
'Ahh.. Syukurlah pria itu sudah pergi dari mejaku'
Aku kembali duduk dan meminum jus jeruk sambil memandangi pemandangan di luar kafe ini.
Aku bisa melihat bahwa para Jin yang berada diluar kafe pun terlihat tidak menyeramkan. Mereka tidak berbuat berlebihan seperti di tempat asalku, mereka seperti melakukan hal yang lebih beraturan dan tidak berbuat semaunya.
Aku biasa melihat beberapa Jin yang menyeramkan menduduki bahu manusia, mencoba untuk menampakkan dirinya kepada manusia dan sebagainya.
Terkadang mereka berhasil terlihat oleh beberapa manusia yang sedang kelelahan atau sedang mengalami stress/ depresi. Dan mereka akan terlihat sangat senang ketika mereka berhasil membuat manusia ketakutan.
Tentu saja Aku selalu berpura pura tidak bisa melihat mereka dan mengacuhkan keberadaan mereka.
Karena mereka akan mengikutiku jika merasa Aku bisa melihat mereka. Aku sudah cukup lelah dengan keseharianku yang bisa melihat mereka, karena Aku tidak bisa mengusir atau berbuat apapun kepada mereka.
Aku bisa melihat mereka, namun Aku tidak bisa bertarung atau mengusir mereka seperti di dalam novel ataupun film.
Aku masih ingat ketika rumahku menjadi tempat perkumpulan mereka setiap hari. Hal itu membuatku tidak ingin keluar dari kamar dan membuat orang tua ku khawatir sekali.
Orang tuaku membawaku kepada salah satu dukun agar Jin yang mengikutiku itu pergi. Namun hal tersebut terkadang hanya bertahan selama beberapa minggu saja.
Karena setelah sesuatu semacam benteng yang sudah dukun itu tempatkan di rumahku atau kepada diriku hilang, maka mereka akan kembali lagi mengikutiku.
Aku hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan ini saja setelah Aku bosan mengunjungi beberapa dukun.
Aku belajar secara perlahan lahan untuk mengacuhkan keberadaan mereka dalam keseharianku ini.
Aku mencoba sebisa mungkin untuk tidak menunjukkan ekspresi apapun ketika melihat mereka.
Meski sampai pada saat inipun Aku masih belum bisa melakukannya secara sempurna, namun Aku yakin Aku bisa hidup normal seperti manusia biasa.
Dan hari ini adalah hari yang sangat penting sekali, karena hari ini Aku akan menjalani interview kerja.
Karena atasan Ayahku merekomendasikanku kepada kenalannya, Pak Wisnu untuk bekerja di kantornya yang kebetulan sedang membutuhkan tenaga kerja baru.
Aku mendengar dari atasan Ayahku bahwa Pak Wisnu adalah orang yang sangat baik. Pak Wisnu pun mengatakan bahwa dia membutuhkan orang sepertiku di kantornya.
Sepertinya kantor milik Pak Wisnu membutuhkan seorang resepsionis dan kali ini Aku akan bekerja dengan sungguh sungguh dan tidak akan membuat kesalahan seperti sebelumnya.
Aku berharap semua rekan kerjaku adalah orang baik baik, atau setidaknya jangan sampai melibatkanku dalam masalah.
Meskipun Aku sedikit curiga karena interview ini diadakan di kafe dan bukan di kantor mereka. Namun atasan Ayahku mengatakan bahwa kantor tempat Pak Wisnu hanya bisa dimasuki oleh karyawannya saja.
Hal tersebut memang sedikit aneh, namun Aku percaya bahwa atasan Ayahku tidak akan merekomendasikanku kepada pekerjaan yang ilegal.
Tapi untuk berjaga jaga, Aku sudah mensetting sebuah pesan otomatis yang akan terkirim satu jam setelah interview ini untuk dikirimkan kepada orang tuaku.
Karena bagaimanapun, Aku adalah seorang wanita. Aku harap tempat kerjaku bukanlah klub malam terlarang yang mengharuskanku untuk melakukan praktek prostitusi.
Seorang wanita sepertiku harus bersiap siap untuk segala situasi !. Ya, Aku berharap hal itu tidak akan terjadi dan semuanya akan baik baik saja.
" Maaf saya terlambat Bu Amelia. "
Lamunanku berhenti ketika Aku mendengar suara seorang pria yang didekatku.
Aku mengangkat wajahku dan melihat seorang lelaki yang… wow.. dia sangat tampan dan sepertinya lebih tinggi dariku.
Dia memiliki perawakan yang seperti model pakaian pria, wajah yang maskulin dan tatapan matanya seolah olah bisa membuatku terhanyut ke dalamnya.
Kulitnya terlihat sangat putih dan bersih, dan tentu saja hal itu tidak membuatnya seperti seorang wanita. Karena tubuhnya terlihat sedikit kekar dan.. seksi.
Sepertinya Aku harus rajin menjalani perawatan kulit. Aku merasa penampilanku tidaklah buruk dan termasuk kategori wanita cantik. Bahkan ketika di masa kuliahku pun banyak lelaki yang terpesona oleh penampilanku dan menyatakan perasaan mereka kepadaku.
Namun tentu saja Aku tidak mau menjalani hubungan pacaran dengan mereka. Bagaimana bisa Aku menjalani hubungan romantis ketika mereka selalu diikuti oleh Jin wanita yang sangat centil.
Apalagi terkadang Jin tersebut malah menggangguku karena lelaki yang diikutinya menyatakan cintanya kepadaku.
Aku merasa tidak punya privasi untuk menjalani hubungan seperti itu.
Bayangkan saja, berjalan jalan dengan pacarmu dengan teriakan para Jin yang menyebutmu pelakor, wanita cabul, dan sebagainya.
Untung saja mentalku sudah cukup kuat untuk tidak melayani mereka dengan amarah. Aku tidak ingin dianggap sebagai orang aneh dan gila oleh orang lain lagi.
Oleh karena itu Aku selalu menjaga jarak dengan orang orang selain keluargaku agar Aku bisa hidup normal seperti biasa.
" Bu Amelia…? "
Ah… sepertinya Aku terlalu banyak melamun lagi.
" Kok.. bisa tau nama saya..? "
" Oh, perkenalkan saya Arya dan saya yang akan melakukan interview sama Bu Amelia. "
Wow… what the… Interview sama cowok ganteng yang terlihat lebih muda dariku ini?.
Aku menggunakan pakaian formal dan blazer untuk interview kali ini untuk memberi kesan yang sopan. Namun pakaian yang dia kenakan terlihat sangat santai sekali.
" Maaf saya baru saja ada urusan mendadak dan tidak sempat untuk mengganti pakaian dan hanya bisa berpenampilan santai seperti ini Bu. "
" Ohh… Nggak apa apa.. "
Tentu saja itu tidak apa apa, maksudku.. Aku bisa memakai pakaian formal yang lebih menarik bila interviewnya akan seperti ini.
" Panggil Amel saja Pak, Dan Saya baru sampai juga kok "
Aku merasa sedikit aneh dipanggil Ibu oleh dirinya. Meskipun hal itu sangat biasa di dunia pekerjaan, namun di depan mangsa… Maksudku calon rekan kerjaku, Aku ingin terlihat lebih akrab.
Dan hal yang lebih penting adalah tidak ada Jin wanita yang mengikutinya !, Hal ini sedikit aneh, barang premium ini belum dihinggapi oleh lalat pengganggu yang merusak suasana.
Para Jin di sekitar pun tidak ada yang mendekatinya dan hanya melihatnya dari jauh saja. Wajah mereka yang seperti manusia pun terlihat sangat hormat sekali ketika melihatnya.
Meskipun wanita centil di sekitar banyak yang berteriak histeris dan bersorak sorak melihat lelaki yang bernama Arya ini.
Sepertinya Aku bisa memiliki kebebasan berpacaran jika bersama dirinya, haha.
Hoho.. apakah ini kesempatan yang diberikan Tuhan kepadaku? kesempatan untuk bisa bekerja ditempat yang sama dengan lelaki seperti ini?.
Sepertinya kerja kerasku tidaklah sia sia, Aku hanya dipecat dari pekerjaanku agar bisa bertemu dengannya !
Semoga saja dia single, karena Aku yakin bisa dekat dengan dirinya bila Aku bertemu setiap hari dengannya.
Aku, Amelia 25 tahun. Single dari lahir sampai sekarang. Akan mencoba mengakhiri masa lajangku ! Mama Papa doakan anakmu !