
Sanders Efron tidak bergeming untuk beberapa waktu membiarkan dirinya menatap wajah bibinya tersebut untuk waktu yang cukup lama kemudian dia menatap ke arah layar proyektor yang ada di sisi kanan nya, bisa dia lihat Airin tampak menggigil begitu sempurna dan kini secara perlahan gadis tersebut mencoba untuk membaringkan dirinya sendiri di atas lantai ruangan pendingin yang dibuat oleh dirinya di masa lalu nya khusus untuk kesenangan nya dalam melenyapkan para musuh-musuhnya.
"Sanders.... dengarkan aku, dia bener-bener masuk pada masa kritis nya"
Gwen kali ini benar-benar marah dia berteriak histeris lantas tidak mempedulikan lagi bagaimana ekspresi Sanders Efron, gadis tersebut langsung beranjak pergi dari sana menuju ke arah ruangan kaca pendingin di mana Airin berada, dia tahu mungkin dia harus menerima sebuah hukuman mengerikan dan laki-laki yang merupakan keponakan yang tersebut tapi dia tidak mungkin terus diam dengan keadaan dan membiarkan Putri Bianca mati karena kecerobohan Sanders Efron.
gadis tersebut berlarian mengejar langka cukup takut terlambat jika sesuatu yang buruk terjadi pada Airin, keponakannya pasti sudah gila pikirnya karena memperlakukan seorang gadis muda dengan sangat tidak manusiawi meskipun sebenarnya dia tidak tahu apa yang telah terjadi dalam tadi hingga membuat marah Sanders Efron.
laki-laki itu biasanya marah dengan alasan yang jelas meskipun terkadang dia tahu kemarahan Sanders seringkali melampaui batasannya tapi Sanders tidak pernah menggunakan ruangan pendingin untuk memperlakukan beberapa orang yang dianggapnya tidak berbahaya.
Tapi memperlakukan Airin seperti itu seolah-olah Airin telah melakukan kesalahan yang luar biasa dahsyat hingga membuat laki-laki tersebut begitu marah.
meskipun ada keinginan untuk bertanya ada apa namun dia tidak memilih hak lebih untuk mempertanyakan hal tersebut dan lagi ini bukan waktu yang tepat untuk pertanyaan Ada apa, yang paling tepat adalah dia harus menyelamatkan gadis itu secepatnya karena dia yakin saat ini kondisi tubuh Airin jelas memburuk.
dia terus mencoba melangkah menuju ke arah di mana ruangan Airin berada dengan rasa panik yang begitu tinggi, sembari gadis tersebut mencoba untuk meraih handphonenya dan hubungi seseorang di seberang sana dengan cepat.
dia pikir dia butuh dokter pribadi Sanders untuk mengurus gadis itu saat ini juga,mereka harus melakukan pertolongan pertama sebelum dokter datang karena dia tahu resiko hipotermia jelas begitu besar dan bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya.
dia pikir Sanders kali ini benar-benar gila dan melampaui batasannya.
gadis itu berhasil mencapai pintu ruangan pendingin di mana air yang berada, dua pengawal terlihat mengerutkan keningnya saat melihat kehadiran dari Nona muda mereka, sesungguhnya terkadang mereka bingung harus menuruti perintah yang mana namun karena terkadang Sanders jelas lebih berkuasa daripada putri dari tuan mereka mau tidak mau mereka menghalangi jalan Nona mereka saat ini.
Klatakkkkkk.
"jika kalian menghalangi jalanku aku pastikan aku akan menyelesaikan kalian semua tanpa tersisa satupun "
Gwen mengacungkan senjata nya.
Seketika kedua orang tersebut menelan salivanya.
mereka mana berani jika senjata telah diacuhkan oleh sang Nona muda pada mereka, akhirnya mau tidak mau mereka menyingkirkan diri mereka dengan cepat, membiarkan gadis tersebut masuk ke dalam ruangan itu dengan caranya sendiri.
Gwen masuk ke dalam ruangan itu dengan cepat kemudian dia mencari tombol untuk membuka ruangan pendingin tanpa berpikir dua tiga kali lantas secepat kilat dia meraih tubuh Airin yang telah tergeletak di dalam ruangan tersebut Sejak tadi.
"Oh shi.t"
Gadis itu mengumpat saat dia melihat ketidakberdayaan Airin saat ini, dalam kebingungannya gadis itu mencoba untuk meraih tubuh Airin dan menggendongnya, meskipun dia tahu dia tidak memiliki tenaga sebanyak itu namun dia berusaha untuk mengangkatnya dalam keputusannya.
namun sepersekian detik kemudian tiba-tiba saja dirinya dikejutkan oleh seseorang yang mendahului dirinya dan menggendong Airin, Gwen langsung menoleh lantas membulatkan bola matanya saat dia sadar siapa yang melakukan hal tersebut.
Hah?!.
gadis itu menatap tidak percaya pada Sanders Efron dia pikir selalu saja laki-laki itu bergerak di luar pemikirannya, terkadang dia tidak paham bagaimana jalan pikiran laki-laki tersebut, Sanders Efron selalu saja bergerak sesuai kemauannya dan selalu melakukan apapun juga sesuai keinginannya dan tidak ada yang bisa membantah atau bahkan mencoba untuk bisa mematahkan apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu.
Sanders Efron benar-benar bergerak menggendong Airin tanpa menoleh sedikitpun ke arah Gwen.
"kita harus melakukan pertolongan pertama padanya"
"pulanglah ke rumah, aku sendiri yang akan mengurusnya"
tiba-tiba saja laki-laki mengerikan tersebut bicara seperti itu tanpa menoleh ke arah sang bibinya sembari berjalan mengangkat tubuh Airin.
mendengar ucapan Sanders Efron jelas saja membuat gadis tersebut langsung terkejut dan menaikkan ujung alisnya.
"What?"
bayangkan bagaimana terkejutnya Gwen yang saat ini? gadis itu benar-benar tidak habis pikir sebenarnya apa yang ada di dalam otak keponakannya tersebut.
"aku bilang kita harus melakukan pertolongan pertama karena dia terkena hipotermia, dia kedinginan Sanders dan dia membutuhkan pertolongan pertama untuk menetralisir dinginnya dia butuh sesuatu yang hangat"
gadis itu bicara dengan cepat mencoba untuk mengejar langkah Sanders, dia tidak tahu laki-laki itu akan membawa Airin ke mana tapi sepertinya laki-laki itu akan membawanya ke kamar pribadi nya sendiri.
Sanders langsung menghentikan langkahnya sembari dia terus menggendong Airin yang saat ini mencari sesuatu yang hangat, gadis tersebut terlihat menggigil dahsyat di mana wajah dan seluruh tubuhnya membeku, bahkan gadis itu kini mulai kehilangan kesadaran diri nya, Airin masih bisa mendengar samar-samar pertengkaran orang-orang di sekitarnya yang tidak dia pahami.
laki-laki itu menatap ke arah Gwen, tatapan menukik seperti elang yang bisa membunuh siapapun yang berada di hadapannya, tiba-tiba saja laki-laki tersebut menaikkan ujung alisnya kemudian dia menyunggingkan senyuman devil nya lantas Sanders Efron berkata.
"Butuh yang hangat bukan? aku akan mengatasi nya"
dan percayalah demi apapun ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Gwen mengerutkan keningnya tidak tahu kenapa otak gadis itu langsung bekerja dengan cepat saat dia mendengar barisan kalimat yang dikatakan dan disampaikan oleh sang keponakannya tersebut.
"aku akan mengatasi semuanya di sini dan kau kembalilah ke kediamanmu"
laki-laki itu kembali bicara masih sambil menampil kan senyuman devil nya.
Gwen ingin menolak dan membantah ucapan dari Sanders Efron karena sepertinya dia tahu apa yang dipikirkan oleh laki-laki tersebut.
"No...dia sudah bertunangan, dia akan menikah, dia putri Bianca, Sanders apa kau gila? aku tahu apa yang kau pikirkan"
dia jelas saja panik, mencoba untuk mengingatkan Sanders Efron namun rupanya dua orang suruhan laki-laki tersebut langsung meraih tubuhnya dan mengangkat Gwen agar menjauh dari sana secepatnya.
"Sanders, kau benar-benar gila..."
Gwen berteriak histeris.
"Oh my god, oh my god, dia bukan para perempuan si.lan mu'
Dan Gwen tahu apa yang telah dipikirkan oleh keponakannya tersebut.
"Sanders Efron jangan menyentuh nya, kau benar-benar ingin cari mati"
Dia seharusnya bisa menebaknya, laki-laki tersebut sengaja melakukan hal tersebut kepada Airin karena dia memang telah berencana untuk membuat gadis itu masuk ke dalam genggaman sejak awal dan Sanders Efron ingin mendapatkan kedua-duanya.
Baik Karla maupun Airin dalam cara yang berbeda.