
Arya yang melihat sang Iblis terlempar ke udara langsung melompat dan menancapkan kerisnya kedalam tubuh Iblis yang sudah tidak berdaya tersebut.
" Aaaaaaa!!! "
Iblis itu berteriak ketika merasakan sesuatu yang menancap dalam tubuhnya itu menggerogoti jiwanya. Iblis itu tidak menyangka bahwa jiwanya pun akan ikut lenyap dalam pertarungan ini.
Hal terakhir yang dia lihat adalah mulut raksasa yang terbuka lebar, lalu gigi gigi besar dan tajam itu melahap jiwanya dengan instan.
" Hah.. hah… "
Arya menatap tubuh Iblis yang sudah tidak bernyawa dan tergeletak di atas tanah. Arya mengacuhkan suara kunyahan yang dia dengar dan mencabut keris itu dengan paksa.
Kemudian Arya memasukkan keris itu ke dalam dadanya seperti biasa.
" Kau.. membunuh jiwanya..? "
Wulan berjalan mendekati Arya yang terlihat kelelahan. Wulan berpikir Arya cukup berani menggunakan senjata yang kuat seperti itu, karena Arya masih berada dalam proses pengikatan dengan senjata tersebut.
Oleh karena itu Arya harus menyimpan senjata tersebut di dalam tubuhnya agar mempercepat proses pengikatan sampai Arya menjadi pemilik sejati dari senjata tersebut.
" Maaf Aku telat sadar Ya. "
Satrio berjalan menghampiri Arya dan Wulan. Satrio merasa malu karena harus kehilangan kesadaran sehingga membiarkan Arya harus melawan Iblis itu sendirian.
"...."
Arya hanya berdiri dengan perlahan dan menatap bangunan tempat Iblis itu keluar sebelumnya.
" Ah.. Aku ingin pulang.. "
Arya berkata dengan nada yang kesal sambil menatap langit ketika 5 sosok Iblis keluar dari dalam bangunan itu dan mendekati mereka.
Sepertinya Iblis yang sebelumnya hanyalah umpan yang ditujukan untuk mengamati kekuatan Arya dan kawan kawannya.
" Heh.. Kalian lumayan juga.. Saatnya untuk menangkap kalian.. "
Seorang Iblis yang bertubuh paling besar dari yang lainnya berbicara dan tersenyum sadis.
Kemudian mereka mengeluarkan senjatanya masing masing dan menyerang Arya dan kawan kawannya secara bersamaan.
***
*Brakk*
Tubuh Arya terjatuh diatas tanah. Tetesan air hujan jatuh diatas wajahnya dan membersihkan darah yang menutupi wajahnya.
Arya mencoba berdiri dengan tubuhnya yang gemetaran. Seluruh tenaga dalam yang ada di tubuhnya sudah terkuras habis, bahkan tubuhnya terus memberikan sinyal bahwa fisiknya sudah tidak mampu menjalankan aktifitas apapun lagi.
Sebenarnya saat ini dia masih bisa melarikan diri menggunakan jimat yang Nenek berikan padanya, namun melihat Wulan dan Satrio yang tergeletak dengan beberapa lubang yang ada di perut mereka, Arya tidak bisa melakukan hal tersebut.
Jimat pemberian Nenek hanya bisa membawa satu orang saja untuk melarikan diri, dan Arya hanya memiliki satu jimat saja. Karena jimat ini merupakan jimat yang terbilang sulit untuk dibuat, karena sang pembuat jimat harus mengerti tentang dimensi ruang waktu untuk memindahkan pengguna jimat ke tempat lain agar bisa melarikan diri.
Sebenarnya Wulan dan Satrio memiliki jimat yang yang bisa digunakan untuk melarikan diri. Namun ketika Arya mengulur waktu untuk mereka melarikan diri, ternyata tempat ini sudah terpasang formasi yang berfungsi untuk menahan teknik teleportasi.
Hanya jimat milik Arya yang diberikan oleh Neneknya saja yang memiliki kekuatan lebih besar dan bisa menembus formasi para Iblis.
Akhirnya mereka bertiga terpaksa bertarung dan mencoba mengulur waktu berharap bantuan akan datang.
Namun mereka bertiga tidak bisa menahan gempuran 5 Iblis ini. Wulan dan Satrio harus terluka parah dan tidak bisa bergerak.
" Kamu.. pergi saja Arya.. "
" Aku coba ulur waktu biar kamu bisa kabur. Sekalian bawa Si Satrio yang pingsan itu. "
Wulan berbicara dengan tegas dan matanya dipenuhi resolusi yang kuat. Dia merasa malu karena harus menjadi beban dalam pertarungan ini, sudah beberapa kali Arya membantunya menahan gempuran Iblis dan menyelamatkannya.
Kali ini dia ingin mencoba memberikan Arya kesempatan untuk melarikan diri untuk membalas hutang budinya.
" Sangat menyenangkan melihat kalian yang masih saja berani melawan kami. "
" Aku terharu melihat perjuangan mereka. "
" Haha.. Lihat, gorila betina itu ingin mengulur waktu untuk manusia itu melarikan diri. Aku salut padamu. "
Para Iblis bertepuk tangan melihat apa yang terjadi di hadapan mereka. Mereka sengaja memberikan waktu ini untuk melihat Arya dan kawan kawannya terjatuh dalam keputus-asaan.
Meskipun mereka menerima luka dari pertarungan ini, namun luka mereka tidak terlalu parah seperti yang dialami oleh Wulan dan Satrio.
" Ah.. Aku ingin tau apakah kalian masih bisa tertawa bila Aku menggunakan jurus terlarang.. "
Arya yang terlihat sudah tidak berdaya itu tersenyum kepada para Iblis yang sedang tertawa dan bertepuk tangan.
" Oh? Bahkan kau sudah tidak bisa menggunakan senjatamu lagi bukan? Tunjukkan kami trik lainnya bila kau mampu! Haha! "
Para Iblis itu mencemooh perkataan Arya. Meskipun mereka memang benar karena Arya sudah tidak bisa menggunakan senjatanya lagi karena Arya tidak bisa mencabut senjata pusaka dari dalam tubuhnya.
Arya mengira semua ini terjadi karena senjata pusakanya telah mengkonsumsi jiwa Iblis dan masih dalam proses mencerna jiwa Iblis itu dan tertidur. Meskipun bila dia bisa mencabut senjata kerisnya pun tidak menjamin Arya bisa mengalahkan para Iblis ini.
Pusaka itu membutuhkan tenaga dalam yang besar dalam satu serangan. Ketika Arya memegang senjata itu, maka tenaga dalamnya akan selalu terhisap.
Apalagi bila Arya mencoba menggunakan senjata itu untuk melakukan serangan, maka tenaga dalam yang terhisap akan lebih besar. Bahkan konsumsi tenaga dalam itu tidak akan tertutupi bila Arya meminum pil pemulih tenaga dalam.
Arya menduga semua ini dikarenakan senjata pusaka itu belum menganggap dirinya sebagai tuan, oleh karena itu konsumsi tenaga dalam yang dihisap oleh senjata itu sangat tinggi.
" Apa kalian benar benar tidak takut bernasib sama dengan Iblis yang sudah kami bunuh? "
Arya kembali mengancam mereka dan memberikan senyum yang penuh percaya diri.
" …. "
Para Iblis terdiam dan mengingat bahwa temannya telah kehilangan jiwa dan benar benar mati ditangan seorang manusia ini.
Mereka langsung menggenggam senjata mereka kembali dan menatap Arya dengan serius.
" Mari kita lihat apa kau masih bisa tersenyum saat kepalamu terlepas dari tubuhmu! "
Para Iblis itu pun bergerak dengan bersamaan dan berlari ke arah Arya.
" Kalian yang meminta hal ini.. "
Arya hanya menutup kedua matanya dan terlihat pasrah dengan apa yang akan menimpa dirinya.
" Hah… "
Terdengar suara helaan nafas yang membuat air hujan seakan akan berhenti.
Kemudian para Iblis itu pun membuka mata mereka lebar lebar dan tidak bisa bergerak.
Karena mereka melihat diantara rintik rintik hujan itu, terlihat seekor ular naga yang terbentuk dari air dan menuju ke arah mereka.