
"tentu saja bagiku Mommy adalah mommy kandungku, tidak ada lagi orang yang bisa menggantikan mommy dan daddy juga yang lainnya, dan jikapun aku kembali pada mereka pasti mereka akan terasa asing untuk diriku, aku tidak memikirkan untuk kembali kepada mereka saat ini"
Karla menjawab dengan cepat, menyakinkan mommy Wilona tentang perasaannya.
Mendengar ucapan putrinya cukup membuat mommy Wilona lega, dia menatap Karla dengan bola mata berkaca-kaca.
sejenak keheningan terjadi di antara mereka berdua, tidak ada yang mengeluarkan suaranya sama sekali untuk beberapa waktu.
Karla Mencoba menggenggam erat telapak tangan mommy nya, dia menatap wanita hampir paruh baya tersebut dengan seksama.
Realitanya meskipun mommy Wilona ternyata bukan mommy kandungnya, dia begitu menyayangi dan mencintai wanita tersebut, baginya tidak ada yang bisa menggantikan posisi Mommy nya tersebut.
karena sejatinya sejak kecil hingga dewasa wanita itu satu-satunya yang mencurahkan kasih sayang yang berlumbab-lumbab kepada dirinya, apapun keinginannya selalu dipenuhi oleh wanita tersebut, bahkan dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya tidak ada sedikitpun kekurangan yang disediakan oleh wanita itu, tidak pernah pula mommy Wilona nya memukulnya atau membentaknya, wanita itu memperlakukannya dengan begitu hangat dan lembut.
Bahkan dia begitu dimanja tentang ada perbedaan sama sekali dalam memperlakukan kak Frans nya dan dirinya, bahkan mommy Wilona memperlakukan dirinya layaknya seorang tuan putri, tidak sekalipun wanita itu menyakiti dirinya karena itu bagaimana bisa dia melupakan wanita tersebut dan mau meninggalkan nya.
"Bagi ku mommy tetaplah mommy kandung ku, tidak ada orang yang bisa menggantikan posisi Mommy, jangan khawatir soal apapun mom, aku tidak akan pernah meninggalkan mommy dalam keadaan apapun"
Saat Karla berkata seperti itu, mommy Wilona menatap dalam bola mata istrinya, bola matanya terlihat berkaca-kaca, merasa sangat bahagia dengan ucapan wanita tersebut.
"Mommy hanya merasa sedikit khawatir dengan keadaan ini semua, mommy takut jika kamu meninggalkan mommy, dan lagi tidak pernah terlintas untuk bicara tentang status kamu sebenarnya, tapi karena keadaan mommy terpaksa mengatakannya"
Ucap wanita tersebut dengan cepat.
lagi mereka saling diam antara satu dengan yang lainnya, tidak mengeluarkan suara mereka sama sekali
"katakan padaku apa yang terjadi pada Airin?"
tiba-tiba karena tertarik untuk bertanya soal Airin, wanita di hadapannya tersebut berkata jika Airin diambil oleh keluarganya.
mendengar pertanyaan putrinya seketika membuat Mommy Wilona terdiam.
"dan aku ingin tahu siapa yang menculik Airin? kenapa dia membawa Airin?"
Karla kembali bertanya dengan nada yang begitu penasaran.
Pertanyaan demi pertanyaan terus melesat dari bibir Karla, jutaaan rasa penasaran menghantam dirinya.
Nyonya Wilona menggeleng kan kepala nya.
"kalian tidak bisa bertukar tempat karena itu tidak mungkin, dan mereka mengambil Airin tanpa sepengetahuan kami"
Ucap wanita tersebut kemudian.
"Karena untie Bianca mu tidak akan pernah mau memberikanmu pada mereka"
ketika mommy nya berkata seperti itu seketika membuat Karla mengerutkan keningnya.
"kenapa?"
jelas saja dia bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.
"ada beberapa hal tidak bisa kami katakan padamu, kami tidak bisa mengembalikan kamu pada keluarga Efron, salah satu alasannya adalah kau akan menjadi penerus mereka"
Mommy nya bicara dengan cepat mencoba untuk meyakinkan Karla.
sejenak Karla semakin mengerutkan keningnya, dia pikir kenapa tidak ada yang mau mengembalikannya pada keluarga tersebut.
"tapi bagaimana jika nyawa Airin terancam? kami bisa bertukar posisi mom"
Karla langsung menawarkan diri.
"No..., itu tidak akan mungkin terjadi, saat Efron mendapatkan kamu, itu artinya L Duck dan intelijen akan menemukan semua orang dan itu akan membahayakan semua orang termasuk..."
Seketika mommy Wilona menghentikan ucapannya, membuat Karla menaikkan ujung alisnya.
"Lupakan saja, aku pikir untie Bianca mu pasti sudah bergerak untuk mengatur banyak hal"