GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG

GAIRAH DAN HASRAT TERLARANG
Yakin dijebak oleh seseorang


mendengar ucapan dari Karla seketika membuat Lucas langsung menggelengkan kepalanya.


"No."


Laki-laki tersebut langsung bangun dari posisi duduknya, dia mencoba mengejar langkah Karla yang telah mulai selesai mengganti pakaiannya dengan tergesa-gesa, perempuan itu bergerak dengan cepat meraih tasnya dan mencoba pergi dari sana dengan kondisi yang jelas tidak baik-baik saja.


Bisa dia lihat emosi perempuan tersebut terlihat naik turun, bahkan Karla terlihat seperti orang linglung dan tidak tahu harus melakukan apalagi berikutnya dan dia bahkan tidak tahu harus ke mana.


Lucas mencoba meraih tangan perempuan tersebut dan berusaha untuk menahan langkanya.


"Tidak, dengar kan aku Karla, jangan pergi saat ini dan kita harus menyelesaikan semua nya saat ini juga"


laki-laki tersebut bicara dengan cepat dia seperti orang linglung, mencoba untuk mencari sesuatu untuk menutupi tubuhnya yang tidak menggunakan sehelai benang pun.


laki-laki tersebut berusaha meraih handuk yang ada di atas kursi kayu di sisi ranjang.


Karla tidak peduli dengan ucapan Lucas, di balik rasa nyeri yang menghantam di bawah intinya dia berusaha untuk meraih sandal heels miliknya dan menggunakannya dengan cepat.


yang perempuan itu pikirkan saat ini adalah dia harus segera pergi dari sana secepatnya dan dia tidak ingin melihat wajah kakak sepupunya sama sekali.


ada jutaan kekecewaan, kesedihan yang menghantam dan juga kemarahan yang bercampur aduk menjadi satu di dalam dirinya saat ini, dia butuh waktu untuk berpikir dan mencerna semua keadaan, tidak tahu harus menyalahkan dirinya sendiri atau menyalahkan Lucas.


bagaimana bisa mereka melewati malam yang tidak sepantas yang mereka lalui berdua di mana hubungan sepupu jelas melekat di antara mereka.


tidak dibayangkan bagaimana tubuhnya di jamah oleh laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, dan tidak bisa dia bayangkan bagaimana bisa semalam mereka melewati sisi percintaan dalam hubungan satu darah dengan cara yang sangat menjijikan.


proses berusaha untuk terus menggenggam lengan Karla, laki-laki tersebut tidak membiarkan sepupunya itu untuk pergi saat ini dalam keadaan kacau dari kamar miliknya.


tidak dia pedulikan lagi jika pagi ini dia memiliki pertemuan dengan investor asing, bahkan suara handphonenya sejak tadi berdering memekakkan dan telinga dan memecah keheningan terus dia abaikan.


karena jelas tidak ingin Lucas menyentuhnya saat ini, dia berusaha untuk terus memberontak dan berusaha melepaskan diri, begitu dia berhasil lepas dari Lucas dengan cepat perempuan itu berlarian menuju ke arah pintu depan.


Lucas yang masih belum mengenakan apapun jelas bingung dia bergegas mencari pakaiannya sehingga membuat dia kehilangan sosok Karla yang telah menghilang di balik pintu.


Laki-laki tersebut langsung menggunakan pakaiannya dengan asal-asalan, tanpa dia memikirkan bagaimana penampilannya pagi ini. Lucas kemudian secepat kilat ikut keluar dari pintu kamar hotel itu dan berusaha mengejar langkah Carla.


jangan ditanya bagaimana perasaan Lukas saat ini di balik siapa yang salah siapa yang benar dan sebenarnya ada apa dengan mereka semalam, apa yang dia minum juga apa yang diminum oleh sepupunya tersebut.


dia pikir hubungan mereka benar-benar akan hancur setelah hari ini, dan bagaimana bisa mereka melewati malam yang tidak pernah seharusnya mereka lewati dan Lucas sadar telah menghancurkan sepupunya tanpa berpikir dengan jernih.


Laki-laki tersebut terus bergerak menuju ke arah pintu elevator, bisa dia lihat Carla telah turun jauh lebih dulu ke arah lantai bawah, karena bingung Lucas memilih bergerak melewati tangga dan berlarian dengan cepat untuk mengejar langkah perempuan tersebut dia takut dia kehilangan Karla dan perempuan itu akan berbuat nekat yang tidak-tidak.


Janjinya pada bibi nya seharusnya dia membawa gadis itu hari ini untuk pulang ke Indonesia seakan akan hancur lebur menjadi satu.


Dia terus bergerak turun menuju ke lantai bawah dan mengejar langka perempuan tersebut dengan cepat tanpa peduli saat orang-orang memperhatikan dirinya meskipun tidak dipungkiri semua orang mengenal dirinya di sini tapi tidak banyak yang mengenal Karla, bagi mereka Karla adalah kekasihnya atau istrinya dan bukan sepupu nya.


Begitu Lucas mengejar langkah Karla beberapa orang berpikir jika dia dan istrinya tengah bertengkar saat ini.


"No, please, Karla tolong dengarkan aku"


Lucas terus mengejar langkah perempuan tersebut dan berusaha meraih tangan Carla dia tidak ingin perempuan itu pergi menjauh, tidak dia pedulikan meskipun dia harus kehilangan harga dirinya untuk mengejar sepupunya tersebut.


"Mari bicara empat mata secara serius jangan seperti ini dan tolong jangan melarikan diri dariku"


mohon Lucas kepada Karla dia seolah-olah tengah mengemis saat ini agar perempuan tersebut tidak melarikan diri dari dirinya.


bisa dilihat Karla ternyata masih terus menangis saat ini di mana air mata perempuan tersebut terus tumpah sejak tadi, bahkan beberapa kali Karla mencoba menghapusnya dengan punggung tangan perempuan tersebut.


ini kali pertama dia membuat sepupunya menangis dengan cara yang begitu ekstrem dan demi apapun Lucas sangat menyesalinya.


Karla terlihat berusaha menaikkan tangannya kemudian dia ingin bicara tapi seolah-olah suaranya menghilang begitu saja dan dia tidak tahu harus berkata apa.


"aku tidak tahu apa yang terjadi semalam tapi semuanya berada di luar akal sehat dan logika, percayalah aku tidak tahu tapi aku pikir aku meminum sesuatu yang salah dan kamu juga tidak pernah seperti itu sebelumnya."


laki-laki itu bicara cepat, mencoba menerangkan apa yang terjadi pada mereka semalam, dia tidak ingin ada kesalahpahaman di sini, tidak ada pemaksaan diantara mereka karena kondisi dan keadaan mereka yang jelas tidak baik-baik saja.


"maksud kakak kita dijebak seperti itu? bagaimana bisa"


Mendengar penuturan Lucas seketika akal waras dan logika Karla jelas tidak berjalan dengan baik, Yang dia ingat semalam mungkin dia memang telah dicekoki minuman oleh seseorang tapi seharusnya kakak sepupunya bisa mencegah dirinya bergerak melampaui batasannya dan jangan beralasan jika kakak sepupunya juga telah dicekoki oleh seseorang sama seperti dirinya.


"Apa kamu pikir kakak akan berbohong padamu?"


Lucas merasa seolah-olah Karla menuduh dirinya dan juga menyalahkan dirinya, dia ingin kembali bicara namun tiba-tiba di tengah keadaan semua itu tiba-tiba saja suara seseorang mengejutkan mereka.


"Karla? Lucas?"


Dan demi apapun Lucas serta Karla sangat kenal betul dengan suara tersebut, mereka buru-buru menoleh ke asal suara dengan pandangan mata yang membulat dengan sempurna.