Dokter Raya

Dokter Raya
Penyuluhan bersama warga


Pagi yang masih sedikit mendung membuat hawa di desa Selo gunung jadi sejuk dan dingin. Tak tertinggal kicauan burung yang saling bersahutan menjadi pengingat bahwa matahari hendak menampakan dirinya. Embun pagi yang membasahi dedaunan menambah asri pemandangan di desa dekat pegunungan itu.


Raya bersiap untuk menjalankan aktifitas pagi. Selesai mandi dan sedikit dandan membuat dia nampak lebih segar dan cantik. Terlihat pak Lurah dan Bu Lurah sudah berpakaian rapih dan bersiap akan berangkat ke kantor. Suami istri yang kompak,kata Raya dalam hati.


"Pagi dokter Raya..eh..mbak Raya.. Udah siap nih buat edukasinya." kata Bu Lurah


"ehm..iya Bu.,insya Allah saya siap. Tapi ngomong-ngomong acaranya nanti dimana Bu?" tanya Raya


"di balai desa aja mbak, warga disini sudah diinfokan sama staf desa untuk berkumpul hari ini. Nanti kita mulai jam 9 aja ya mbak". Kata pak Lurah


"siap pak,,"ujar Raya.


"Mari mbak Raya kita sarapan dulu,semalam mbak Raya sampe Ndak makan gara-gara ketiduran padahal ibuk dah siapin makanan yg enak buat mbak Raya".


"Ohh..iy Bu..Saya kecapekan. Maaf ya Bu" ucap Raya.


Merekapun sarapan dengan menu nasi goreng buatan Bu Lurah. Raya kelihatan lahap sekali dan membuat Bu Lurah tersenyum puas karena terlihat Raya begitu menyukai masakannya. " Ini nasi goreng apa Bu?? Kog bisa senikmat ini?"kata Raya. "Ah mbak Raya,bisa saja memuji. Hanya nasi goreng Jawa kog mbak di campur telur. Di desa nasi goreng kayak gini biasa banget mbak." Sahut Bu Lurah. "Tapi enak banget lho Bu,padahal cuma di campur telur aja" lanjut Raya. Pak lurah sedikit tertawa mendengar ucapan Raya.


"Selamat pagi bapak dan ibu warga desa Selo gunung,terimakasih sudah mau berkumpul di balai desa ini dengan suka cita. Selain untuk memperkenalkan dokter kita ini beliau juga akan mengadakan penyuluhan kesehatan guna mengapresiasi desa kita menuju desa yang sehat. Mari Dokter Raya waktu dan tempat kami persilahkan" Ucap pak Lurah.


"Terima kasih untuk waktunya bapak dan ibu,perkenalkan saya Raya Rinastiani berasal dari Jakarta.Saya dokter yang di tugaskan di desa ini demi kepentingan membantu dalam medis. Saya harap bapak dan ibu senang menerima saya hadir di desa Selo gunung ini" kata Raya dengan senyuman manisnya. Raya lalu memulai presentasinya di hadapan warga sekitar dengan bersemangat. Arahan untuk membangun keluarga berencana dengan program 2 anak cukup membuat warga tertarik untuk memperhatikannya. Selain itu Dokter Raya memberi anjuran untuk setiap pasangan keluarga menggunakan alat kontrasepsi sebagai penunjang. Berbagai jenis alat KB yang Dokter Raya jelaskan membuat sebagian dari kaum ibu-ibu sedikit takut, karena sebagian dari mereka ada yang takut dengan jarum suntik ataupun obat Pil. Namun Raya menjelaskan dengan sabar kalau itu sebagian dari usaha untuk mencegah kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat. Memang warga di desa itu hampir seluruhnya belum paham mengenai alat kontrasepsi, namun setelah dokter Raya menjelaskan pentingnya untuk merencanakan kehamilan dan membatasi jumlah anak agar menuju keluarga sejahtera.


Setelah panjang lebar Raya menjelaskan tanya jawab dari warga,akhirnya penyuluhan edukasi kesehatan selesai juga. warga bubar sembari berjabat tangan dengan dokter Raya. Hanya salah satu warga yang terlihat sinis dan angkuh bernama Ki Reksa. Lelaki tua yang mungkin berusia sekitar 65th. Jangankan berjabat tangan dengan dokter Raya, memandangpun dengan penuh kebencian. Saat dokter Raya mengulurkan tangan untuk berjabat dia malah berlalu dengan acuh tak acuh. Dokter Raya hanya tersenyum.


Lalu pak Lurah menghampiri dokter Raya. "Dokter Raya lelah kah?? Bagaimana kalo kita keliling desa ini?supaya dokter bisa lebih mengenal warga kami dan mengenal ciri khas desa kami" tanya pak lurah.


"Baiklah pak,supaya saya lebih akrab dengan warga disini". Jawab Dokter Raya.


"Mari dok." kata Bu Lurah


Dan mereka pun berjalan sambil mengobrol. Sesekali di selingi dengan candaan kecil yg membuat dokter Raya tersenyum dengan manis.