Dokter Raya

Dokter Raya
POV Ki Reksa


Dasar perempuan kolot. Mau saja dia mempertahankan sawah itu. Padahal dengan dia memberikan sawah itu dia tak perlu repot-repot untuk memikirkan bagaimana cara membayar hutang suaminya. Tapi tak apalah,setidaknya aku masih bisa menikmati hasil jerih payah mereka. Sebenarnya Asep tidak berhutang apapun padaku,hanya saja ini cara satu-satunya agar Ida mau memberikan sawahnya untukku. Andai waktu itu Asep mau menjual sawah itu padaku mungkin aku tidak akan seperti ini.


Aku memang menginginkan sawah itu karena hasilnya selalu melimpah. Bodohnya wanita itu malah di jual tahunan kepada orang lain hanya untuk mencari anaknya yang sudah hilang dulu.


"Hei Kardi,apa mungkin sawah itu bisa beralih kepemilikan?? Yang aku tau sawah itu belum bersertifikat resmi." tanya Ki Reksa.


"Saya akan cari tau juragan. Dan akan saya tanyakan lewat pak Lurah."


"Baiklah.. Sudah m*ti saja masih merepotkan aku. Andai si Asep mau menjual padaku mungkin aku tidak akan berurusan terus dengan keluarganya."tukas Ki Reksa.


pak Kardi terdiam. Ia teringat kejadian 20th yang lalu. Ada rasa iba dan penyesalan darinya. Andai kau masih hidup kang Asep,batin pak Kardi dalam hati.


Ki Reksa duduk di teras depan bersama pak Kardi. Mereka membahas masalah hasil panen yang sempat turun. Namun di sela obrolan mereka istri Ki Reksa yang bernama nyai Pambayun diam-diam ikut mendengarkan rencana jahat mereka. Kadang nyai sampai geleng-geleng kepala. Tak habis fikir kenapa suaminya begitu tega kepada keponakannya.


Entah apa yang membuat Ki Reksa semakin ingin menguasai sawah itu.padahal dia punya banyak sawah. Pernah nyai Pembayun menasehati Ki Reksa untuk berhenti menyakiti perasaan iparnya. Namun tak jarang umpatan dan cemooh yang nyai pambayun dapatkan. Ki Reksa memang orang yang tempramental,mudah marah dan sombong. Banyak warga yang kurang menyukainya. Karena Ki Reksa sendiri merasa orang yang paling sepuh di desa ini sehingga dia jarang bergaul. Tak jarang juga dia sering menghina orang dengan seenaknya


Ki Reksa sendiri tidak memiliki keturunan. Dulu Ki Reksa punya Anak laki-laki berusia 10th. Namun karena sakit akhirnya meninggal. Entah apa penyakitnya,karena dulu sebelum meninggal badannya sempat panas tinggi di sertai kejang-kejang. Namun saat itu bukan di bawa ke dokter melainkan di bawa ke dukun. Selang tak berapa lama anak Ki Reksa meninggal. Ki Reksa mengamuk pada dukun itu. Dia mengira kalau dukun itu telah mengirim guna-guna pada anaknya.


nyai pambayun sendiri tak mampu berbuat banyak. Hanya melihat mayat sang anak tergeletak tanpa nyawa,sedangkan Ki Reksa malah adu mulut dengan si dukun.


Tak cukup sampai di situ. Ki Reksa membuat onar dengan menghancurkan tempat praktek dukun itu. Dia terus berteriak-teriak kalau anaknya meninggal karena di guna-guna dukun itu. Dasar Ki Reksa, dia tidak sadar kalo Allah lebih berkuasa dari segalanya. Bahkan ajal seseorang pun manusia tidak ada yang tau.