
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cie.... cie... di gantung ya wakwawww... bbahahaha.... Gapapa ya biar pada penasaran. Sebelum lanjut like dulu ya. Budaya kan like dan komen ya. Biar otor semangat up nya, yang biasa nya 1 kali sehari jadi 2 kali sehari. Dan kalo rajin like dan komen, InshaAllah bakalan bertambah up date nya sehari jadi beberapa kali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa.. kamu mau menerima, jika aku melamar mu??" Masih dalam suasana deg - degan.
Akhirnya kalimat yang membuat copot ginjal dan usus Bang Gilang berhasil di ucapkan. Namun bagian menegangkan masih belum berakhir. Bang Gilang masih menanti jawaban dari Kak Nanda yang terkejut dan terheran-heran. Bahkan bakso yang dari tadi di anggurin ikut tegang dan tanpa mereka sadari kantong untuk membungkus kuah bakso bocor kecil, dan kuah nya memancur.
Kak Nanda mematung kaki mendengar pertanyaan spontan yang di lontar kan bang Gilang.
"Sebelum aku menjawab pertanyaan mu, aku ingin bertanya sedikit. " Ginjal kanan dan kiri bang Gilang bekerja dengan cepat.
"Baiklah.. Tanya kan saja. "
"Apa kau serius dengan ucapan mu tadi???" kak Nanda menautkan kedua tangan nya.
"Tentu saja aku serius. Malahan aku sangat serius!!! " jawab bang Gilang dengan tegas.
"Apakah kau sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain? Pacaran pada gadis lain misalnya??" tanya kak Nanda lebih rinci, detail.
"Tidak! untuk apa aku pacaran.. itu hanya buang waktu, tenaga dan dompet ku akan tipis. " jawab bang Gilang.
"Sekali lagi. Apa kau sangat yakin seyakin yakin nya dengan pertanyaan mu tadi?Karena aku perlu kepastian. " kali ini kak Nanda menatap tajam pada mata bang Gilang.
Bang Gilang membalas tatapan tajam itu dengan lebih tajam lagi.
"Apa kau sangat meragukan ucapan ku?! Bahkan jika aku mau aku akan membawa kedua orang tua ku besok untuk melamar mu di hadapan mu dan kedua orang tua mu tanpa perlu bertanya pada mu.!! "
Kak Nanda terlihat memejamkan mata dan menghela nafas perlahan.
"Baiklah. Aku memberi mu kesempatan. " jawaban dari kak Nanda.
Bukan nya senang ataupun sedih, bang Gilang kini menjadi tambah Gegana alias Gelisah galau merana. Jawaban yang tidak memaksudkan kepastian. Di kira nya cewek doang yang perlu kepastian, cowok juga perlu loh Neng.
"Jadi.. apa ??... " Bang hilang masih dalam mode tidak paham.
"Kau bisa menanyakan nya pada orang tua ku. Karna aku yakin pilihan orang tua ku adalah paling baik untuk ku. " jelas Kak Nanda.
"Akan ku tunggu. "
"Kalau begitu... aku pergi dulu. Assalamualaikum" pamit bang Gilang.
"Iya. Waalaikumsalam. " Jawab kak Nanda.
Bang Gilang segera mendekati Caca yang masih asik bertengger di atas motor scoopy ibu.
"Gimana hasil nya bang. ???Oke nggak??" Caca bertanya dengan raut tidak jelas.
"... " Tapi seperti bang Gilang tidak mau menjawab.
"Ckkk... Ini nih!!! Ini... udah di tolong, tapi malah gak tau makasih. " Sungut caca dengan nada menyindir.
"Iya iya... makasih adek abang. " jawab bang Gilang.
"Yuk pulang. Nih Baksonya buat kamu aja. "
"One... two three.... Let's go home!!! " seru Caca.
Di perjalanan....
"Eh... eeeehhh!!!! Bang itu mobil kenapa oleng sana oleng sini!!? " Caca curiga pada mobil 🚗 yang melaju searah dengan mereka.
Caca dapat melihat mobil itu dari spion kiri. Sekilas bayangan suatu peristiwa terlihat oleh nya. Dan caca langsung membelalak kan mata nya.
"Gak tau dek.. Lagi kleyengan kali yang ngemudi... " Jawab bang Gilang.
Bang Gilang juga di landa was was... Mobil yang berada di belakang mereka seperti tidak benar.
"Bang Minggir!!!!!! Nepi bang!! Cepettt!!!! " Caca memekik sambil menepuk bahu bang Gilang.
Bang Gilang kaget dan tidak siap. Motor mereka oleng sedikit, dan....
BBBRAAKKKKK....KKREEEEKKK....
"Aaaaahhhhh!!!!!!!! "