Kehidupan Kedua Caca

Kehidupan Kedua Caca
epsd 48


Suasana makan malam berjalan lancar meski ada sedikit hal yang mengganggu.


"Oh iya Zi.. Gimana cabang perusahaan kamu? Lancarkan?" tanya Septian setelah makan malam.


"Baik sih... tapi ada masalah sedikit. " jawab ayah.


Sambil menyesap kopi hitam di ruang tamu. Semua nya selain Caca dan bang Gilang berkumpul disana.


"Masalah apa tuh Zi... ??" Tanya Rosa...


"Ya... di hilang sepele juga nggak sepele amat, di bilang masalah besar juga nggak bikin bangkrut... " jelas ayah.


"Masalah apa Yah?.. Kok ayah gak ngasih tau ibu.. ???" Cerca ibu..


"Gini sebenarnya beberapa Minggu ini ada pengiriman barang makanan ke beberapa toko di luar Kota. Nah, Toko toko yang memesan makanan itu protes, karena jumlah bahan makanan dan barang nya tidak sesuai dengan yang mereka Terima...


Dan ada dari mereka yang protes dan langsung menghubungi ayah langsung. Ayah curiga ada orang dalam yang melakukan nya Bu.. " Jelas ayah.


"Ya ampun!! Kok bisa sih ada orang yang gitu?!! " Rosa berpura-pura kaget.


"Jadi... Kalau orang itu terus menerus melakukan hal itu, yang ada orang-orang gak mau beli produk. Kalau itu terjadi, om bisa bangkrut " kata Selly menyela.


"Ya... semoga saja tidak begitu ya... Om akan selidiki siapa dalang dari semua ini.. " sahut ayah.


Septian dan Rosa saling berpandangan seolah sedang melakukan telepati.


"Oh iya om, Pabrik om di daerah mana?" tanya Selly.


"Di daerah Sungai bulan. Deket sama permukiman warga kok. " jawab ayah.


"Om sering ya ke sana ?"


"Sering lah.. memantau pekerja disana. Kadang om dagang karena ada panggilan. "


"Emm.... Jadi bang Gilang juga pernah kesana dong??"


Lah lah??? Kok gak nyambung pertanyaan nya dari yang tadi. Tapi Gak papa lah..


"Eemm... Kalo Gilang anak om pernah dua kalo berkunjung kesana, kalau Caca suman sekali. Itu pun karna dia mau ngikut tempo hari. Kalo gak salah, pas sekolah libur karna guru rapat, bener kan bu??"


"Iya.. Tumben banget dia mau ikut ayah nya. " jawab ibu.


Septian dan Rosa kembali saling menatap. Mereka kurang yakin jika yang memergoki wahyu adalah Caca, namun jika bukan Caca siapa lagi. ?


Obrolan terus berlanjut dan membahas apa saja. Membahas bisnis dan sesekali membahas masa lalu mereka. Hingga hampir larut yaitu jam setengah 10 malam. Hingga keluarga Septian pamit pulang.


"Loh... makan lagi kamu Bang?? " tanya ayah.


"Udah pulang mereka bang. Emang kenapa?" tanya ibu setelah mengunci pintu.


"Enggak ada sih.. Cuman abang gak suka sama anak mereka. Genit banget, main nemplok kayak cicak terus caper lagi. " sungut Gilang.


"Kamu risih sama dia bang?.. " tanya ayah.


"Iya... Gak suka abang. Ya udah abang mau makan di depan TV. bye... mau begadang ada film bagus. " ia berlalu dengan sepiring nasi goreng buatan sendiri.


"Bang.. jangan lama lama tidur nya, Nanti kepala kamu sakit lagi. Besok harus cek up ke rumah sakit..!!! " Peringat ibu.


"Iya bu.. Gak lama kok. Kalo ngantuk abang langsung tidur. " jawab Gilang.


__$$__


"Pah... Mama yakin, kalau bocah yang dimaksud Wahyu itu... Caca. Karena dari apa yang di bilang Zidan tadi, mama yakin 100% kalau itu Caca. " Ucap Rosa.


"Papa juga mikir gitu Mah... tapi kita harus apa coba?Masa kita langsung ngancam dia supaya tutup mulut.. Gak mungkin kan.. Yang ada dia ngadu ke Zidan.. " Sahut Septian, merebahkan diri di kasur mereka.


"Apa aja Pa.. asal kan anak Zidan tutup mulut. Kalau bisa kita hilangin aja dia.. " suruh Rosa tak berhati.


"Maksudnya apa Ma??!! Mama mau Papa melenyapkan anak Zidan gitu??Nggak mungkin lah!!!" sentak Septian.


"Terus apa lagi..!!!? " Tanya Rosa.


"Kita gunakan Selly... " Jawab Septian.


"Maksud papa apa??! Mau menjadikan Selly kambing hitam??Gitu!!!? Mama Nggak mau!!! " tolak Rosa tidak Terima.


"Bukan gitu mama.. Selly dan Caca kan satu sekolah.. Suruh aja Selly mengakrabkan diri dengan Caca. "


"Terus... selanjutnya gimana?"


"Rencana selanjutnya biar papa yang menangani nya.. Papa udah dapat rencana bagus.. " jawab Septian.


"Ya udah.. Papa mau tidur.. " Kata Septian.


Kedua nya pun terlelap hingga mengarungi alam mimpi. Entah apa rencana yang akan Septian lakukan pada Caca. Dan itu bukan hal yang bagus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat berbuka puasa gess.. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤗🤗🤗