Eleena Sora

Eleena Sora
Penghuni baru


...~Happy Reading~...


“Assalamualaikum.”


“Walaikumsalam ... “


Yusuf dan Eleena yang sedang menikmati sarapan pagi nya, kini langsung menatap ke arah sumber suara dimana ternyata ibu Rasti sudah datang dengan membawa beberapa barang nya.


Ya, hari ini bu Rasti akan pindahan. Tidak banyak memang barang yang ia bawa, akan tetapi yang membuat Eleena maupun Yusuf sedikit bingung, yakni dengan kehadiran seseorang yang di bawa oleh bu Rasti.


Seorang wanita berambut panjang dengan warna grey serta penampilan yang sedikit terbuka, membuat Yusuf yang awal nya menatap ke arah bu Rasti seketika langsung menundukkan kepala nya.


“Ma, dia—“ Eleena bangkit dari tempat duduk nya lalu menghampiri bu Rasti yang berada tak jauh dari meja makan.


“Ah iya, perkenalkan ini kakak kamu. Mama tidak bisa meninggalkan dia sendirian, gapapa ya kalau Mama ajak dia untuk tinggal di sini juga. Kalian sama sama perempuan, Mama yakin kalian pasti akan cepat akrab, dan juga dia bisa menjadi teman kamu nanti,” ucap bu Rasti menjelaskan.


“Catreine,” gadis itu mengulurkan tangan ke arah Eleena.


Namun, Eleena tak segera menanggapi uluran tangan itu. Butuh waktu beberapa detik untuk Eleena mengamati sosok di depan nya, hingga pada akhirnya Eleena menganggukkan kepala dan menerima uluran tangan dari Catreine.


“Eleena,” balas nya.


“Sayang, aku tunggu di kamar ya.” Bisik Yusuf yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Eleena, “Maaf Ma, Yusuf tinggal sebentar,” imbuh nya kini menatap sang ibu mertua lalu ia pergi kembali masuk ke kamar.


“Gila! Ada bidadara disini, sumpah ini sih beneran surga!’ pekik Catreine dalam hati nya sambil terus menatap ke arah Yusuf yang berjalan kian menjauh dari tempat nya.


“Kamu boleh tinggal disini, tapi tolong JAGA PANDANGAN dan jaga KESOPANAN.” Ucap Eleena penuh penekanan kepada kakak tiri nya.


“Catreine!” tegur bu Rasti seketika menyadarkan Catreine dari lamunan nya.


“Baiklah, Mama bisa mengantar dia ke kamar tamu yang—“


“Mengapa harus kamar tamu, Sayang? Dia kan kakak kamu,” ujar bu Rasti seolah tidak terima, “Bukankah kamu sudah pindah dan menempati kamar Papa, jadi mengapa tidak Catreine saja yang menempati kamar kamu. Daripada kosong, iya kan?” imbuh bu Rasti.


Untuk sesaat, Eleena terdiam ia seolah mencerna ucapan ibu nya. Namun, ia merasa tidak rela jika kamar nya di tempati oleh Catreine.


“Maaf Ma, kamar Ele sudah di tempati sama adik ipar Ele,” jawab Eleena memberikan alasan.


“Adik ipar kamu juga akan tinggal disini?” tanya ibu Rasti lagi kini menatap sedikit tak suka.


“Enggak, hanya terkadang dia menginap disini. Dia masih kuliah di Jogja, tapi dia akan sering ke Jakarta, apalagi saat nanti Ele sudah melahirkan, dia akan lebih sering menginap disini, makanya Eleena memberikan kamar Ele ke dia,” jelas panjang lebar membuat bu Rasti dan Catreine terdiam dan saling menatap.


“Di lantai dua, ada tiga kamar. Kamu bisa pilih yang mana, asal jangan kamar pertama, itu kamarku. Atau kamu mau di lantai satu, disini ada enam kamar. Selain kamar utama yang aku tempati, kamu bebas mau pilih yang mana!” imbuh Eleena.


“Atau mau di paviliun belakang juga bisa, kalau mau.”


“Paviliun?” Catreine mengerutkan dahi nya.


“Iya, itu tempat mbok Ti sama yang lain tinggal. Jadi, kalau kamu gak suka disini, bisa ikut tinggal di sana, jawab Eleena berusaha menahan tawa nya.


“Ele!” Bu Rasti langsung menegur putri nya sambil menggelengkan kepala nya, seolah tidak menyukai cara Eleena menawarkan kamar kepada Catreine.


“Ele cuma bercanda Ma, lagian gak mungkin dia gak tahu. Bukankah seharusnya Mama juga sudah banyak kasih tahu dia tentang rumah ini. Kan Mama pernah lama tinggal disini,” ucap Eleena sebelum akhirnya ia memilih pamit untuk menyusul suami nya ke kamar.


...~To be continue .......