
...~Happy Reading~...
“Kamu masak apa?” tanya Yusuf yang tiba tiba langsung memeluk istrinya dari belakang.
“Masak air,” jawab Eleena begitu santai, seketika membuat Yusuf mengerutkan dahi dan langsung melepaskan pelukan nya.
Yusuf menggeser tubuh istrinya, ingin tahu dengan apa yang di katakan oleh sang istri. Dan ternyata memang benar, bahwa Eleena hanya mengaduk aduk sebuah panci berisi air putih biasa.
Entah akan di buat apa oleh Eleena, pasal nya, wanita itu sudah berdiri di depan kompor hampir setengah jam. Maka dari itu, Yusuf mencari dan menghampiri Elee,a karena khawatir jika wanita itu akan merusak dapur kembali.
Tapi hal terduga, justru Eleena hanya memasak air. What? Sungguh istrinya benar benar di luar nalar.
Cup!
Belum hilang kebingungan Yusuf dengan masakan Eleena, justru kini wanita itu langsung mengecup pipi Yusuf begitu saja.
“On camera,” bisik Eleena tersenyum begitu manis, seketika membuat Yusuf tersadar.
Yusuf tersenyum dan menghela napas nya pelan. Keseharian Eleena memang benar benar sangat di luar nalar.
Wanita itu masih belum menyerah untuk membuat trend aplikasi A day in my life. Akan tetapi karena tidak memasak, jadilah Eleena hanya memasak air, yang terpenting bagi nya, ia terlihat sedang memasak.
Saat laki laki itu hendak mencari keberadaan Camera yang di maksud oleh Eleena. Tiba tiba wanita itu menggelengkan kepala dan melarang nya untuk menoleh.
“Biar natural,” imbuh Eleena terkekeh.
“Baiklah, biar lebih natural,” dan tanpa aba aba, Yusuf pun langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawa nya pergi meninggalkan dapur.
Tak lupa, sebelum itu Yusuf mematikan kompor agar air yang di masak istrinya tidak gosong. Ya, walau pun ia tahu bahwa air itu tidak akan gosong.
“Assalamualaikum,”
Yusuf langsung menurunkan istrinya di sofa ruang keluarga saat mendengar suara seseorang yang bertamu. Laki laki itu hendak keluar untuk melihat siapa tamu nya, namun dengan cepat Eleena menggelengkan kepala dan melarang Yusuf untuk keluar.
“kenapa?”
“Ihhh itu kan suara ikan teri, kamu pergi buruan. Aku gak mau kamu ketemu sama dia!” ucap Eleena yang membuat Yusuf langsung paham.
Agar tidak ada perang dunia ke sebelas, akhirnya Yusuf memilih mengalah dan langsung pergi, namun ia bukan pergi ke kamar nya dan Eleena, melainkan menemui Bagus yang berada di dalam kamar.
“Walaikumsalam, sendirian? Ada apa?” tanya Eleena to the point saat melihat kedatangan Catherine ke rumah nya.
“Hem, Cuma nganterin titipan dari Mama,” jawab Catherine singkat dan datar.
“Apaan?” Eleena mengerutkan dahi nya, membuka bingkisan yang sudah di bawakan oleh Eleena.
Dan ketika Eleena membuka bingkisan itu, seketika matanya langsung berbinar dengan begitu terang. Karena ternyata Catherine membawakan nya makanan yang ia mau.
Pagi tadi, Eleena sempat membuat story, yang menginginkan tahu susu dari Bandung. Dan siapa sangka, bahwa sore ini makanan itu sudah tiba di rumah nya.
“Kok tahu kalau aku pengen ini, ku kira kamu silent story ku,” ucap Eleena tanpa perduli dan langsung memakan tahu susu nya.
Bahkan, wanita hamil itu langsung mendudukkan diri di lantai yang beralaskan karpet bulu halus untuk memakan tahu susu tersebut.
“Gak penting, aku tahu. Lagian aku cuma ngejalanin perintah Mama,” Catherine masih saja ketus dengan nya.
Meskipun Catherine terlihat cuek dan judes padanya, namun entah mengapa Eleena bisa menemukan ketulusan pada diri gadis itu. Terlihat saat Catherine mau membawakan nya tahu susu dari Bandung hingga Jakarta.
Walaupun itu hanya perintah dari mama Rasti, tapi jika ia seandainya Eleena yang di suruh, ia tidak akan mau karena dirinya malas. Akan tetapi, ternyata Catherine mau dan ia bela belain menyetir dari Bandung ke Jakarta seorang diri demi mengantarkan tahu susu untuk Eleena.
Don't judge by the cover, karena terkadang apa yang kita lihat di depan tidak seperti apa yang ada di dalam nya. Seperti hal nya Catherine dan Eleena yang terlihat jahat, cuek dan tidak perduli. Tapi, keduanya memiliki hati yang baik dan tulus.
...~Thank you .......