
...~Happy Reading~...
Menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, kini Eleena dan Yusuf sudah tiba di sebuah pemakaman dimana tempat pak Brata beristirahat dengan tenang di sana. Sejak tadi, dirinya mencari keberadaan Bagus yang tak kunjung bertemu, akhirnya kini ia kembali di temukan dengan laki laki remaja tersebut.
Ya, Bagus pergi keluar rumah karena ingin mengunjungi makam pak Brata.
“Kakak,” sapa Bagus saat melihat kedatangan kakak dan kakak ipar nya.
“Jadi kamu kesini?” tanya Eleena yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Bagus.
Ketiga nya pun kembali berkumpul, duduk di sisi makam untuk memberikan doa untuk pak Brata. Hingga setelah beberapa saat, setelah usai memanjatkan doa Eleena menebarkan bunga di atas makam tersebut.
“Assalamualaikum, Papa ... “ Eleena tersenyum sambil sesekali mengusap nisan di depan nya.
“Maaf jika selama ini, Ele banyak menuntut sama Papa. Ele belum bisa jadi anak yang baik untuk Papa. Tapi, Papa tenang saja, Ele sekarang sudah dewasa, Ele sudah bisa mikir lebih panjang lagi. Dan Ele janji, akan berusaha sebaik mungkin untuk ke depan nya.”
“Ele tidak tahu, rencana apa yang sedang di susun oleh Allah untuk hidup Ele. Sampai Allah menghadirkan Bagus setelah Papa tiada. Tapi, Ele percaya, bahwa apa yang sekarang Ele jalani, itulah yang terbaik untuk semuanya.”
“Papa, istirahatlah dengan tenang di sana. Ele dan Bagus akan selalu mendoakan Papa disini. Ele janji, meskipun Ele tidak bisa menjadi anak yang baik untuk Papa dulu. Ele akan berusaha menjaga dan menjadi kakak terbaik untuk Bagus.”
“Walau sedikit terlambat, tapi Ele berharap Bagus dan Ele bisa akur seperti yang Papa harapkan. Iya Pa, Ele tahu apa yang Papa inginkan. Ele tahu apa yang Papa harapkan, dan Ele juga tahu apa yang akan Papa lakukan jika Papa masih disini.”
“Oh iya, Papa jangan marah sama menantu Papa karena sudah ingkar ya.” Ucap Eleena kini sedikit melirik ke arah suami nya, “Papa tahu, kalau suami Ele itu juga manusia biasa yang punya khilaf dan salah. Cuma casing nya doang malaikat tapi hatinya masih manusia utuh Pa.”
“Tapi, dengan mas Yusuf yang berbuat khilaf mengingkari perjanjian nya sama Papa, rahasia ini akhirnya terungkap. Mama juga sudah memaafkan Papa, karena sejak awal Mama sudah sadar akan posisi nya. Iya kan Mas?” tanya Eleena kembali menatap ke suami nya.
“Papa, baik baik di sana sama tante Ratih. Kata Mama, sekarang Papa udah bahagia karena bertemu kekasih Papa. Ya walau pun Ele tidak kenal siapa tante Ratih tapi kalau Ele lihat Bagus, Ele yakin kalau beliau adalah orang baik.”
“Bahagia ya Pa di sana. Jangan sedih dan khawatir dengan Bagus, karena Ele sudah berhasil menemukan nya. Jadi Ele yang akan menjaga Bagus ke depan nya.”
Bukan hanya Yusuf yang hanya bisa diam pasrah, Bagus pun juga begitu. Sedikit banyak, kini laki laki remaja itu sudah bisa menebak bagaimana sikap dan sifat sang kakak yang selama ini tidak ia ketahui.
Walau sedikit bingung, tapi Bagus tetap bersyukur karena sudah di pertemukan dengan Eleena. Dan ia beruntung karena memiliki kakak ipar yang seperti Yusuf.
Terkadang, kita mengharapkan sebuah tanaman bunga yang begitu cantik. Akan tetapi, Tuhan justru memberikan kita tanaman kaktus yang penuh dengan duri. Kita kerap sekali marah dan tidak terima dengan apa yang di berikan karena tidak sesuai dengan harapan kita. Tanpa kita sadari, Jika kita bersyukur dan rela bersabar, kelak Kaktus itu akan menumbuhkan bunga yang indah melebihi tanaman yang pernah kita minta. Karena itulah cara Tuhan menunjukkan bahwa semuanya akan indah pada waktunya ...
Seperti hal nya, hidup berliku yang di lalui Bagus dan Eleena, begitu banyak duri dan baru terjal untuk ia lalui hingga sampai saat ini. Dimana Eleena yang akhirnya menemukan cinta sejatinya, Yusuf. Dan juga Bagus yang kini sudah menemukan jati dirinya yang ternyata bukan anak dari sembarang orang.
Hingga akhirnya, keduanya berhasil menemukan kebahagiaan masing masing, dan bersama dalam membuka lembaran baru yang jauh lebih indah dari lembaran sebelumnya.
...TAMAT .......
...🕊🕊🕊...
...Holaaa, cukup sampai disini dulu ya kamar mas Yusuf dan Eleena. Jangan nunggin Ele lahiran, nanti akan Mommy kasih di extra part. Terimakasih untuk yang sudah mengikuti kamar Yusuf dari yang pertama sampai disini. Maaf jika mungkin Mommy ada salah kata atau tulisan mohon di maklumi....
...Sampai ketemu di kamar neng pengacara ya (Pengangguran banyak acara) Ikuti terus akun Mommy, biar tahu kapan kamar Mayra launching.......
...Si yu nex tem.... bay bayyy .......