
Airin berlarian dengan cepat menuju ke arah lantai atas, enggan memilih naik elevator, selain terlalu lama menunggu juga disebabkan karena sejak kecil dia takut naik elevator atau kamar lift, dia pernah terkurung ditempat gelap dan sempit dimasa lalu bersama Karla, membuat efek trauma tersendiri untuk dirinya.
Karena itu ingin bagaimana pun juga dia tidak akan pernah mau naik lift atau elevator dan masuk kedalam ruangan sempit atau gelap.
Karla mungkin baik-baik saja, melupakan kejadian dimasa lalu karena usia mereka saat itu masih sangat kecil, tapi Airin tidak akan pernah melupakan nya.
Seolah-olah setiap kali berada di ruangan sempit dan kecil dia akan tercekik dan mati saat itu juga.
Kenangan masa itu jelas tidak baik-baik saja, dimana nyawa semua orang seolah-olah terancam antara satu dengan yang lainnya, semua ulah seseorang namun dampaknya jelas kena terhadap banyak orang termasuk dirinya.
Gadis tersebut kini bergegas menuju ke arah tangga, memilih naik ke atas dengan gerakan cepat, dia pikir harus menemui Karla secepat nya.
cukup tidak bagus jika perempuan tersebut terkena masalah dalam waktu dekat, sebab menyimpan rapat-rapat hubungan terlarang jelas tidak baik-baik saja.
Bayangkan saja bagaimana saudara sepupu terikat cinta berakhir menikah, dia tahu bisa jadi mommy nya akan membunuh kakaknya dan Karla, apalagi jika mommy nya tahu dia terlibat dalam kasus percintaan kedua orang tersebut, yakinlah semua akan menggila pada waktunya.
Dia takut membayangkan semuanya.
Hubungan kakak laki-laki nya dan Karla terlalu pelik untuk dirinya.
Dikala Airin berusaha melangkahkan kakinya dengan cepat, siapa tahu dari lantai atas seseorang ikut bergerak turun dari atas tangga, cukup tergesa-gesa diikuti seseorang dibelakang nya.
Airin awalnya tidak begitu peduli, mencoba untuk bergerak memepetkan diri di dinding tangga ketika mereka berpapasan, tapi siapa sangka tiba-tiba saja laki-laki tersebut nyaris menabraknya karena jalan laki-laki tersebut yang terkesan tergesa-gesa, menabrak bahu Airin dan membuat gadis tersebut membulatkan bola matanya.
Bagaikan adegan sebuah drama, dimana laki-laki tersebut langsung dengan cepat menarik tangan nya, membuat Airin seketika langsung meraih tangan laki-laki tersebut dengan tangan kirinya dimana tangan kanan nya digenggam erat oleh laki-laki tersebut.
Dia benar-benar terkejut, sudah memikirkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi.
Gila!.
Airin langsung memejamkan bola matanya, seolah-olah tidak memiliki harapan untuk berkata semua baik-baik saja, cukup lama dengan kepasrahan, siap jatuh dan remuk kebawah atau mati saat ini juga.
Tapi siapa sangka tiba-tiba dia merasa tubuhnya di angkat dan dipeluk dengan erat oleh laki-laki dihadapan nya tesebut, tapi meskipun begitu Airin bahkan tidak bisa konsentrasi dengan keadaan nya, tubuhnya gemetaran dan dia shock berat.
masih memeluk erat tubuh laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, bahkan dia tidak berani membuka bola matanya itu Karena rasa terkejut yang begitu mendalam.
"Apa kamu baik-baik saja?"
tiba-tiba suara laki-laki tersebut mendominasi dibalik telinganya, membuat Airin yang seketika membuka bola matanya, dia masih bingung harus menjawab apa karena masih cukup terkejut dengan apa yang terjadi barusan.
"Miss, anda baik-baik saja?"
Laki-laki tersebut kembali mengulangi pertanyaannya.