Kehidupan Kedua Caca

Kehidupan Kedua Caca
Curiga!!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Caca dan ayah Zidan sudah berada di parkiran kantor cabang. Terdapat beberapa motor dengan berbagai merek. Dan satu parkiran yang di khusus kan untuk pemilik dari kantor cabang.


"Yah."


"Apa Ca?"


"Kok parkiran mobil nya cuman satu?."


"Satu lah. Kenapa juga harus banyak. ?" ayah balik bertanya.


"Kan dulu pas di kantor yang di Pontianak banyak yang berangkat kerja pakai mobil. " jawab caca.


"Oh... Emang gitu Ca. Mereka lebih milih buat pakai motor dari pada mobil. Orang rumah karyawan nya juga pada deket semua kok. Paling jauh juga, rumah nya deket SMA kamu tuh. " jelas ayah.


"Yuk... " ayah keluar dari mobil di susul oleh Caca du belakang nya.


Bawaan nya lengkap seperti akan kemah di tengah hutan. Siapa lagi yang mempersiapkan bawaan nya kalau bukan kanjeng ibu ratu negara alias ibu nya tercinta. Tas ransel ukuran sedang. Di sisi kanan dan kiri tas terdapat dua buah kantung tambahan untuk tempat botol minum.


"Hahaha.. Kamu mau kemah di mana Ca. Riweuh banget " gelak ayah.


"Siapa lagi kalau bukan,,, "


"Kanjeng Ratu. " jawab kedua nya dengan kompak.


"Hadeh... Besok besok, kalo Caca mau ngikut ayah, jangan bilang deh... Bisa bisa nan—... Aduhh!!!! " ucapan Caca terhenti ketika tubuh nya merasa di tubruk.


"Eh... Caca.. kamu gak papa nak?" tanya ayah membangun kan Caca.


"Waduh... maaf ya dek, Pak. Saya nggak sengaja. Sekali lagi saya minta maaf banget. Saya buru-buru, mau ke bagian pelamaran karyawan baru. Takut nya udah ada yang ngambil. " kata seseorang laki-laki dengan kemeja putih panjang dan celana kain lengkap dengan sepatu 👞.


"Gak papa kok Mas. it's oke. " jawab Caca menepuk pan*tat nya membersihkan debu.


"Maaf ya Pak, dek. " ujar laki-laki itu dengan wajah panik.


Caca melihat sorot mata lelaki itu. Seolah membaca apa yang sedang dipikirkan oleh nya. Dan tak lama mata nya menyipit dan dia berdesis pelan.


"Gak papa Mas..nya boleh duluan. Semoga berhasil ya dengan lamaran kerja nya. " ujar Ayah menepuk-nepuk bahu lelaki itu.


"I-iya Pak. Makasih , kalau gitu saya permisi. " Dan secepat kilat lelaki itu pergi dari sana.


"Yuk Caca. Kaki mu nggak kenapa-napa kan? Kalo nggak bisa jalan mau ayah seret nggak?" ledek ayah.


"Dih.. emang nya Caca apaan di seret seret. " cibir Caca.


Ternyata betul apa yang gue lihat 3 malam yang lalu. Tapi gue gak bisa mastiin sih apa dia orang nya. batin Caca.


...****************...


"Yah, kapan kita ke gudang nya??Caca udah bawa banyak barang eh tau tau gak jadi ke gudang. Preett... " Keluh Caca.


"Sabar ya... Ini ayah lagi liat profil yang di kasih sama staf penerima pelamar. " jawab ayah.


Seketika otak Caca langsung merespon. Dia bangkit dari duduk nya dan menyambar HP yang sedari tadi diam di meja.


"Caca mau liat. Siapa tau mas mas yang tadi pagi ada. " seru nya.


"Bentar ayah cari... eh.. ini udah dapet. "


"Oh.. namanya Wahyu. Dari profil nya, kayak nya dia bukan orang daerah sini deh. " gumam Caca.


"Hehe... gak nyesel gue punya kemampuan ini. Berguna banget buat menumpas para tikus berdasi. " kekeh Caca dengan smirk.


"Ayah... ini calon karyawan nya udah di Terima atau masih ada yang... "


"Udah di Terima semua Ca. Dan data orang yang kamu pegang itu, kebetulan dia jadi petugas yang ngirim bahan makanan ke daerah sekitar KalBar. " potong ayah.


"Loh?? ayah mau kemana?" tanya Caca.


"Katanya tadi mau ke gudang. ?Ya udah ayok. ayah pake topi, karena lagi panas terik. " jelas ayah.


"Oh... tunggu Yah. Caca mau ngeluarin bantal sama barang lain. Caca mau bawa air sama cemilan aja. "


Tak lama kemudian...


"Yuk.. Let's go!!! " seru Caca dengan semangat.


"Semangat banget " gumam ayah.


Mereka menuju ke gudang perusahaan yang menyetok bahan bahan makanan. Dan bahan makanan itu di di hasilkan dari pabrik makanan milik ayah Zidan juga.


"Lumayan jauh lah.." Ujar Caca.


Sesampainya di sana, Caca dapat melihat banyak mobil box ukuran sedang. Dan beberapa mobil kontainer yanga sedang di muat.


"Ini semua produk makanan dari pabrik punya ayah??" tanya Caca.


"Nggak semua Ca.. ada Juga yang dari pabrik perusahaan lain. Tapi lebih banyak makanan dari pabrik perusahaan ayah. " jawab ayah.


"Kok bisa.. ?"


"Bisa lah.. ayah gak sembarangan milih rekan kerja loh. Ayah harus memastikan kalau calon patner kerja sama ayah punya kualitas produk yang tinggi. Nggak sembarangan. " jelas ayah.


"Ohh.. " dan Caca nampak mengangguk sambil melihat sekeliling.


Netra mata nya melihat seseorang. Si 'Wahyu'. Caca mengernyit.


Baru ngelamar kerja sehari, langsung di Terima dan bisa langsung turun ke lapangan??Hebat. Pikir Caca.


Padahal perusahan dia sama sekali gak ada sangkut paut nya sama perusahaan ayah. Apa dia cuman mau ngambil harta ayah ya??. Niat banget gak sih, sampai harus nyewa orang buat nyelinap.


"Yah.. Caca mau Lihat lihat boleh ?" tanya Caca.


"Ya udah. Boleh kok. Hati hati ya. Kalo udah capek, kamu keruangan ayah aja. Tuh deket sana. Yang ruangan nya cat warna putih. "


"oke.. " jawab Caca singkat dan mulai melangkah kan kaki nya.


Caca mencari si Wahyu yang baru saja di Terima dan langsung turun ke lapangan. Tapi bisa saja jika di bagian pengangkut barang memang kekurangan orang. Begitu yang Caca pikirkan.


"Nah kan bener, disini" gumam Caca.


"Eh.. eh... dia ngapain tuh masuk masuk keruangan entuh??" Caca celingak celinguk melihat keadaan.


Begitu dirasa aman dia menyusul si Wahyu itu. Beruntung Wahyu tidak menutup pintu dengan baik. Sehingga terdapat celah di pintu.


Caca mengeluarkan HP milik nya dan membuka kamera. Dia merekam semua aktivitas Wahyu yang terlibat mencari sesuatu. Wahyu membuka laci meja dan beberapa map di sana.


Aduh Wahyu.. Ganteng ganteng tapi kayak maling. Batin caca.


Emang harus di curigai nih cogan satu.