
......................
"Caca kamu pantas untuk bahagia. Waktu aku udah nggak lama lagi. Tolong bahagia kan orang tua aku ya. Kamu sekarang akan menjadi seorang Anisa Rahayu. Nama panggilan kita sama kok, Caca juga. "
Jiwa itu menempelkan telunjuk nya ke dahi Caca. Tiba-tiba Caca bisa melihat masa lalu dari jiwa yang ada di depan nya.
Anisa Rahayu
Umur 17 tahun
Lahir 23 Januari 2005
Mengalami kecelakaan Mobil pada 13 februari 2022.
Terjadi pendarahan serius, mengalami koma selama seminggu.
Kedua orang tua nya adalah pebisnis, Sang ayah seorang CEO perusahaan produk makanan. Ibu nya sebagai pemilik restoran ternama di Ibu kota.
Anak kedua dari 2 bersaudara.
Seharusnya ia meninggal pada hari ke-3 koma.
namun karena alat medis masih menempel di tubuh nya ia masih bertahan.
"Kamu yakin sama keputusan kamu ??" Tanya Caca.
"Iya Ca. Waktu aku sudah habis. Aku pergi ya... Selamat tinggal Caca. "
Perlahan jiwa itu terbang bagaikan debu yang tertiup angin.
......................
"Ssssttt... Aaawww.... "
"Caca.. Sayang!! Kamu sadar nak?" Seorang wanita paruh baya mengejutkan Caca
"Haus... " ujar Caca lirih.
Caca POV
Aku kaget begitu melihat sekeliling. Rumah sakit?? Ah iya aku baru ingat, bahwa jiwa ku memasuki tubuh seorang remaja yang sebaya dengan ku. Anisa nama nya. Dan menurut ku wanita yang sedang menuangkan air minum ini adalah ibu dari pemilik tubuh ini.
Setelah meminum air itu, tenggorokan ku terasa basah dan itu terasa lega. Aku memejamkan mata ku. Dan terlihat seorang laki-laki dengan rambut yang sedikit memutih berjalan kemari. Bersama seorang laki-laki dewasa.
"Assalamu'alaikum Bu... " Ucap laki-laki tua itu membuka pintu.
"Waalaikumsalam Ayah... " Jawab ibu itu yang sekarang sudah menjadi ibu ku.
"Caca Kamu sudah sadar dek?? " Ucap ayah ku.
"Alhamdulilah.. caca sudah sadar. Sebentar Bu.. Gilang panggil dokter dulu. " Ujar laki-laki dewasa itu.
Caca POV end.
"Terima kasih ya Allah.. Caca kamu sadar nak.. Ayah sangat cemas.. " Ayah Menghapus air mata nya.
Caca hanya tersenyum. Dia masih belum mampu berbicara karena tenggorokan kembali kering.
"Ibu haus... " Ucap caca.
Ibu kembali memberikan caca air minum. Tak lama pintu terbuka dan Gilang di susul seorang dokter memasuki ruangan.
"Ini dokter. Adik saya sudah sadar. Cepat cepat dokter periksa dia!! " Pinta Gilang dengan tidak sabar.
Dokter itu mengecek kondisi Caca Dia mencatat beberapa poin di kertas yang dia bawa. Kemudian mengecek detak jantung dan denyut di tangan caca.
Dokter mengangguk kemudian melihat kertas catatannya.
"Kondisi Non caca sudah mulai membaik. Setelah ini alat yang masih menempel pada nya akan di lepas. Tapi Non caca tetap di infus. " Ucap dokter itu.
"Non caca sudah boleh makan, namun hanya bubur dulu Karena selama seminggu tidak makan nasi. " kata dokter.
"Iya dokter. Terima kasih.... " ucap Ibu.
......................
Alat yang menempel di tubuh caca sudah di lepas sepenuhnya, kecuali jarum Infus.
Saat ini caca sendirian di dalam ruangan rawat. Ibu dan ayah nya pulang ke rumah untuk mandi sekaligus mengganti pakaian. Sedangkan Gilang atau bang Gilang pergi membeli buah-buahan.
Caca termenung. Rupanya kemampuan yang ia miliki sejak kecil terbawa, meskipun jiwa nya berpindah ke tubuh lain. Dan ia baru sadar, jika ia memiliki kemampuan lainnya. Kemampuan yang di miliki oleh pemilik tubuh sebelum nya(anisa) .
"Assalamu'alaikum adik abang yang cantik... " Sapa bang Gilang.
"waalaikumsalam bang. " jawab caca.
"Caca sudah mendingan??" Tanya bang Gilang.
"Udah bang. Abang bawa apa??" Tanya Caca basa basi.
"Ini ada jeruk, apel, pisang sama mangga kesukaan kamu. " Jawab bang Gilang.
"Permisi Gilang gue masuk nih.. " Tiba-tiba seseorang masuk.
Caca sempat tertegun melihat siapa yang baru saja masuk.
"Eh baru datang Lo... Masuk aja.. " Ujar bang Gilang.
Kira kira siapa ya yang barusan datang???