Kehidupan Kedua Caca

Kehidupan Kedua Caca
Random


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari nya di kediaman Keluarga Caca....


Keluarga kecil yang anggota tak lagi kecil itu sedang berkumpul bersama setelah makan malam. Ayah dan ibu duduk berdua di sofa panjang yang langsung menghadap TV hanya terhalang meja saja. Di depan kaki mereka, Caca bertumpu pada meja kayu rendah sambil menyesal kacang.


Dan raja jomblo yang baru saja menyatakan akan menikah, tapi sang wanita yang akan di nikahi saja masih misteri, sedang duduk di sofa single dengan memangku toples kue semprit.


"Abang bener gak sih mah nikah?" Tanya Caca sambil memasukkan kacang kedalam mulutnya.


Pertanyaan Caca membuat ayah dan ibu menoleh Gilang.


"Bener kok. Malahan abang dah yakin. " jawab Gilang dengan mantap, tanpa mengalihkan pandangan dari TV.


"Sama siapa Bang?Kok kamu belum pernah bawa ke rumah. ??" Tanya ayah.


"Hhhhahhh... Itu dia Yah. " Gilang menghela nafas.


"Apa nya?''


" Abang gak tau, perempuan itu dah punya pasangan apa belom?. Dan misal kan dia belom punya pasangan, Abang gak yakin dia mau nerima lamaran abang. " Keluh Gilang.


"Jadi.... ????" tanya Caca yang tak paham.


"Hishh.. Bocil diem deh!! " ketus Gilang.


"Ayah ingat gak, yang pas abang wisuda??" tanya Gilang.


''Inget sama perempuan yang dapet penghargaan menjadi mahasiswa terbaik tahun ini??"


"Jadi?? Dia yang kamu maksud Bang??" ayah nampak tak percaya pada ucapan Gilang.


"Iya dia Yah. "


"Hadohhh.. Kalian bahas siapa sih?? Kok ibu gak tau apa apa.. kalian ada main di belakang ibu ya!!? " ibu akhirnya bersuara setelah tercengo seperti kambing kurang gizi.


"Cewek diem!! " sentak ayah dan Gilang bersamaan.


"OOHHH!!! ngelunjak ya!! Hhmmm... Oke besok besok kalian gak ibu bikinin makan. Mau itu sarapan, makan siang atau pun malam malam. Kalian masak sendiri, dan Ayah.. Malam ini ayah tidur sendiri. Ibu mau tidur sama Caca. Abang.. Kamu cuci baju kamu sendiri, setrika sendiri dan lipat baju sendiri. Hukuman kalian itu, akan berlaku sampai ibu gak marah sama kalian.. "..


JJEEEDEAAARRRR!!!


Bumi gonjang ganjing, petir menyambar dan ayam betina milik Pak Samsuden Berkokok. Sebuah titah kerajaan langsung dari kanjeng ratu ibu negara telah keluar. Membuat ayah dan Gilang membatu seperti Patung Malin Kundang.


" TTTIIIDAAAKKKK"


Hanya ayah yang berteriak histeris. Sedangkan Gilang hanya biasa saja. Malahan asyik dengan HP nya.


Dan begitulah, hukuman pun berjalan. Dan ayah 'menderita' karena hukuman nya.


...➷➹➷➹➷➹➷➹➷➹➷➹➹➷➹➷...


"Kakak... Hari ini ngajar les nggak??''


''Enggak, kenapa ??''


''Oh.. nggak sih, cuman Elang punya permintaan kecil hehe. ''


''Iya apa?''


''Hari ini temen Elang mau ke rumah. Nah kakak bisa kan bikinin cemilan?'' tanya Elang.


" Hemm... Bisa sih. Jam berapa mereka nyampe?" tanya kak Nanda , kakak Elang.


"Abis pulang sekolah. Soal nya kita sih mau kerja kelompok bikin proyek biologi. Bikin paru-paru kak. " jelas Elang.


"Oh.. gampang itu mah. " Ujar kak Nanda.


"Yaudah kak. Elang berangkat dulu. Assalamualaikum. " pamit nya.


"Bun, Elang berangkat ya.. Assalamualaikum!!! " seru Elang karena bunda nya tengah menyiapkan bahan masakan .


"Iya waalaikumsalam!! " jawab bunda Elang.


...****************...


...****************...


...****************...


**Hai readers yang budiman kayak pak Budi yang berubah jadi Suparman agar bisa menyelamatkan para janda kembang tujuh rupa..


Heheh sori dori stoberi yang kalau akhir akhir ini author jarang update.. Ya karena kesibukan dunia nyata yang tak ada habis nya ditambah dengan menipis nya uang jajan othor.. ups jadi curhat. hehehe.


Ya... alasan paling bener nya sih, ya karena otor yang kekurangan ide malahan kehabisan ide buat lanjutin cerita nya. Pas awal awal nulis cerita ini sih, otor udah yakin sama alur nya. Tapi ntah kenapa tiba-tiba jadi melenceng dari alur yang udah otor susun sedemikian rupa bak sabun batangan di indoMei.


Jadi sekali lagi mohon maap ya. Tapi InshaAllah otor akan usahakan biar bisa update setiap hari. Walaupun hanya satu bah sehari. Di semangatin dong.


Lemes karna gak di semangatin ayang, eh lupa kalo gak punya ayang. Tapi para readers adalah ayang nya otor, karena kalian pemberi semangat, walaupun hanya ngasih jempol.


Babay**....