Eleena Sora

Eleena Sora
Pulang


...~Happy Reading~...


Seperti yang di katakan oleh dokter. Bahwa hari ini, Eleena sudah di perbolehkan untuk pulang, karena keadaan nya sudah sangat baik. Yusuf sengaja tidak ke kantor, karena untuk menemani istri nya.


Sedangkan Maira dan Khalifa, sejak pagi juga sudah tiba di rumah sakit untuk menjemput sang kakak ipar kesayangan nya.


Sepanjang perjalanan, Mobil yang di supiri oleh Maira itu terlihat begitu ramai dengan candaan dan gelak tawa Maira juga Eleena. Kini, wanita itu benar benar sudah kembali ceria lagi seperti dulu.


Sedangkan Khalifa dan Yusuf, hanya sesekali saja menimpali obrolan obrolan abstrak dari Eleena dan juga Maira.


Jangan heran mengapa Maira yang menyetir, mengapa bukan Yusuf.


Tentu saja ini karena permintaan bumil yang sedang ingin di manja oleh suami nya. Setelah beberapa hari, ia tidak puas memeluk sang suami, lantaran terhalang infusan.


Kini, ia bisa bebas memeluk dan di peluk di kursi belakang. Dan membiarkan Maira dan Khalifa yang berada di depan.


Sebenarnya, Yusuf juga membawa mobil dan supir. Namun, lagi lagi ini adalah permintaan dari sang ibu hamil. Maka nya mau tak mau Yusuf menuruti nya, dengan catatan Maira harus membawa nya pelan pelan dan hati hati.


“Oh iya, Khalifa, kemarin gimana? Kamu dapat apa?” tanya Eleena dengan tiba tiba seketika membuat mata Maira langsung membulat dengan sempurna melirik ke arah Eleena tajam lewat kaca spion yang ada di atas nya.


Bukan takut, Eleena justru terlihat sedang menahan tawa nya. Terlebih sat ia melihat raut wajah terkejut dari Maira, membuat Eleena semakin gencar menggoda saudara ipar nya tersebut.


Ya, Eleena sebenarnya tahu kemana Maira akan pergi kemarin sore. Dan Eleena juga tahu, dengan siapa Maira akan bertemu. Akan tetapi, kemarin Eleena memilih untuk diam lantaran tidak ingin menggagalkan rencana Maira untuk bertemu.


“Dapet apa?” gumam Khalifa begitu polos mengerutkan dahi nya menatap Eleena, “Dapet apaan, memang nya Khalifa dapat apa kak?”


“Jangan macem macem El!” ancam Maira langsung menoleh dan menatap Eleena langsung saat berada di lampu merah.


“Ohhhh!” pekik Khalifa seolah tersadar dan paham akan kemana pertanyaan dari kakak ipar nya, “Itu—“


“Fa! Ingat kan perjanjian kemarin?” ancam Maira menatap tajam kepada adik bungsu nya.


“astagfirullah aladzim. Apa sih yang sedang kalian bahas? Kenapa harus ada ancaman ancaman segala, Maira?” tegur Yusuf menggelengkan kepala nya.


“Dih, Maira gak pernah ngancem kak. Maira hanya ngingetin, sama Khalifa. Yang namanya janji itu harus di tepati, dan gak boleh di ingkari.” Ucap Maira meralat ucapan kakak nya.


“Tapi bukan nya kemarin kakak bilang nya, gak boleh cerita sama Abi dan Umma?” tanya Khalifa sekali lagi dengan kepolosan nya, “Dan ini yang nanya kan kak Eleena sama kak Yusuf, berarti—“


“Enggakkkk!” Maira langsung berteriak dan memotong perkataan Khalifa.


“Astagfirullah Maira!” seru Yusuf semakin erat memeluk istri nya, lantaran Maira yang dengan tiba tiba mengerem mobil nya.


“Maaf kak, ini sih Khalifa ah! Diem pokok nya harus diem, gak Cuma abi sama Umma. Kak Yusuf dan istri nya itu juga gak boleh. Pokok nya semuanya gak boleh, inget ya Khalifa, taruhan nya uang jajan kamu!” ancam Maira dengan nafas memburu menatap Khalifa, hingga membuat gadis itu terkekeh, begitu pun dengan Eleena yang berada di pelukan Yusuf ikut terkekeh.


Sebegitu takut kah Maira sampai pertemuan nya terbongkar. Hal itu justru membuat rasa penasaran Eleena bertambah, membuat nya semakin ingin tahu hal apa saja yang di lakukan oleh Maira kemarin sore bersama laki laki itu.


“Mai, kamu gak ciuman kan?”


“Eleena diemmm!” seru Maira begitu kesal, lantaran sejak tadi terus di goda oleh sahabat yang berkedok sebagai ipar nya, membuat nya kian kesal lantaran ia tidak bisa membalas dendam.


Bisa bahaya bila sampai Maira membalas perbuatan Eleena, karena saat ini kakak nya berada di samping Eleena. Yang mana sudah di pastikan, dirinya yang tidak akan aman setelah membalas perbuatan Eleena.


...~To be continue .......