang, karena panas
"Kamu mau ngomong apa?" tanya Andre to the point.
"Mama kangen sama abang. Papa juga mau ngomong sesuatu sama abang. " ucap Selly.
"Abang gak bisa. Abang sibuk. Kalau mau, suruh aja mereka yang datang temui abang" jawab Andre ketus.
Selly menghirup oksigen sebanyak yang dia bisa. Dan menghembuskan nya.
"Bang... Please... kali ini aja. Aku yakin abang pasti berubah pikiran setelah nya. Abang gak akan kecewa kok. Please ya bang. Selly mohon abang pulang. " kata Selly memohon.
Andre menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya menjawab " Oke.. abang akan pulang nanti. Tapi abang nggak bisa lama. Udah, abang sibuk. " akhirnya Andre luluh dan mengiyakan permintaan Selly.
"Makasih bang. Selly pamit ya, mau pulang. " ucap Selly.
Andre mengangguk tanpa menjawab sepatah kata pun. Adik nya sudah keluar dari kafe bersama teman-teman sebaya nya.
**** skip time.
Malam pun tiba. Andre menitip kan kafe pada Satria dan seperti semalam, dia akan mengambil kunci nya di rumah Satria keesokan pagi nya.
Andre memandang rumah orang tua nya yang menjadi tempat ia di besar kan selama ini. Sampai akhirnya dia memilih untuk hidup terpisah.
"Assalamualaikum... " Andre tidak langsung masuk, dia memilih untuk menunggu seseorang menyuruh nya masuk. Dia sudah seperti orang asing.
"Waalaikumsalam... Ya Allah abang... masuk bang. Ibu sama bapak abang lagi makan malam. " ternyata buk Ika yang menyambut nya.
"Iya Buk. Buk Ika apa kabar?" Andre menyalami tangan Art nya itu.
"Alhamdulilah.. Ibuk baik bang... abang gimana kabar nya??ibuk sedih banget abang pergi dari rumah. Rumah sepi banget. " tutur buk Ika.
"Abang baik buk. Ibuk jangan sedih... Andre pergi juga karena pilihan Andre sendiri. Kemauan Andre. "
"Abang!!! Ya Allah.. mama kangen sama kamu, nak.. " Mama nya . aka. Rosa memeluk Andre.
"Mama sehat Ma?" tanya Andre membalas pelukan Mama nya.
"Sehat... mama sehat... Ayo kita makan. Kamu belum makan kan, ?? " ajak Rosa.
Andre mengangguk. Dia mengikuti Mama nya menuju ruang makan. Di sana ada Selly dan Septian yang sedang menikmati makan malam mereka. Selly langsung berseru senang.
"Waaaaa.... abang pulang... Bang sini bang makan dekat Selly!! " ujar nya antusias.
"Makan bang. Mama masak enak, abang gak kangen sama masakan Mama??"
"Biasa aja tuh. " jawab Andre singkat.
Hal itu membuat Selly bungkam dan melanjutkan makan malam nya. Rosa mengambil kan makanan untuk Andre.
"Cukup Ma.. Gak usah banyak banyak. " kata Andre.
"Iya.. lauk nya banyakin ya... " ucap Rosa.
"Gak usah.. segini aja. Lagian Andre udah makan di kafe"
"Ya udah. Sekarang di makan ya. " ucap Rosa.
Mereka menyantap makan malam dalam keheningan. Hanya suara sendok dan garpu yang saling bersahutan.